Luxia System

Luxia System
Arena Pertarungan


__ADS_3

"Baiklah akan aku tunjukkan kepadamu, dan bila aku berhasil menghilangkan kutukan "hati terikat" Bagaimana kalau kamu memberikan tiket itu kepadaku secara cuma-cuma. Lalu sebagai perdamaian diantara kita aku akan berduel denganmu sampai kamu puas, tawaran yang adil bukan?" ucap Hyun memberi tawaran kepada gadis itu.


"Aku setuju, asal kamu jangan lari dari tanggungjawab lagi, jika kedua kalinya aku bakal mengikuti dirimu kemanapun kamu pergi!" ancamnya dengan tatapan serius.


Keesokan harinya ternyata di luar Colosseum ramai dikunjungi oleh para pengunjung yang ingin menyaksikan jalannya turnamen "manusia setengah dewa" tersebut.


Banyak penjual beraneka macam makanan dan juga aksesoris yang bisa dibeli oleh para pengunjung serta yang kini sedang ramai dikerubungi adalah tebak siapa pemenang ronde pertama.


"Mereka ini, ingin memiliki kekayaan secara instan menggunakan cara seperti itu. Yaitu bermain-main dengan keberuntungan," gumam Hyun melihat kerumunan itu.


Yu' an


Ketiga perempuan itu juga ikut bersama dengan Hyun Wo dan menjadi sorotan orang yang berlalu lalang.


"Siapa tiga wanita dari ras berbeda itu, ketiganya sangat cantik. Apa aku bisa memilikinya satu."


"Bukalah matamu sobat, jangan bermimpi setinggi langit. Lihat dulu kondisimu seperti apa."


"Beruntung sekali pria itu bisa memiliki tiga wanita cantik sekaligus."


"Ku harap aku memiliki takdir seperti pria tampan itu."


Hyun Wo yang mendengarnya hanya acuh tidak terlalu memperdulikan hal itu, yang penting dirinya bisa menyelesaikan Quest dan misi dari sistem.


Ada perubahan jadwal sehingga turnamen sebentar lagi akan segera dimulai terdengar dari pengumuman.


Jumlah para peserta berjumlah 18 orang termasuk Hyun Wo yang akan bertanding di ronde pertama.



"Banyak sekali ya penontonnya, kayaknya ada seribu orang lebih deh," ucap Sayuri berada melihat dari tempat penonton bersama Liliana dan Momo.


"Dari suaranya saja meriah sekali, pasti penontonnya banyak," sahut Liliana.


"Oh ya, katanya Hyun ada monster yang ikut serta pada turnamen ini. Bukannya seharusnya ras monster tidak diperbolehkan untuk ikut?" ucap Momo.


"Itu karena monster tersebut tidak berbuat kejahatan pada ras manusia dan ras lainnya, dia setahuku adalah monster yang tunduk pada raja!" jelas Liliana.


Ronde pertama dimulai setelah wakil penyelengara turnamen membicarakan beberapa peraturan khusus yang harus diikuti dengan tertib.


Dan Hyun Wo kebetulan sekali terpilih secara acak di ronde pertama.


Lawannya adalah seorang pria berambut putih panjang dari ras manusia dirinya terlihat bertelanjang dada dengan senjata pada kedua kukunya.

__ADS_1


Badannya lumayan proposional dan kini sedang menatap Hyun Wo tajam.


Dia bernama Rong Yu berasal dari negeri jauh atau disebut wilayah Abyss dikenal sebagai negeri para assassin.


Sementara Hyun Wo tidak bersenjata sama sekali hanya mengandalkan kekuatan supranatural miliknya.


"Biar aku katakan dulu sebelum kita bertarung, aku ini sudah mengalahkan banyak monster sebelumnya dalam waktu singkat!" ucap Rong Yu menyeringai dengan senyuman lebar.


"Tidak penting, lagian aku tidak mengenalmu. Mari mulai sekarang dan jangan membuang waktu," sahut Hyun dengan pandangan jengah.


Shut!


Rong Yu menjadi penyerang pertama yang langsung menyerang lawannya secara bertubi-tubi, sementara Hyun Wo menghindari setiap serangan cakaran dari senjata Rong Yu dengan tenang.


Ketika lawannya muncul dari belakang Hyun Wo memanfaatkan celah sembari menghindar.


Dash!


