
Amaryllis kini terkepung oleh beberapa monster Lust yang kini baru terlihat lagi.
Sihir penghilang hawa n*fsu yang dia gunakan sebelumnya pun sudah mencapai batasannya dan butuh waktu beberapa saat agar kembali aktif.
Saat ini Amaryllis berusaha untuk menahan gangguan dalam dirinya dari berbagai perasaan marah, benci, sedih, dan lainnya.
Guna mengurangi gangguan dari kekuatan manipulasi monster Lust yang benar-benar berbahaya.
"Sihir kristal, pedang kristal pembunuh!"
Sebuah pedang yang diselimuti oleh kristal dalam beberapa warna dengan kemampuannya tersendiri. Kini digunakan oleh Amaryllis untuk melawan mereka.
Slash...
Slash...
Slash...
Meskipun telah terbunuh beberapa kali tetap saja monster itu dapat bangkit kembali. Meregenerasi diri dalam waktu singkat hanya dalam hitungan detik.
Sebelumnya adalah serangan kristal berwarna biru dimana jangkauan serangan dari pedang itu dapat menebus hingga kebelakang.
Swosh...
Slash...
Slash...
Slash...
Bagian tubuh mereka berterbangan di udara saat di tebas menggunakan jurus pedang kristal yang dinamakan "crystal blow" jenis serangan tebasan disertai melesatnya kristal berukuran kecil yang mampu memerangkap monster Lust. Menggunakan kristal berwarna hijau.
Swosh...
Jumlah monster Lust kini kian bertambah sebagian lagi membeku dalam kristal, sebagiannya lagi membantu rekannya yang terperangkap. Mereka benar-benar merepotkan dan menyusahkan.
Untuk orang-orang yang diselamatkan tadi Amaryllis melindunginya dalam sebuah ruangan terbuat dari kristal. Tahan akan serangan apapun dari luar selama si pengguna kekuatan tidak kehabisan mana dan menghentikannya. Kemungkinan terburuknya pun tewas.
Lebih menyulitkan lagi Amaryllis harus memikirkan cara untuk terus lolos dari orang-orang yang dalam pengaruh.
"Mereka sudah terpengaruhi.. akan sulit jika aku berbincang dengan mereka agar kesadaran mereka bisa kembali. Misalnya cara itu manjur aku tetap akan kesulitan karena monster Lust lain terus menerus hidup seakan tak ada habisnya! Jumlah mereka pun terus meningkat seiring waktu!" gumam Amaryllis dalam keadaan remang itu sembari bergerak lihai melawan monster Lust sekaligus menghindari serangan yang tertuju padanya.
Amaryllis bertekad tidak akan membunuh manusia itu, yang dalam pengaruh. Diibaratkan seperti mayat hidup.
Beberapa saat kemudian, dirinya sudah mencapai batasannya. Mananya entah mengapa terkuras terlalu banyak disaat genting seperti ini.
Ia lalu tahu bahwa ada seseorang yang memiliki sihir tertentu, dia dapat menyerap mana seseorang dari jauh.
__ADS_1
"Huft.. padahal aku ingin menyelamatkan mereka semua, tapi jika situasinya seperti ini aku dalam keadaan dilema. Dan bisa saja aku terbunuh disini, hmm, aku tidak ingin mati... karena aku masih memiliki harapan untuk menikah suatu hari nanti dan memiliki anak yang lucu dan menggemaskan!" gumam Amaryllis lagi.
"Emm," pengaruh kekuatan monster Lust kini tembus pada pertahanan diri Amaryllis yang sempat goyah.
Perasaan khawatir menyelimuti dirinya hingga tubuhnya bergetar hebat.
Klak.
Bahkan pedang kristal yang ia pegang jatuh ketika tangannya sulit untuk mencengkeram.
"Gawat..!"
"Maafkan aku Hyun.. aku mencintaimu..."
Blarr...
Blarr...
Blarr...
Seisi tempat remang tersebut menjadi terang benderang seketika, hal itu disebabkan oleh kemunculan api yang menjalar dan hanya mengincar monster Lust.
