
Menyadari akan kemungkinan kecil yang berakibat fatal bagi rekannya, Ternad mencoba memberitahukan hal tersebut sebelum terlambat.
Slash...
Namun pengulangan waktu berserta cara Garru memuaskan dendamnya membuat dirinya lupa akan keberadaan disekitar, selain Hyun Wo musuhnya.
Sebuah tebasan dari jarak jauh Hyun Wo lakukan dikala jeda dirinya terbunuh, memanfaatkan celah tersebut untuk melakukan perlawanan.
Perlawanan itu berbuah manis, mampu mengenai tubuh Garru yang tak dapat terlihat terbelah menjadi beberapa bagian.
Keadaan tersebut pula dialami oleh tubuh lainnya.
Serangan Hyun Wo barusan sejatinya adalah sebuah tebasan melingkar searah jarum jam.
Dimana setiap serangan mengisi setiap ruang tempat dirinya berada, dan serangan itu dalam waktu lambat membentuk sebuah Kuba berisi serangan pedang yang melesat secara konstan.
Bahkan serangan yang tak dapat dihindari itu membunuh Ternad sekaligus didalam berbagai dimensi itu.
Sudah Hyun Wo perkiraan hasil akhir dari pertarungan ini, sebelum pertarungan tiga lawan satu terjadi. Ia bahkan menebak siapa dari keempat monster itu yang akan menjadi lawannya.
Memprediksi pula dirinya akan berada diruang asing dari kemampuan dimensi milik Garru.
[Pemberitahuan sistem]
"Bagaimana bisa tuan memiliki rencana yang sangat luar biasa itu, saya sekali lagi dibuat tercengang oleh hasil akhir ini?!"
"Tentu aku melakukannya dengan hati-hati dan juga waspada terhadap faktor kegagalan, karena hasil akhir dari pertarungan ini sebenarnya hanyalah sebatas sisi koin! Yang hanya ada kemenangan dan kegagalan."
"Jadi tuan belum seratus persen nyakin jika rencana tuan yang dipersiapkan sejak awal akan berhasil dengan sempurna, dan benar-benar membawa kemenangan?"
"Benar. Itulah sebabnya aku meminta bantuan kepadamu untuk mengucap suatu kata, sebagai kode, guna mengingatkan diriku dari rasa sakit tak ada habisnya itu!"
"Jadi tuan... merasakan seluruh rasa sakit itu!?"
"Begitulah. Efeknya pun masih aku rasakan dalam pikiran."
Saat Hyun Wo berada diantara dua ruang, ruang sistem dan realita dari dimensi Roog. Luxia sistem menyangka jika usernya "Hyun Wo" tidak merasakan siksaan dari pengulangan kematiannya.
Lantaran wajah Hyun Wo diketahui olehnya seperti berpura-pura menahan rasa sakit.
Lalu alasan mengapa tebasan pada celah lawannya barusan sangat mematikan adalah pasif unik dari Devil sword.
Pasif unik yang aktif di level tertentu, hampir mirip dengan pasif blood sword.
Yaitu menyerap darah lawan atau pengguna menjaga damage pedang hingga tanpa batas, berskala darah yang diserap.
Semakin banyak darah yang diserap semakin meningkat pula damage dari tebasan Devil sword saat digunakan.
__ADS_1
Terbukti saat Hyun Wo terbunuh ratusan, ribuan, bahkan sampai jutaan kali dalam berbagai dimensi dan pengulangan waktu.
Tanpa sadar pasif Devil sword tak terpengaruhi oleh waktu, sehingga ketika darah Hyun Wo yang berasal dari banyaknya cara dia terbunuh terserap berulang kali.
Hingga mencapai batas damage yang diperlukan untuk membelah bulan di luar angkasa dari bumi.
Dimensi yang bergabung inipun hancur dan mulai lenyap lantaran penggunanya terbunuh.
Deg.
Hyun Wo kembali ke tempat sebelum sekitaran berubah, waktu pun kembali seperti semula.
Garru, Roog, dan Ternad terlihat belum memulai penyerangan. Lalu di detik berikutnya mereka bertiga lenyap, dan Hyun Wo mulai melupakan sesuatu tentang mereka berserta pertarungan didalam dimensi.
[Pemberitahuan sistem]
"Bangun Hyun Wo!!"
Sebuah kode dari Luxia sistem kembali dikatakan, yang sebelumnya pernah diucapkan atas perintah Hyun Wo dikala kematian hampir tak berujung dialami olehnya.
