
Menuruni lubang dalam ini dengan jatuhan ternyata tidak ada habisnya oleh karena itu mereka berdua mempercepat jatuhan dengan gravitasi pemberat tubuh.
Di dalam kedalam bumi 500 meter jauhnya mereka akhirnya mendarat setelah beberapa menit seakan melayang meskipun pada kenyataannya sedang terjun.
Brak!
Brak!
"Tempat ini lumayan dingin, sebaiknya kita harus cepat menemukan orang-orang yang diculik, karena bisa saja mereka mati kedinginan, kecuali monster tempat ini memiliki kekuatan tertentu guna memblokir hawa dingin dalam kedalaman ini!" ujar tiruan Hyun.
"Benar kita harus cepat menemukan mereka, bagaimana jika dirimu lebih ditekankan pada bagian membunuh, sementara diriku menyelamatkan nyawa seseorang!?" sahut Hyun sembari memutuskan bagian mereka.
Tiruan Hyun Wo tersebut menyeringai saat menoleh ke belakang mengartikan dia menyetujuinya.
Bebatuan dan tetesan air serta keadaan lembab sekaligus hawa dingin mereka lihat dan rasakan sepanjang perjalanan.
Sistem Luxia memberitahu kepada Hyun Wo bahwa temperatur tempat ini sampai -345,537, 749°C yang untungnya pertahanan tubuh Hyun Wo sangat kuat mampu beradaptasi dalam suhu dingin itu.
Dibantu oleh cahaya pada kristal yang tertanam dan berjumlah banyak berwarna biru membuat isi tempat ini dapat dilihat secara keseluruhan.
Dapat dijadikan penerangan utama yang sangat membantu.
Melesat cepat maju kedepan setelah tiruan Hyun Wo merasakan hawa monster didepan sana.
"Ini sangat dingin sekali, dan bagaimana bisa tiruan ku tidak merasakan apa-apa, mengigil pun dia sama sekali tidak?" ucap Hyun dalam hati.
[Pemberitahuan sistem]
[Quest memusnahkan monster pada kedalaman jauh dari permukaan]
[Serta misi menyelamatkan nyawa penduduk desa]
[Perlu perhatian, bahwasanya mereka yang selamat bernilai 1000 poin]
[Poin didapat jika menyelesaikan Quest dan misi 10000]
[Sementara mengalahkan ketua monster dan sebagai pasukannya 7000]
"Sepertinya ada tugas dari sistem, sayangnya aku tidak mengetahuinya bisakah kau jelaskan padaku?" tanya tiruan Hyun.
"Intinya memusnahkan monster dan menyelamatkan penduduk desa yang diculik, karena keduanya berkaitan erat dengan keberhasilan tugas dari sistem, dan sepertinya aku akan memanggil hewan summom dalam buku itu!"
"Begitu ya, kedengarannya menyenangkan dan sejalan dengan apa yang akan aku lakukan kepada monster sialan itu."
Hyun Wo akhirnya mengetahui alasan mengapa diri tiruan itu sangat kebal terhadap hawa dingin yang amat dingin di tempat ini, itu karena sifat dan rasa bencinya terhadap monster.
Atau mungkin aura membunuhnya yang kini masih Hyun Wo rasakan selama perjalanan.
Sementara itu di permukaan, Liliana secara kebetulan bertemu dengan Amaryllis.
__ADS_1
"Kamu kan..."
"Iya aku ini calon istri Hyun Wo, kamu kenapa tidak bersama Hyun?" tanya Liliana kebingungan, bahkan yang ditanya pun juga sama.
Kenapa Liliana berada di tempat ini, bukannya seharusnya dia diculik atau mungkin saja dibunuh oleh monster, sempat terlintas perkataan itu dalam kepala Amaryllis.
"Aku juga bingung kenapa kamu berada disini, sepertinya posisi kita jauh dari desa itu!"
"Huh? Baiklah aku jelaskan, sebenarnya satu jenis monster datang dan menyerang desa, lalu aku yang melihatnya berniat untuk menyelamatkan para penduduk desa maupun mengalahkannya monster itu. Tapi sayangnya, monster itu berjumlah lebih dari satu, sangat banyak di luar perkiraan ku. Tentu aku kewalahan dan berakhir terkena serangan monster itu hingga terhempas ke tempat ini!"
"Hmm, aku mengerti. Lalu dua perempuan itu kemana, mungkinkah dia dibawa oleh monster itu? Karena aku sebenarnya berada di lubang yang mengarah kedalam markas monster itu, dan karena aku mencegah Hyun untuk memasukinya aku pun berakhir di tempat ini!" sahut Amaryllis sembari menjelaskan dirinya.
Terlihat Liliana mengerti apa yang disampaikan oleh Amaryllis.