Dirinya berhasil mengenai perut Rong Yu dengan tendangan tajam hingga membuat rahangnya menegang.


"Lumayan, lawan yang setara denganku."


Dilanjutkan serangan lebih cepat dari yang sebelumnya oleh Rong Yu, namun Hyun Wo terlihat rileks dan tenang saat menghindari serangan itu.


Bugh!


Pukulan barusan adalah sebuah skill khusus yang Hyun Wo beli dari sistem Luxia yang di setiap pukulannya akan berasa lebih keras dan semakin meningkat seiring jumlah pukulan diperkuat saat mengenai saya.


•••


Sementara di tempat lain masih berada di dalam Colosseum Yu'an menyamar sebagai seseorang yang memiliki wewenang memasuki ruang para peserta.


Sebelumnya, dia tugaskan oleh Hyun Wo untuk mencari keberadaan peserta yang sejatinya adalah monster.


Dengan kata lain mengaku-ngaku menjadi peserta dengan identitas palsu tidak seperti peserta monster yang tidak masalah menunjukkan jati dirinya.


Yu'an mengobrol dan bertanya pada setiap peserta agar ia mendapati informasi khusus berkenaan dengan penyamaran monster diantara peserta di ruang lumayan luas ini.


Kembali pada Hyun Wo yang masih menghadapi lawan pertamanya di ronda awal belum menumbangkan Rong Yu sama sekali.


Dia tiga kali terkena pukulan namun masih tetap bangkit seakan pukulan Hyun Wo tidak berasa baginya.


Srak!

__ADS_1


Brak!"


Serangan jarak jauh dia arahkan kepada Hyun Wo disaat mendarat. Dan masih sama seperti sebelumnya serangan itu tidak mengenai targetnya masih mudah untuk Hyun Wo hindari.


"Cukup membuang waktunya, aku akan langsung mengalahkannya saat dia lengah!" ucap Hyun dalam hati sembari mendekati Rong Yu yang nampak kelelahan, badannya sedikit menunduk.


Ketika Hyun Wo sudah dekat dengannya dan hendak memukulnya secara bersamaan, Rong Yu langsung saja mengeluarkan jurus andalannya yang kemungkinan diperkuat pada senjata pada kuku lancipnya itu.


Jleb!


"Kamu! Menggunakan senjata disaat seperti ini..."


Bruk!


"Huu..." ucap penonton serentak.


Sebelumnya Hyun Wo menusuk Rong Yu dengan Devil sword di saat dirinya dalam moment saling serang. Rong Yu yang tidak menyadari lawannya akan menggunakan senjata jadi lengah sesaat, sehingga kelengahan itu Hyun Wo manfaatkan sebaik mungkin untuk mengakhiri ronde pertama.


"Curang!!!"


"Pengecut!"


Umpatan para penonton bisa Hyun Wo dengar di arena.


"Lebih baik menggunakan cara curang di awal ronde agar selesai lebih cepat, aku sudah tak sabar ingin mencari monster yang menyamar menjadi peserta," ucap Hyun didalam hati.


Dan Hyun Wo lolos ke tahap selanjutnya, meskipun menggunakan cara licik yang nyatanya tidak membuatnya diskualifikasi.


Ia kemudian pergi memasuki tempat para peserta yang masih menunggu giliran untuk berada di arena.


"Dia yang mengalahkan Rong Yu dengan cara licik ya, pria ini sungguh pintar," ucap Die Si seorang elf yang membawa busur panah di lengannya kepada rekannya secara berbisik.


Hyun Wo pun duduk sembari selonjoran disaat dia akan menengguk air putih pada cawan porselen dirinya didatangi oleh tiga orang, dua pria satu lagi wanita.


"Bisa kita bicara sebentar?" ucapnya tanpa basa-basi lagi.


"Aku sibuk sekarang!" jawab Hyun penuh penekanan dengan tatapan serius pada pria yang berbicara kepadanya barusan.


"Bagaimana jika aku memberiku uang sebagai kompensasi karena telah membuang waktumu yang berharga?"


"Berapa?" tanya Hyun.


"40 koin emas dan 20 koin perak!"

__ADS_1


"Oke, deal. Kemana kita akan berbicara?"


Hyun Wo langsung saja menerima tawaran l orang itu yang tidak dikenalnya sama sekali.


__ADS_2