Luxia System

Luxia System
Monster Dalam Bayang-bayang


__ADS_3

Usai berkemas mereka lalu berpisah dengan para warga yang antuasias sekali ingin mengantarkan mereka yang akan pergi.


Hadiah dan berbagai macam pemberian menyertai jalannya kereta kuda yang sedang Hyun Wo dan keempat perempuan itu naiki.


Tak lepas dari sorak-sorak terdengar menyebut kata "pahlawan selamat jalan semoga langkahmu diiringi dengan keselamatan dan keberkahan" dan masih banyak kata yang mereka ucapkan.


Sebelumnya pun Hyun Wo belum kehilangan tempat penginapan itu yang sudah menjadi miliknya, pemilik penginapan berkata akan selalu menjaga tempat kediaman itu sampai kapanpun. Hingga Hyun Wo kembali.


Momo terlihat asyik memungut pemberian itu dari tangan para warga dari dalam kereta kuda yang berjalan lambat itu.


Sementara Hyun Wo dan Amaryllis serta Liliana berjalan di luar sembari menyapa para warga.


Berbeda dengan Sayuri yang masih sibuk merajut jubah yang akan dikenakan oleh Hyun Wo sebagai penganti.


Sebelum perjalanan berlangsung Hyun Wo sudah memberitahu keempat perempuan itu akan tujuan selanjutnya.


Yaitu desa Hawl terletak jauh dari desa ini hanya saja berita dari desa itu sering terdengar sampai kemari, dikarenakan informasi dari orang yang mampir untuk sekedar singgah.


Diketahui mereka adalah para petualang, assassin, dan sebutan lainnya yang berasal dari guild desa ini.


"Padahal sore hari, tapi mereka antusias sekali ya mengantarkan kita hingga keluar dari batas wilayah negara ini, walaupun jumlah mereka seiring pengantaran ini terus berkurang," gumam Hyun sudah berada di dalam kereta kuda.


Dan kereta kuda tersebut memiliki semacam sihir yang mana jika seseorang masuk kedalamnya, ruangan yang terlihat kecil dari luar akan terasa berbeda.


Didalamnya pun lumayan luas cukup untuk tujuh orang.


"Itu karena dirimu Hyun, yang telah membuat mereka mengerti hakikat seorang pahlawan yang sebenarnya. Jujur saja, aku dulu pernah berkeinginan untuk menjadi seorang pahlawan. Tapi seiring waktu aku merasa hal itu tidaklah cocok untukku, aku lebih memilih untuk menjadi pendamping hidup seseorang yang serba bisa dalam segala hal!" sahut Amaryllis sempat mendengar gumaman Hyun.


Dirinya bahkan mengatakan curahan hati tentang keinginannya sendari kecil yang hilang termakan waktu.


Menurut Hyun Wo seseorang bebas menentukan jalan hidupnya masing-masing asal tidak terlibat dengan kejahatan apapun.


Karena akan bertentangan dengan mimpi dan harapan itu sendiri, kecuali bagi mereka yang memilih jalan hidupnya berlawanan dengan norma. Akan ada jalan hidup orang lain berniat untuk menentangnya.


"Jadi kamu mau mengikuti ku sampai kapanpun, hingga dirimu menemukan takdir berkenaan dengan pasangan hidupmu, Mary?" tanya Hyun.


"Untuk sekarang aku tidak bisa menjawabnya, kamu tahu bukan, aku ini sangat mencintaimu!"


"Ya, aku mengetahuinya. Hanya saja ada kemungkinan dimana harapanmu tidak sesuai seperti yang kamu inginkan, lalu jika itu terjadi bagaimana dirimu menyikapinya?"


"Perkataanmu seperti kelak tidak akan memilih ku sebagai pendamping hidup, Hyun. Dan caraku menyikapinya adalah... Rahasia!"

__ADS_1


"Seperti yang kuduga."


Dalam ruangan sistem Luxia menyarankan agar Hyun Wo, ketika sampai disana menyisir area-area berpotensi muncul monster itu.


Dan Hyun Wo sendiri mengatasinya dengan menggunakan hewan-hewan summom sebagai penjaga.


"Rencana ku kali ini adalah melawan monster itu di gelapnya malam."


"Bukannya itu terlalu cepat tuan, bahkan perjalanan tuan saya prediksi akan sampai di sana tepat jam tujuh malam! lebih baik tuan mengamati pergerakan monster itu terlebih dahulu!"


