
Poin saat ini : 4.525
Misi yang diselesaikan : 1
Misi gagal : 0
Bonus : poin extra
Misi tambahan : 2
[Yang lainnya geser kebawah]
"Oh ya Luxia, aku mau tanya tentang kultivasi dewa yang bisa didapat setelah membelinya seharga sepuluh ribu poin? Apa sepadan dengan harganya?"
"Lagipula kultivasi dewa memang bisa digunakan di dunia ini?"
"Harganya sepadan tuan, tapi saya sarankan untuk membelinya ketika level diri tuan sudah naik ke level 12 agar lebih mudah saat mempelajarinya. Dan kultivasi dewa bisa digunakan di dunia ini, bukannya dari awal saya bilang anda cheater nya!"
Setelah selesai melakukan ritual pagi mereka berdua lalu kembali menuju goa, disana Hyun Wo mempersiapkan segala keperluannya sebagai bentuk antusiasnya terhadap misi dan Quest dari sistem.
Menggunakan kekuatan supranatural Hyun Wo menghilangkan benda yang memang akan dibawanya beserta tanaman herbal.
Liliana yang mendengar Hyun Wo mengucapkan sesuatu membuatnya penasaran dan mendekati asal suara.
"Hyun, kamu tadi mengucapkan sesuatu ya?"
"He.. kamu mendengarnya, padahal suara aku kecil lho."
"Aku denger suara kamu tadi um..."
"Sifatnya berubah sekali semenjak aku pulang mencari tanaman herbal, yang aku ingat dari ingatan pemilik tubuh ini bahwa Lia ini orangnya usil, ceria, kadang cuek, keras kepala, dan aktif dalam hal sering mengajak pemilik tubuh ke suatu tempat," ucap Hyun dalam hati mengomentari tentang Liliana.
"Jika digabungkan mungkin Lia yang dulu memiliki sifat Tsundere beda jauh dengan yang sekarang lembut, murah senyum, malu-malu, dan manja," imbuhnya masih didalam hati.
Tidak ingin berbohong Hyun Wo akhirnya menjelaskan maksud dari tujuannya, mengapa tadi ia melafalkan suatu kata yang mungkin saja tak asing saat Liliana mendengarnya.
__ADS_1
Setelah mengetahuinya maksud Hyun Wo mengemas barang untuk pergi karena suatu urusan, Liliana langsung saja memutuskan untuk ikut pergi menuju tempat yang disebut oleh Hyun Wo sebelumnya.
"Karena kamu memaksa aku jadi mengijinkan mu untuk ikut Lia, tapi ingat untuk selalu didekat ku!"
"Iyaa, aku janji."
Perjalanan menuju desa seberang kini telah diputuskan tapi sebelum itu Hyun Wo kembali memastikan keadaan desanya.
Ada perasaan berat saat meninggalkan desa tempat kelahirannya, ya, bagi Hyun Wo sendiri menghormati pemilik tubuh adalah keputusan baik.
Desa paling makmur dengan segala aktivitas didalamnya kini tinggal puing-puing bangunan yang tersisa tanpa ada bangunan yang berdiri satupun.
Semuanya hancur sama rata dengan tanah.
"Ini seperti mimpi buruk, aku baru pertama kali melihat keadaan seperti ini seumur hidupku. Bahkan belum ada satu jam aku berada di desa selepas reinkarnasi, tak lama muncul pemberitahuan dari sistem mengatakan desa ini akan dalam kehancuran," ucap Hyun dalam hati.
"Dan nyatanya benar, belum lagi aku dihadapkan pada posisi rentan akan keselamatan nyawa. Kayaknya aku tidak bisa melupakan kejadian itu," ucapnya lagi masih didalam hati.
Liliana memahami apa yang dirasakan oleh Hyun Wo dari raut wajah sedihnya, namun tidak merasakan kesedihan amat mendalam terhadap kedua orangtuanya yang tewas dalam insiden mengerikan tersebut.
"Lia, kamu masih ingat kan dengan kejadian yang menimpa desa ini? Aku harap kamu mengingatnya?" tanya Hyun melirik Liliana disampingnya.
"Tidak. Aku sama sekali tidak mempunyai ingatan apa-apa tentang kejadian sebelumnya, itupun yang menimpa desa ini. Orang tua, saudara, teman, semuanya aku tidak ingat pernah berbicara maupun berteman!"
"Bukannya artinya kamu menyadari bahwa dirimu melupakan sesuatu dalam ingatan mu, kamu ini lupa ingatan!"
