
Hyun Wo tidak mengetahui jika susu yang ia minum sampai tandas adalah susu perah terbaik dan sangat langka.
Berusia hampir ratusan tahun namun masih segar seperti pertama kali di ambil, Momo dapatkan dari seorang pendagang keliling sewaktu membeli jajanan di pasar.
Usai minum dan melihat wajah Momo agak memerah membuat Hyun Wo bertanya-tanya bahwa susu yang ia minum adalah pemberian darinya, bukan kebetulan.
"Kamu memang berhati baik Momo, membantu pendagang itu, aku salut padamu."
Tentu saja ucapan Hyun Wo barusan berefek pada diri Momo dia sangat senang sampai-sampai menutupi wajahnya.
"Hei... ada apa, apa kamu baik-baik saja Momo?"
"Emm... aku baik-baik saja, dalam keadaan baik..."
•••
Keluar dari wilayah kerajaan Guniere mereka berempat bergegas pergi menuju tempat pemandian untuk membersihkan badan dari keringat dan bekas noda darah akibat mengalahkan monster-monster.
Kereta kuda yang sebelumnya Hyun Wo tinggalkan masih terlindungi dan dalam keadaan baik-baik saja. Namun...
"Eh, ada bekas jejak kaki dan cakaran di tanah. Mungkin ada monster yang berusaha menghancurkan pelindung ini Hyun!" ujar Liliana menemukan keganjilan disekitar tempat kereta kuda.
"Hmm, sepertinya begitu. Untungnya aku memperkuat pelindung ini berlapis-lapis."
"Ya sih, tapi apa mungkin bisa sekuat itu Hyun, pelindung kamu. Aku menyimpulkan ada sepuluh lebih monster yang mencoba merusak pelindung ini!"
"Sangat kuat. Buktinya tidak tertembus kan?"
"Em, aku cuma penasaran aja kamu bisa sekuat ini sekarang, dulu kamu polos lho. Beda sama sekarang, bisa jadi calon suami idaman di masa depan!" ucap Liliana begitu memperhatikan Hyun dari waktu ke waktu, mengingatkan padanya lagi masa lalunya. Ketika masih lemah dan selalu saja Liliana yang melindunginya.
Bahkan terang-terangan mengatakan Hyun Wo adalah calon suami idaman di masa depan.
Selain membuat Hyun Wo tersipu wajah Momo maupun Sayuri memperlihatkan kesetujuan.
"... itu karena aku rajin berlatih sekarang, dan kamu juga tidak ada yang berubah dari dulu. Suka sekali menggoda diriku," sahut Hyun dengan balasan serupa pula menyamakan pribadi Liliana di masa lalu dengan yang sekarang.
Liliana lalu memasang wajah cemberut kemudian memalingkan wajahnya.
Masuk kedalam kereta kuda setelah pelindung sudah Hyun Wo hilangkan mereka lanjut berbincang-bincang dalam perjalanan.
Tidak lupa pula melihat area luar ketika memasuki pedesaan untuk menemukan tempat yang akan di singgahi.
"Oh ya, tujuan selanjutnya kita kemana lagi Hyun? Aku menantikannya," tanya Liliana dengan suara kecil lantaran Momo tengah tertidur pulas setelah makan sedikit kudapan. Tapi sedikit itu baginya, aslinya dia makan banyak.
__ADS_1
Sedangkan saat ini Sayuri menjadi pendengar diantara mereka berdua dan hanya ikut nimbrung saja.
"Aku belum menentukannya sekarang Lia, ada banyak tempat-tempat yang akan kita datangi nantinya. Sebelumnya setiap aku berada di wilayah berbeda, entah desa maupun Colosseum sekalipun. Sebenarnya aku sudah melakukan kerjasama dengan orang-orang tertentu, maupun memberikan mereka sesuatu yang bermanfaat!"
"Eh, apa itu?"
"Salah satunya pengelompokan monster-monster pada tingkat tingkatan tertentu."
[Pemberitahuan sistem]
"Saya menemukan tempat pemandian di depan sana tuan, tertutupi oleh rumah warga, lebih tepatnya di belakangnya!"
"Terimakasih informasinya Luxia, tapi apa tempatnya strategis?"
"Aman tuan, tidak usah khawatir. Pemandian itu juga ramai dikunjungi karena pelayanannya sangat baik."