"Gawat, Hyun Wo dalam bahaya, monster itu sangat kuat sampai bisa mematahkan berbagai jurus ku. Sepertinya kita harus bergegas menolongnya, dan mungkin saja Sayuri maupun Momo dalam bahaya juga!"
"Tapi Hyun pergi dengan raut meyakinkan, mungkin dia bisa mengalahkan monster itu. Kita lebih baik mengevakuasi penduduk desa yang terluka. Hyun pasti bakal kewalahan saat kita..."
Belum usai berbicara perkataan Amaryllis dipotong oleh Liliana.
"Kamu tidak memiliki sisi kemanusiaan ya, Hyun Wo itu mempunyai level diri dibawah ku, bahkan dibandingkan dengan dirimu lebih tinggi level dirimu!"
"Kalau kamu takut lebih baik tidak usah ikut, untuk urusan mengevakuasi penduduk ada cara lain dan bukan keharusan kita untuk melakukannya!" tambah Liliana tegas penuh penekanan.
Dia lalu melesat tanpa mengajak Amaryllis untuk pergi dengannya.
Shut...
Kembali pada mereka berdua yang akhirnya menemukan monster yang hidup di tempat seperti ini.
Tubuh monster itu layaknya tengkorak hidup dan berjumlah banyak hampir memenuhi tempat ini.
Serta memakai pakaian tempur dan senjata seperti pedang dan perisai dari logam.
"Cih, monster seperti mereka apa hebatnya! Terlihat mudah untuk dikalahkan!" gumam tiruan Hyun meremehkan, yang sudah memasuki mode tempur, sayap hitam bak kepulan asap terlihat dibelakang tubuhnya.
Shut...
Tiruan Hyun Wo langsung saja bergerak sembari terbang di atas pasukan tengkorak dengan cepat, dia lebih memilih untuk mengalahkan ketua monster itu.
Crak!
"Bagaimana bisa...?"
Darah segar mengalir deras pada satu lengan tiruan Hyun Wo yang terpotong lantaran dirinya tidak bisa menggunakan jurus saat hampir menyentuh ketua monster tengkorak itu.
Dia kemudian terbang tinggi di atas pasukan tengkorak itu.
__ADS_1
Sementara ketua monster terlihat seperti meremehkan Hyun Wo saat menengadah.
Diri Hyun Wo yang asli sempat membuat clone untuk mengalihkan perhatian pasukan monster.
Sementara dirinya yang asli menemukan lokasi penduduk desa yang terbelenggu. Lalu menggunakan floating soul untuk melakukan teleportasi.
Terlihat mereka para penduduk desa seperti halnya akan dijadikan tumbal semacam ritual tertentu.
Trep.
Trep.
Trep × 30
Hyun Wo memasukkan monster tengkorak yang berjaga kedalam penjara mistis dengan hati-hati.
Lalu melenyapkan penjara mistis itu tanpa menghilangkannya seperti biasa.
Lokasi mereka yang terbelenggu memang lumayan jauh dari tempat tiruan dirinya berada. Disini seperti halnya ruang kecil dari luas tempat ini diluar tempat para penduduk desa di tahan.
Di satu sisi pasukan tengkorak sedang mengincar tiruan Hyun Wo dari bawah dengan serangan jarak jauh.
"Sial! Aku tidak bisa menggunakan jurus mematikan untuk sekarang ini, monster ini ternyata dapat menyerap mana. Kurasa aku harus meninjau kekuatan monster itu terlebih dahulu!" ucap tiruan Hyun.
Woghs...
"Tunggu, dia berubah wujud!?"
Tidak menyangka dibelakangnya datang serangan dadakan hampir saja membuat tubuhnya terbelah menjadi dua lantaran ketua monster tengkorak berubah wujud dan datang menghampiri Hyun Wo.
"Kukuku aku akan membunuhmu manusia bodoh, beraninya kau datang kemari dan ingin membunuhku barusan!"
"Jadi karena kekuatan monster ini dan perubahan wujudnya yang membuat para pahlawan kewalahan hingga tewas saat menghadapinya," ucap tiruan Hyun dalam hati.
Woghs...
Trash...
"Hehehe kau kira aku lemah huh!"
Saat ketua monster tengkorak itu melancarkan serangan berikutnya karena melihat ekspresi putus asah pada lawannya membuat dirinya lengah.
Tiruan Hyun Wo itu dapat menghindar dan melakukan serangan balasan hingga membuat tangan kiri ketua monster tengkorak itu putus dari badannya.
Menyisakan tangan kanan yang masih memegang kapak dengan ujung diselimuti oleh es bercahaya.
"Aku akui dirimu pandai menipu, ya tidak masalah satu lengan hilang, karena dengan satu tangan saja aku akan memberimu kematian bagaikan di neraka hahaha..."
__ADS_1
Wos...