Luxia System

Luxia System
Mencari Informasi


__ADS_3

Ada gadis yang sedang berteduh dibawah pohon di tengah guyuran hujan duduk seorang diri. Saat dia melihat dua orang berpenampilan menarik membuat dirinya terkejut hingga dia cepat-cepat membuka payung dari genggamannya dan bergegas pergi.


Meskipun dirinya harus basah kuyup karena guyuran hujan tidak membuat langkahnya terhenti di tengah jalan.


"Akhirnya aku dapat membelikan makanan buat nenek..." ucapnya dengan wajah berseri-seri.


Tap! tap! tap!


"Tunggu!"


Mendengar ada yang memanggilnya Hyun Wo lalu menghentikan langkah dan memalingkan wajah ke sumber suara.


"Hosh...hosh... tuan mau menyewa jasa payung ku?" ucapnya dengan nafas tersengal sembari mendongakkan wajah yang sebelumnya tertunduk setelah lari menuju kemari.


"Maaf, aku tidak memerlukannya, liat."


Gadis berumur 18 tahun itu terkejut bukan main karena melihat air hujan yang tidak membasahi kedua orang didepannya.


Melihat ekspresi wajah gadis berambut cokelat berubah dalam sekejap membuat Hyun Wo agak kasihan kepadanya, setelah memahami apa yang dilakukan gadis sepertinya di tengah guyuran hujan ia pun segera merogoh saku bajunya.


"Ini. Aku ada sedikit uang untukmu, terimalah."


Hyun Wo menyodorkan sebuah kantung kecil berisi koin didalamnya dan memberikannya secara cuma-cuma kepada gadis tersebut.


"Tidak tidak, aku tidak bisa menerimanya. Ini terlalu banyak tuan!" tolaknya tak mau menerima.


Hyun Wo terkejut melihat ekspresi tulus di wajah gadis manis berpakaian lusuh yang menolak ketika diberi uang.


"Hmm kalau aku tetap memaksanya untuk menerima uang ini, dia pasti kekeh tidak mau menerima. Padahal jelas sekali dia sedang membutuhkan uang, sebelumnya aku melihatnya tengah duduk dibawah pohon," pikir Hyun dalam hati.


Gadis tersebut mengingatkan Hyun Wo pada kehidupannya yang lalu, bahkan dari pakaian yang dikenakannya terlihat lusuh dan sudah seharusnya diganti dengan pakaian baru.


Terlintas dipikiran Hyun Wo, sebuah cara agar gadis tersebut tidak menolak uang pemberian darinya.

__ADS_1


"Bisakah kita berbicara diseberang sana, aku rasa kamu akan sakit jika terus-terusan terkena air hujan," pinta Hyun sambil menunjuk ke sebuah toko tak jauh dari tempatnya.


Gadis itu mengangguk lalu mengikuti Hyun Wo berserta Liliana yang sejak tadi diam namun sepertinya memahami situasi.


Toko tersebut lumayan besar ketika Hyun Wo, Liliana, dan gadis itu masuki mereka lalu duduk pada sebuah meja terbuat dari kayu, sebelum masuk pun ia disambut hangat oleh si empunya toko.


Sayangnya di bagian terakhir saat gadis tersebut lewat dia mendapati tatapan tajam yang tidak diketahui oleh Hyun Wo dan juga Liliana.


"Jadi tempat ini bukan toko, tapi semacam tempat makan bergaya kuno di era ini," gumam Hyun dalam hati sambil melirik sekitaran tempat ini.


Didalam tempat makan ini lumayan ramai karena ada tiga tamu yang sedang menyantap hidangan dengan lahapnya. Tidak terlalu memperdulikan kedatangan tamu yang baru saja masuk.


"Kamu pesan saja makanan apa yang kamu mau, selagi pesanan disiapkan kamu mandilah dulu disini dan ganti pakaianmu," pinta Hyun.


"Aku terlalu merepotkan ka..."


"Tidak usah sungkan, panggil saja aku Hyun dan istriku Lia."


Tap! tap!


"Tidak, bukan kami yang membutuhkannya, tapi gadis ini. Bawalah dia pergi ketempat pemandian dan beri dia baju ganti sesuai ukurannya, dia ini temanku," jelas Hyun ramah.


Kedua pelayanan tersebut menyanggupi permintaan Hyun Wo dan langsung mengantarkan gadis tersebut menuju tempat pemandian.