"Saran yang bagus Luxia, hanya saja diriku sudah mengetahui monster seperti apa yang akan ku lawan itu!"


"Kalau begitu saya harap tuan berhasil mengalahkannya malam ini."


•••


Malam hari jam tujuh malam, desa Hawl.


Terlihat para penduduk desa yang tengah berjaga-jaga didepan rumahnya.


Mereka tidak terlalu memperhatikan kereta kuda yang kini melewati rumah-rumah mereka, karena terlihat biasa-biasa saja.


Hyun Wo sengaja menyuruh Amaryllis untuk mengubah kereta ini menjadi kereta kuda yang nampak tua.


Bahkan Hyun Wo menyarankan agar mereka berempat mengubah pakaiannya agar selaras dengan penduduk desa.


Sebab, kabar terbaru mengatakan desa hawl menolak untuk menerima tamu dari luar sampai beberapa hari kedepan.


Kabar lain yang Hyun Wo dapatkan saat dalam perjalanan dan singgah sebentar di sebuah guild. Mengatakan para pahlawan dan orang-orang terpilih paling banyak berasal dari guild, sudah cukup dikirim kesan untuk membunuh monster dalam bayang-bayang itu.


Hanya saja Hyun Wo berhasil melewati pengamanan desa Hawl yang ketat karena dirinya menunjukkan lencana khusus.


"Hyun kami bantu ikut berjaga ya!" ucap keempat perempuan itu serentak, padahal sebelumnya telah Hyun larang dengan dalih agar tidak menimbulkan kecurigaan.


"Baiklah, tapi jangan terlalu jauh. Aku akan memilih tempat kalian berjaga!"


"Yaa!!"


"Mereka ini sangat kompak jika waktunya."


Empat titik yang katanya rawan menjadi tempat berjaga keempat perempuan itu, sedangkan Hyun Wo yang tengah mengubah tampilannya seperti seorang gelandang berjalan di gelapnya jalanan sepi.

__ADS_1


Bekas ditemukannya lima puluh tujuh orang yang sudah tak bernyawa, dengan tubuh tanpa darah sama sekali.


Tang...


Jam besar berbunyi menandakan waktu menunjukkan sebelas malam. Sampai sekarang pun Hyun Wo belum menemukan kecurigaan yang mengarah pada monster itu.


Hingga membuatnya bosan dan kini memakan roti sembari bersandar melihat bulan purnama.


"Hmm, aku.. tidak ta-hu hari ini akan ada purnama. Jadi malam ini tidak gelap seperti biasanya," gumamnya masih asyik memakan roti.


Stare...


"Huh? Apa yang kalian inginkan? Roti ini ya, baiklah, kalian ambil saja. Aku masih punya banyak!" ujar Hyun saat dirinya merasakan ada seseorang yang mengamati dirinya. Setelah menoleh dan mengedarkan pandang ia mendapati seseorang dengan baju compang camping. Sementara dua orang lain memilih untuk pergi.


Seseorang itu tengah berdiri di area gelap yang tak kena cahaya purnama.


Orang itu diam saja saat Hyun Wo tawarkan sekantung kecil roti, membuat dirinya mengerutkan dahi.


Tap.. tap.. tap..


Pada akhirnya orang itu keluar dari tempatnya kemudian menghampiri Hyun Wo dengan tatapan mata kosong, selang beberapa waktu perubahan terjadi pada dirinya.


"Arg!!!"


"Tunggu, lawanku bukan manusia serigala!" ucap Hyun sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal, saat orang itu sudah berubah menjadi serigala yang dapat berdiri tegak dengan kuku tajam dan raut wajah buas.


Serta warna darah dan sesuatu yang menancap pada tubuhnya menghiasi penampilannya sekarang ini, hanya saja Hyun bergeming bukan karena takut.


Dirinya tengah memikirkan bagaimana vampir berteman akrab dengan manusia serigala, atau hal ini cuma kebetulan.


Swosh...


Swosh...


Swosh...


Serigala itu mulai menyerang saat Hyun Wo masih memikirkannya, dan serangan barusan mampu Hyun Wo hindari dengan elegan.


Meskipun serangan barusan begitu cepat dan mematikan.


Dreg..

__ADS_1


Satu tangan serigala itu membesar disertai kuku panjang yang semakin tajam.


Brak!!!


__ADS_2