Sementara orang-orang dalam manipulasi sudah diamankan terlebih dahulu menggunakan kekuatan supranatural kegelapan. Sang penyelamat Amaryllis itupun adalah diri tiruan Hyun Wo.
Kedatangannya sangat berharga bagi Amaryllis yang sebelumnya hampir saja terbunuh. Membuatnya menangis haru dalam diam.
"Hei... jangan jadi cengeng begitu, diriku yang asli tidak menyukai perempuan yang terlalu lembek. Jika dia tahu maka dirimu akan disuruh untuk tidak mengikuti dirinya lagi!" ucap Hyun dengan senyuman licik tertutupi oleh telapak tangannya.
Mendengar hal itu langsung saja membuat Amaryllis mengusap air matanya. Dia kemudian meneguhkan hati agar tak terpengaruh oleh kekuatan monster Lust.
"Arggh!!"
"Argh!!!"
Sebenarnya, sebelumnya pun suara teriakan keras, melengking, bahkan tidak ada henti-hentinya terdengar.
Monster Lust yang terkena api biru tadi meleleh secara perlahan. Dan tak dapat meregenerasi diri lagi.
Api itu lalu menghilang dalam sekejap, tempat ini pun menjadi gelap gulita lantaran kegelapan Hyun Wo ciptakan pada setiap ruang yang terdapat di gua ini. Dengan cara menghancurkan sumber cahaya.
"Hahahaha," tawa kemenangan Hyun menggema.
Sementara Amaryllis dan beberapa orang yang kesadarannya mulai kembali merasakan beberapa dampak dalam kegelapan pekat ini.
•••
Pertarungan antar keduanya pun berlangsung sengit, Hyun Wo melawan ketua monster Lust yang dibilang setara dengan kekuatan beberapa monster level tinggi.
__ADS_1
Jurus sebelumnya bahkan mampu membelah daratan sedalam 10 meter hanya dengan ayunan tangan saja.
Hyun Wo merasa sangat bersalah lantaran kerusakan yang ditimbulkan oleh pertarungan ini begitu berdampak pada alam. Dan bisa saja mempengaruhi siklus hidup hewan-hewan.
Sebab, area sepanjang 500 meter masih kurang sebagai arena bagi Hyun Wo maupun ketua monster Lust bertarung.
Dan malah merambat pada wilayah hijau yang sebelumnya dalam keadaan baik-baik saja.
Di dalam ruang sistem.
"Luxia, apa ada item khusus yang mampu mengembalikan kondisi alam pasca aku mengalahkan monster itu?"
"Ada tuan. Sebuah item langka, yang dapat mengembalikan barang-barang atau sesuatu seperti asalnya!"
"Kalau begitu aku simpan item itu untuk aku beli nanti, sementara ini aku harus fokus guna mengalahkan monster itu secepatnya agar tidak merusak lebih banyak lagi lingkungan dan menyebabkan lebih banyak kerusakan!"
Bugh!
Sebuah anomali dirasakan oleh Hyun Wo saat ini tubuhnya mendadak seperti dipukuli oleh banyak orang sekaligus. Mengincar bagian tubuh seperti perut dan sekitarnya
Tidak ada efek fisik yang dapat dilihat, namun rasa sakit itu menganggu dirinya saat bertarung. Bahkan sampai tak fokus hingga terkena pukulan ketua monster Lust lagi.
"Hehe.."
Dash...
Dash...
Bugh!
Bugh!
Kini yang dirasakan oleh Hyun Wo adalah tendangan begitu kuat tertuju pada perutnya.
Drag.
Wosh...
Brakk!!
Momen tertentu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh monster itu hingga membuat Hyun Wo jatuh setelah menerima serangan pada punggungnya. Dikala rasa pada tubuhnya terasa begitu menyakitkan.
Monster itu sepertinya tidak menyerang Hyun Wo dia malah menunggu ketika dirinya melayang di udara, sementara lawannya berada di dalam tanah ber-meter-meter jauhnya.
"Pasukan cadangan didalam sana sepertinya sudah terbunuh, dasar anak itu. Dia rupanya dapat membelah diri sama sepertiku!" ucap ketua monster Lust sambil berdecak kesal.
Brakkk!
__ADS_1
"Huh??"