Luxia System

Luxia System
God's grace


__ADS_3

Dengan keahlian memasak yang didapat secara otodidak ditambah mendengar dan melihat orang lain memasak, Hyun Wo bisa belajar dari itu semua.


Dan hampir setiap hari ia melihatnya bahkan mempraktekkannya sendiri guna menjadi pengganti neneknya kelak bagi dirinya sendiri.


Alhasil kebiasaan rutin tersebut meningkatkan skill memasak dan pengetahuan resep tertentu yang kini seakan ia dapatkan dari sistem.


"Saatnya menciptakan sebuah mahakarya."


Hyun Wo yang seorang introver ketika masih hidup memang sangat senang di kalah dirinya sendirian memasak di dapur hingga membuatnya sibuk berkutat pada kompor.


Ia menyebut masakannya sendiri sebagai suatu mahakarya.


Dua puluh menit kemudian, beberapa masakan sudah tersaji rapi di atas meja lengkap dengan hiasan lain.


"Sangat elegan sekali dan fantastis, sudah lama aku tidak merasakan hal seperti ini lagi."


Sebelumnya Hyun Wo menggunakan kekuatan supranatural miliknya untuk menghalau bau bahan masakan agar tidak tercium oleh mereka berdua saat tidur.


Terbesit dipikirannya yang ingin memberikan kejutan di pagi ini dengan masakan spesial.


Tok..tok..tok...


Suara ketukan pintu membuat Hyun Wo mengerutkan dahi sembari menuju ke sumber suara.


"Maaf tuan, sarapan pagi sudah dihidangkan di bawah, jika boleh saya bisa mengantarkan anda dan..."


"Baiklah, nanti saya akan turun kebawah bersama dua perempuan itu. Tapi agak lama."


"Tidak apa, anda tenang saja, karena masakan di tempat kami selalu hangat dan terjaga kebersihannya!"


Setelah selesai berbicara pria yang kemungkinan sebagai pelayan kamar itu akhirnya pergi dari hadapan Hyun Wo dengan sopan.


"Mungkin dengan sihir mereka bisa menggunakannya pada masakan sehingga akan tetap hangat seperti awal ketika dihidangkan, aku jadi tertarik dengan sihir. Apa aku memiliki kesempatan untuk mempelajarinya, meskipun penyerapan murni memberiku kekuatan supranatural saja?" ucap Hyun dalam hati bertanya-tanya.


[Pemberitahuan sistem]


"Tuan masih memiliki kesempatan menggunakan sihir, bahkan di dunia ini ada yang memiliki tiga sekaligus!"


"Tiga, memang siapa dia, dan bagaimana caranya agar aku mendapati kemampuan sihir?"

__ADS_1


"Pertama saya jelaskan dulu tentang orang yang dianugerahi lebih dari satu suatu kemampuan oleh dewa!"


Orang-orang itu disebut God's grace sebagai orang yang ditunjuk untuk bisa menggunakan kemampuan lain di dunia ini lebih dari satu.


Supranatural, sihir, magis, dan lainnya mereka dapati sekaligus sejak lahir dengan tanda tertentu pada bagian tubuhnya.


Hanya saja dahulu kala orang-orang yang dianugerahi kemampuan tersebut harus berkurang drastis, karena kampung halaman yang dikhususkan untuk orang dengan anugerah Tuhan di serang oleh pasukan kerajaan Mordop.


Suatu kerajaan besar penolak orang dengan anugerah dari Tuhan.


Yang sebenarnya terjadi karena adanya seseorang yang menyebarkan kabar palsu atau berpura-pura menipu menjadi God's grace dan melakukan pembantaian, kerusakan, dan pembunuhan.


Diketahui orang-orang itu telah lenyap dari peradaban setelah kejadian mengerikan yang mereka alami.


Desas desus dan teori liar mengatakan jika mereka berpencar untuk meneruskan generasi penerusnya di wilayah lain, bahkan ada yang sampai melarikan diri ke negara jauh diseberang sana.


"Hmm, apa bisa generasi itu diciptakan dari perkawinan antara manusia normal dan mereka?"


"Ada kemungkinan 50% keturunan mereka terlahir dengan kemampuan lebih dari satu itu."


Hyun Wo masih berpikir di dalam ruang yang hanya diketahui oleh dirinya itu.