. . . .
Spontan Hyun Wo langsung mengingat kembali ingatan sebelumnya.
Berbeda dengan mereka yang pernah mengenal ketiga monster itu, ingatan mereka tentang Garru, Roog, dan Ternad terhapus.
Di ruang sistem Hyun Wo mengobati diri dari efek kematian yang menyerang otak dan pikirkannya.
Diperkirakan kematian yang Hyun Wo dapati saat mengalami kematian berulang sekitar sembilan ratus delapan puluh enam juta kematian.
Meskipun semua kembali normal, namun ada akibat pasti dari menolak pelupaan yang harusnya Hyun Wo alami.
Tap.. tap..
Hyun Wo mulai kehilangan keseimbangan, hingga tubuhnya dibuat tak sadarkan diri dan...
Grep.
Tak disangka seorang perempuan cantik bergaun pink dengan wangi khas yang selama ini Hyun Wo cari, sampai sampai menjadi misteri dunia atas pemikirannya. Menangkap tubuh Hyun Wo dari belakang.
Saat ini pandangan mata Hyun Wo mulai kabur dan pikiran tentang banyaknya rasa sakit akan kematiannya didalam dimensi itu terus menghantui.
Indera penglihatan maupun pendengaran pun tak dapat berfungsi untuk sekarang ini, terkecuali indera penciuman yang masih aktif Hyun Wo rasakan terhadap sekitaran.
Detik ini Hyun Wo mengenali bau harum khas yang selama ini ia cari siapa pemiliknya.
Sayangnya ada semacam penghalang yang membuat Hyun Wo tak dapat melihat asal bau harum itu. Sebab, pandangannya masih kabur.
__ADS_1
Momen dimana Hyun Wo dalam keadaan tanpa pengawasan karena terlihat seperti orang yang sekarat.
Dimanfaatkan oleh monster-monster lain yang mengincar dirinya, mereka berbondong-bondong datang menuju ke arah keberadaan Hyun Wo.
Yang kini dalam keadaan mematung sambil berdiri.
"Hahahaha... kita akan mendapatkan pangkat dan peringkat tinggi jika membawanya dihadapan tetua!!" ucap salah satu monster dikala dirinya hampir dekat dengan Hyun Wo.
Slash... ×78
"Energi pemberat tubuh!"
Wuug.
Bruk ×78
Sekejap para monster terbunuh tanpa mereka sadari. Detik berikutnya pun tubuh monster monster itu tertarik oleh gravitasi yang menekan.
Hal itu sebabnya oleh Hyun Wo yang menyadari dirinya sedang didekati oleh para monster. Nalurinya mulai aktif kembali dengan kesadaran yang hampir pulih.
Dan disaat mengetahui para monster hampir dekat dengannya berserta serangan yang sekiranya tak sampai membunuh. Hyun Wo bereaksi cepat dalam sekali bergerak bersamaan dengan tebasan melingkar.
Mirip seperti serangan saat dirinya berada di dalam dimensi, namun terdapat perbedaan pada damage.
Tak sekuat sewaktu Hyun Wo terperangkap dalam dimensi saat pedang Devil sword mencapai damage tingkat tinggi.
Saat pengguna kekuatan dimensi itu terbunuh damage dari Devil sword kembali ke waktu sebelum Hyun Wo menyerap darah dari jutaan kematiannya.
Namun serangan melingkar itu mampu membunuh tujuh puluh delapan monster dalam sekali serang.
"Akhirnya aku dapat kembali menghirup udara segar, meskipun area ini sudah menjadi gersang sekarang."
Melihat sekitaran Hyun Wo dapat mengetahui perang sedang berlangsung.
Dari jauh ia juga melihat para pasukan monster musang satu persatu terbunuh oleh pihak musuh.
Dan pihak musuh yang terbunuh oleh ketua monster musang.
Sedangkan Myru salah satu dari keempat pemimpin pasukan monster baru saja terbunuh dengan cara mengerikan.
Disaksikan oleh para monster lainnya hingga membuat mereka terdiam sampai lengah dan terbunuh.
Bahkan sebagian dari mereka lagi trauma lantaran diri mereka sendiri merasa sebagai monster belum pernah melakukan pembunuhan sekeji itu.
Tak lain hal itu dilakukan oleh diri tiruan Hyun Wo.
"Hahahaha sekarang giliran kalian yang akan mati!!"
__ADS_1