"Benar sekali perkataan mu Hyun, aku ini sepertinya hilang ingatan. Mungkin saja aku bukan istrimu, jadi jelaskan siapa aku ini?"
Liliana menatap lekat Hyun Wo untuk segera mendapatkan jawaban darinya, namun Hyun Wo sama sekali tidak berbicara lagi. Tidak ada respon setelahnya.
Pada akhirnya mereka berdua memulai perjalanan dalam diam tidak bicara lagi hingga Liliana merasa ada yang disembunyikan oleh Hyun Wo kepadanya.
"Hyun, aku ingin tahu identitas diriku ini. Kenapa aku hanya mengingat dirimu sebagai suamiku sekaligus orang paling aku sayangi?"
"Ini bukan saat yang tepat untuk menceritakan kisah malang kepadanya, setahuku yang orang hilang ingatan harus melalui tahap pemulihan sebelum diceritakan secara rinci tentang dirinya," ucap Hyun dalam hati.
__ADS_1
Menurut Hyun Wo, menjelaskan secara rinci kepada Liliana malah berakibat buruk pada kondisi Liliana sekarang yang terus mengorek masa lalunya yang tidak dia ingat sama sekali, ketika kenyataan sudah ia ceritakan kepada Liliana.
Yang berujung pada stress berkepanjangan dan dampak negatif lainnya.
"Dengarkan aku Lia, sekarang ini bukan waktunya menceritakan kisah tentangmu. Anggap saja ini bukan waktu yang pas melihat dirimu masih belum stabil!" jawab Hyun disertai nasehat.
"Tapi... aku ingin tahu secepatnya."
"Begini saja, aku ceritakan secara rinci dari awal hingga akhir mengapa kamu bisa lupa ingatan. Setelah aku mengumpulkan bahan-bahan demi membuat ramuan herbal untukmu. Dan selama bahan-bahannya belum terkumpul kamu bebas memainkan peranmu sekarang!"
Keputusan yang dikatakan oleh Hyun Wo barusan terinspirasi dari buku novel milik pacarnya sewaktu ia masih hidup.
"Aku akan tetap mempertahankan peranku sekarang ini Hyun, walaupun belum tentu aku ini istrimu!" ucap Liliana penuh semangat wajahnya pun berseri-seri.
"Nah, itu baru Lia yang aku kenal."
Membutuhkan waktu 1 jam lebih jika dihitung dengan waktu normal di dunia, mereka berdua menempuh perjalanan menuju desa seberang. Dan sampai pada perbatasan desa.
Pada area perbatasan desa sangat aneh menurut Hyun Wo, karena didalam desa sekarang ini dalam kondisi hujan sedang. Sedangkan di luar tidak hujan sama sekali.
Hingga Hyun Wo membenarkan apa yang dikatakan oleh sistem bahwa desa seberang ini memiliki misteri yang kemungkinan besar berkaitan dengan hujan terus-menerus didalam wilayah desa tersebut.
Vilyt nama desa seberang yang letaknya tidak terlalu jauh dari desa lainnya. Yang masuk dalam desa terpencil jauh dari aturan kerajaan dan sistem yang diterapkan oleh raja.
Memiliki hubungan baik dengan desa seberang lainnya terutama desa tempat tinggal Hyun Wo berasal.
"Di duniaku, hal seperti ini biasanya dianggap sebagai fenomena alam biasa, karena masih bisa dijelaskan secara ilmiah," gumam Hyun Wo yang memang membenarkan apa yang dilihatnya menurut fakta ilmiah.
"Fenomena itu apa? Aku tidak mengerti... terus kamu tadi mengatakan duniaku?" ucap Liliana bingung menanggapi Hyun yang bergumam. Sementara Hyun Wo baru sadar jika Liliana ada didekatnya.
"Umm itu semacam anggapan tentang hal-hal yang bisa dijelaskan dengan logika!" jelas Hyun tidak menjelaskan secara rinci.
"Begitu hmm, aku baru tahu."
Mulai memasuki desa keadaan didalamnya sepi tidak ada yang beraktivitas di luar. Jalan yang menghubungkan rumah satu dengan yang lain menggunakan lantai batu buatan sehingga dampak hujan tidak terlalu menganggu pada sarana pejalan kaki.
__ADS_1
Menggunakan kekuatan supranatural sebelumnya Liliana melindungi dirinya dan juga Hyun Wo dari air hujan.