"Harusnya kenyataannya seperti itu, tapi pasukan kerajaan sudah di atur sedemikian rupa dengan strategi khusus dari seorang master mind terampil dari kerajaan Mordop. Sehingga orang-orang dianugerahi dapat ditaklukkan dengan mudah."


"Aku paham, ternyata kekuatan tempur yang sangat kuat saja bisa binasa karena tidak ada persiapan maupun rencana, maupun sebaliknya. Seperti prinsip otak dan otot."


"Benar sekali tuan."


Liliana terbangun dari tidurnya setelah merasa Hyun Wo tidak ada disampingnya. Dan ternyata memang benar apa yang dirasakannya itu.


Kemudian ia bangun seraya menuju ke cermin sayangnya Liliana lupa jika dirinya tidak bisa melihat karena tidak mempunyai kedua mata.


Wajahnya terlihat masam yang kecewa pada kondisinya sekarang.


Saat Liliana masih berdiri di tempat dalam posisi menghadap cermin Sayuri kemudian bangun dan mengucek matanya sambil memperhatikan Liliana.


Dia merasa sedih saat melihat Liliana bercermin dengan kondisinya sekarang hingga ia pun beranjak dan mendekati Liliana guna memberi semangat dan motivasi semampunya.


Setelah itu mereka berdua keluar dari kamar dan mencium bau harum nan lezat berasal dari meja makan.

__ADS_1


Hyun Wo yang melihat keduanya pun memberi sambutan pagi menyenangkan selayaknya pelayan raja.


Sampai Liliana dibuat tersenyum ceria lagi mendengar nada bicara dan sikap Hyun Wo di pagi ini yang menurutnya lain. Dan dihatinya ia sangat menyukainya.


Sarapan pagi bersama berlangsung secara khidmat dan sedikit keceriaan di wajah-wajah mereka.


Hyun Wo lalu sendirian turun kebawah untuk bertemu pelayan itu di meja makan yang harusnya mereka sarapan pagi disana.


"Tuan, silahkan kemari. Semuanya sudah disiapkan dengan baik, lalu dimana..."


"Sebenarnya saya memasak sendiri dengan bahan-bahan masakan yang tersedia di kamar luas itu, jadi saya dan perempuan itu sudah sarapan!"


"Hmm, saya mengerti. Lalu bagaimana dengan..."


"Tenang saja, saya yang akan mengurusnya."


Kini Hyun Wo sudah keluar dari penginapan besar tersebut sementara Liliana dan Sayuri diminta untuk tidak ikut, karena ada perawatan kecantikan dari pihak penginapan.


Berinisiatif untuk pergi ke pasar dan menemukan orang-orang yang membutuhkan bantuan berupa makanan dan koin.


Karena kota ini banyak sekali tunawisma bermukim lebih-lebih lagi di area pasar terbesar kota ini.


"Sepertinya dia adalah orang yang tepat," ucap Hyun melihat pengemis tua yang kelihatannya sedang kelaparan kurus kering dengan rambut yang sudah beruban.


"Permisi, tuan. Bisa saya meminta waktunya sebentar. Di sana kita akan berbicara!"


Di luar keramaian pasar Hyun Wo lalu memberikan kantung kecil berisi koin kepada pengemis itu, tak lama kemudian ia memunculkan beberapa makanan mewah dari wadah tak terbatasnya.


Pengemis itu langsung bersujud di depan Hyun Wo merasa jika dirinya seumur hidup belum pernah diperlakukan seperti ini.


Hyun Wo yang tidak enak menyuruh pengemis itu untuk bangkit dan bersama-sama memakan hidangan tersebut. Dengan alasan agar pengemis tua ini tidak sungkan lagi.


Mereka lalu mengobrol setelah itu, meskipun tidak terlalu lama.


"Ini adalah sebuah buku pemanggil makhluk tertentu yang akan setia padamu nak, kakek memberikan ini sebagai rasa terimakasih kepadamu yang telah memperlakukan diriku seperti halnya orang tua sendiri. Terimalah buku ini, dan pergunakanlah dengan bijak!"


Pada akhirnya Hyun Wo menerima buku pemberian dari pengemis tua itu dan setelahnya ia pergi melanjutkan mencari orang pilihannya untuk diberi bantuan.


Sambil melambaikan tangan dirinya meninggalkan pengemis tua itu yang terlihat dengan raut wajah berseri-seri sambil membalas lambaian tangan Hyun Wo.

__ADS_1


__ADS_2