
Seseorang berjubah hitam itu lalu menunggu beberapa saat hingga di rasa cukup baginya. Kemudian mendekati Hyun Wo yang terlihat tengah tertidur pulas tanpa penjagaan.
Seseorang itu tersenyum lebar penuh arti yang tertutupi oleh tudung pada jubahnya.
Menyentuh dada Hyun Wo seperti merasakan kenikmatan tertentu terhadap dirinya.
Lalu menaruh satu jarinya pada bibir dan hendak melayangkannya pada Hyun Wo.
"Maaf, aku harus melakukannya karena aku membutuhkan keturunan untuk... uhg..."
Bruk.
"Apa? Kenapa kamu tidak mempan pada obat pingsan itu?" ucapnya tersentak saat Hyun menangkap tangannya dan mengamankannya setelah tiba-tiba bangun.
Dari suaranya terdengar seperti suara perempuan maka bisa dipastikan jika dia seorang perempuan yang menyelinap masuk kemari dengan maksud tertentu.
Mengingat dirinya mengakui menaruh obat pada ramuan yang telah di minum oleh Hyun Wo.
Tanpa berpikir panjang Hyun Wo langsung membuka tudung wanita itu dan yang ia lihat dalam keadaan gelap di kamar yang ditempatinya adalah Amaryllis.
"Jadi itu maksud dari dia yang berkata 'kamu akan mengenal diriku lebih dekat' ternyata ada maksud dan tindakan yang akan dilakukan seperti saat ini," ucap Hyun dalam hati mengingat saat Amaryllis pernah mengatakan sesuatu padanya.
Amaryllis terlihat berusaha melepaskan diri sekuat tenaga namun sayang dirinya tidak bisa kabur sama sekali.
Seakan dirinya sendari awal tidak melakukan usaha menggambarkan perbedaan kekuatan fisik antar keduanya yang lumayan jauh.
"Aku menyerah, sekarang kamu bisa melakukan apapun padaku. Tapi aku mohon jangan beritahu siapa-siapa, atau aku akan dihukum dan kena marah..." ucapnya dengan raut yang terlihat samar-samar oleh Hyun Wo menunjukkan ekspresi ekspresi memelas.
Tapi sayangnya hal itu tidak mempan pada Hyun Wo ia mengetahui jika Amaryllis sengaja berkata demikian agar membuat dirinya memberitahukan hal ini kepada orang lain.
Hal itu bisa dimanfaatkan Amaryllis agar dirinya keluar dengan alasan logis dari tempat ini.
Sebelumnya Hyun Wo sudah menemukan kesimpulan kenapa Amaryllis waktu pagi terlihat sedih sekilas.
Hanya saja ia belum mengetahui maksud dari kata "membutuhkan keturunan" yang dikatakan oleh Amaryllis.
"Aku tidak akan memberitahukan hal ini pada siapapun!"
"Umm... tapi aku kan mencoba melakukan hal buruk dan tidak sopan padamu, jadi jika kamu ingin melaporkan aku ikhlas."
__ADS_1
"Huh... perkataanmu berlawananan dengan sebelumnya. Dan kamu mungkin masih ingat aku boleh melakukan apapun padamu, benarkan?"
"...iya, iya kamu bebas boleh melakukan apa saja."
"Bagus, jadi jelaskan padaku kenapa dirimu membutuhkan keturunan?"
"Eh, itu... "
"Apa kamu akan mengatakannya heh..." ucap Hyun dengan senyuman lebar memancarkan aura mengancam kuat membuat Amaryllis takut.
Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya Amaryllis berucap "Iya, iya aku katakan padamu. Jadi aku ini akan bertambah kuat jika aku memiliki keturunan dari orang terkuat, serta anakku jika aku mengandung. Itulah alasanku malam-malam begini menyelinap ke kamarmu ingin..."
"Yah. Aku sudah menebaknya dari awal, aku sudah memperkirakannya dirimu akan melakukan hal ini!"
Jelas membuat Amaryllis terdiam saat mendengarnya.
"Jadi pergilah tidur, aku janji tidak akan melaporkan kelakuanmu barusan kepada orang lain, aku bersumpah!"
"...makasih, tapi untuk..."
"Aku lelah, ingin tidur nyenyak malam ini."