"Hyun... kamu lupa memberinya kesempatan memilih apa yang ada di menu," kata Liliana.


"Oh iya, untungnya kamu mengingatkan aku. Kita pilihan kan saja dia menu yang ada disini, aku serahkan hal ini kepadamu Lia. Aku sebutkan menunya saja."


"Daging kambing asap, paha rusa, masakan sayuran, sup kari ayam, roti plem, ikan gulung daun, telur dan daging ayam bakar, lalu..."


"Itu saja, pesankan dia telur dan ayam bakar serta ikan gulung daun," saran Liliana.


"Oke, pelayanan ini pesanan kami," sahut Hyun sembari melambai kepada pelayan yang sedang melayani tamu lain.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu menunggu kedatangan gadis itu, tak lama kemudian dia datang bersama dua orang pelayan wanita yang mengantarnya kembali.


Pakaian gadis tersebut sudah diganti dengan yang baru bahkan dia didandani dan diberi make up. Gaun panjang berwarna coklat dipadukan dengan warna hitam yang indah cocok sekali saat dia mengenakannya.


Hyun Wo sendiri bahkan terkejut melihat penampilan gadis yang berdiri di depannya kini penampilan gadis tersebut berbeda sekali saat dia berjumpa dengannya di awal.


Tidak membuang waktu lagi, Hyun Wo langsung menjelaskan maksud kedatangannya ke tempat ini kepada gadis tersebut ketika dia sudah duduk berhadapan dengan Hyun Wo dan Liliana.


"Sebenarnya aku dan istriku mempunyai maksud lain datang ke desa seberang ini selain mencari tempat tinggal sementara, kami sendiri dari desa sebelah."


"Ah.. em, maaf aku terkejut tuan. Setahuku desa sebelah sudah dimusnahkan oleh sekelompok monster terbang dua hari yang lalu dan merenggut banyak nyawa penduduk desa, katanya menurut kabar yang beredar para penduduk tidak ada yang selamat satupun. Itulah mengapa aku terkejut saat tuan mengatakan berasal dari desa sebelah."


"Hmm, sudah tersebar luas ya. Oh ya, Panggil saja aku Hyun jangan tuan, aku tidak setua yang kamu kira."


"Emm iya Hyun..." dia mengucapkannya malu-malu serta wajahnya terlihat merah merona seraya menundukkan wajahnya sedikit.


[Pemberitahuan sistem]


Seluruh penduduk desa Vilyt mengetahui penyerangan monster bersayap dua hari yang lalu.


"Ada yang aneh menurutku, dihari kejadian itu terjadi. Seperti desa Vilyt yang tidak kena sasaran serangan monster bersayap pada hari itu. Seakan-akan desa ini bukan target para monster itu."


"Ada alasan mengapa desa Vilyt tidak diserang oleh para monster bersayap tuan, bahkan dua hari yang lalu harusnya desa ini mengalami nasib yang sama. Namun desa Vilyt memiliki pelindung area tidak terlihat, berguna untuk melindungi desa dari bahaya luar. Bisa juga untuk menahan berbagai macam sihir, kekuatan supranatural, dan magis!"


"Sebegitu luar biasanya pelindung desa ini, memangnya para monster dua hari yang lalu tidak bisa memasuki wilayah desa, bukannya pelindung desa tersebut tahan akan serangan saja?"


"Informasi tambahan, pelindung desa tersebut juga bisa menangkal para monster untuk masuk. Dan sama sekali tidak bisa di tembus, kecuali monster tingkat tertinggi."


Hyun Wo segera menuntaskan kebersamaan makannya lalu bertanya-tanya tentang desa kepada gadis bernama Sayuri.


Masih kekurangan informasi mengenai desa Hyun Wo pun berniat untuk bertanya pada pemilik rumah makan hingga mengajaknya berbicara empat mata pada ruangan tertutup.


"Yang saya tahu dulu ada ras elf dijadikan sesembahan pada peri pelindung sebagai jaminan tanah di desa ini supaya subur serta alasan lain mengenai masalah desa. Entah kenapa setelah hari dimana sesembahan berakhir turun hujan keesokan harinya, anehnya hujan hari itu tidak pernah reda sampai saat ini!" jelas pemilik rumah makan.

__ADS_1


__ADS_2