Sebenarnya Hyun Wo sudah memperkirakan hal yang akan dilakukan Amaryllis malam ini itulah mengapa dirinya tidak terkena efek samping setelah meminum obat pingsan.
Hendak tidur kembali tubuhnya seperti menindih sesuatu iapun mengeceknya dan itu adalah sebuah catatan.
Kemungkinan milik Amaryllis yang sengaja tertinggal atau jatuh tak sengaja.
Keesokan harinya, Mereka berempat pamit untuk pergi meninggalkan Colosseum yang beberapa hari ini menjadi tempat tinggal mereka.
Semuanya berpisah dengan orang-orang yang ada disana.
Melihat pria berambut putih yang tersenyum ke arahnya membuat Hyun Wo berpendapat jika taktik mendapati hati Raja telah berhasil dia lakukan dengan sempurna.
Selain pergi dengan sebuah nama besar di kota ini Hyun Wo memiliki banyak uang di genggamannya, karena dia adalah sang juara di turnamen "seseorang mendekati dewa" selain itu ia mendapatkan kereta kuda berkualitas tinggi.
Yang bisa Hyun Wo gunakan sebagai transportasi menuju tempat Quest dari sistem.
Di perjalanan mereka mengobrol didalam kereta kuda tersebut sementara yang mengendalikan kuda adalah kekuatan supranatural milik Liliana.
__ADS_1
"Tuan, aku jadi teringat jika kita pernah meninggalkan kereta kuda di hutan!" ujar Momo sembari mengunyah kue, mulutnya terlihat berisi.
"Hei... jangan berbicara jika mulut penuh, Momo! Tapi... benar sih perkataanmu. Malang sekali kuda dan kereta itu. Semoga saja ada membawanya."
"Maaf tuan, aku tidak mengulangi lagi."
"Hyun, kita mau kemana lagi?" tanya Liliana.
"Iya, aku mau tahu tujuan selanjutnya kita akan kemana. Aku tak sabar untuk menghadapi lawan tangguh, sekalian mencoba jurus baruku!" timpal Sayuri.
"Jurus baru? Sepertinya akan ada kejutan. Aku menantikannya Sayuri."
Sayuri merasa senang saat Hyun Wo mengatakan hal barusan kepadanya.
"kita akan menuju reruntuhan kerajaan lama, disana kita akan mencegah satu monster yang akan menghidupkan orang mati!" kelas Hyun membuat ketiga perempuan itu terkejut dengan mulut menganga.
"Apa kita beneran akan pergi kesana, aku takut..." ucap Momo memegang satu tangann Hyun dari samping begitu dekat dengan dua tangannya. Sekilas Sayuri terlihat kesal.
Beda dengan Liliana yang terlihat biasa-biasa saja, tapi tidak diketahui apakah hatinya sama dengan yang terlihat di luarnya.
Dahulu sebuah perang antar golongan terjadi dan salah satu dari mereka memiliki bantuan dari ras monster.
Kerajaan Guniere memiliki pasukan darat 3000 ribu dan 1000 pasukan udara serta 2000 pasukan dalam tanah.
Melawan Kerajaan Abraka disebut sebagai dark knight memiliki 20.000 pasukan darat 10.000 pasukan udara 7000 pasukan pemanah.
Di tambah bantuan dari ras monster 30.000 ribu pasukan.
Pertempuran itu terjadi tak jauh dari kerajaan Guniere sehingga pada penduduk wilayah Guniere dapat menyaksikan dari menara dan bangunan tinggi pertempuran bersejarah itu.
Di ketahui lahan tandus dalam sekejap berubah menjadi tumpukan mayat pasukan kedua belah pihak dan pasukan monster.
Dan luar biasanya dimenangkan oleh kubu yang dipastikan akan kalah, karena kalah jumlah pasukan.
Taktik, strategi, penipuan, berkhianat, dan apapun itu digunakan oleh orang-orang Guniere sehingga mereka memenangkan pertempuran itu.
Sayangnya lima tahun setelah kemenangan itu kerajaan Guniere diduga dikutuk sehingga bayi yang baru lahir akan menghembuskan nafasnya.
Serta terjadi wabah penyakit mematikan yang membunuh sebagian penduduk yang menghuni wilayah Guniere.
__ADS_1
Lambat laun kerajaan itu runtuh dan dilupakan beribu-ribu tahun lamanya melewati berbagai peradaban dan sejarah sejarah yang mengguncang dunia.