Sampai di titik tempat tujuan mereka lalu turun dari kereta kuda dan harus berjalan kaki menuju pemandian itu. Lantaran posisinya dikepung oleh rumah-rumah penduduk.
Untuk kereta kuda Hyun Wo titipkan pada seseorang yang dipercayainya.
Baru saja masuk mereka langsung saja di sambut hangat, meskipun terlihat kotor pada pakaian yang dikenakan.
Tidak semua orang berpikiran sama malahan ada yang menatap sinis Hyun Wo dan ketiga perempuan itu.
Dengan kekuatan supranatural miliknya tanpa disadari oleh siapapun Hyun Wo membuat laki-laki itu tidak bergerak.
"Silahkan ikuti saya tuan!" ucap pria berpakaian rapi kepada Hyun dengan senyum ramah.
Sementara ketiga perempuan itu terpisah dan sama-sama dengan pelayanan VIP diantar oleh seorang wanita cantik.
"Aku mau membantu Hyun, jadi aku ikut sama dia!" ujar Liliana sembari mendekati Hyun dan memeluk erat satu tangannya.
Melihat sesuatu yang harusnya tidak Hyun Wo lihat membuatnya memalingkan wajah saat Liliana memegangi tangannya di sebelah dada.
Melihat kondisi tersebut Momo langsung saja mengikuti jejak Liliana beralasan mau membantu, alasan sama namun teknik merayunya berbeda.
Dengan wajah berharap dan memelas padahal hanya urusan sepele.
Sayuri pun tak mau kalah, melihat keadaannya sekarang ini jauh dari mereka membuatnya ikut-ikutan ingin membantu Hyun Wo.
"Tidak apa-apa kan Hyun?" ucap ketiga perempuan itu serentak.
"Sebenarnya... aku maunya sendiri, dan kalian pasti..." ucap Hyun sempat terhenti saat melihat raut ketiganya memaksa.
__ADS_1
Akhirnya dengan berat hati Hyun Wo mengijinkan mereka.
Beberapa menit kemudian, ketika mereka selesai membersihkan badan dan Hyun Wo berada berendam di kolam hangat.
Ketiga perempuan itu masih melakukan tindakan yang katanya membantu padahal berlomba-lomba membuat Hyun Wo terkesan.
Selanjutnya perempuan itu berlomba-lomba memasakkan sesuatu untuk Hyun Wo di pelopori oleh perkataan Liliana.
Setelah keluar dari tempat pemandian dan mencari penginapan sementara.
Disela-sela kesibukan mereka berkutat di dapur Hyun Wo menggunakan waktu tersebut untuk berlatih di kamar.
Usai berlatih menghabiskan beberapa menit Hyun Wo bertanya kepada Luxia tentang Quest selanjutnya.
Di dapur.
"Kamu mau memasak apa Lia?" tanya Momo sembari mendekati Lia yang tengah memotong-motong sayuran.
"Aku mau memasak sup kesehatan agar Hyun sehat dan kuat hehe.."
Dibandingkan Momo dan Liliana yang tengah berbincang mengenai masakan yang akan mereka buat, Sayuri berinisiatif membuat masakan dengan resep spesial dari neneknya.
Pernah dipraktekan dan hasilnya memuaskan.
Di satu sisi.
Suara langkah kaki terdengar mendekati Hyun Wo yang tengah duduk bersila dengan mata tertutup.
"Kenapa kamu ada disini Amaryllis?" Hyun langsung saja bertanya tujuan Amaryllis kemari ia langsung mengetahui keberadaannya.
"Aku... mau ikut sama kamu berpetualang!"
"Maaf Mary, bukannya kamu bertugas di Colosseum dan sudah menjadi orang penting di sana?" kini Hyun mendekati Amaryllis setelah bangkit lalu menatapnya lekat.
"Tidak. Aku bukan orang penting disana, aku hanya menjadi pengganti sementara orang yang seharusnya berada di posisi itu. Dan setelah dia kembali dari medan perang aku dipaksa menikah dengannya, karena aku tidak mau, dia memaksaku hingga mengharuskan aku lari!"
"Hmm, yakin dengan ucapanmu itu Mary, kamu tidak sedang berbohong kan?"
"Sama sekali tidak, aku serius mengatakan apa yang aku alami."
"Lalu kenapa kamu bisa tahu keberadaan diriku di tempat ini?"
Kini Amaryllis tertegun dia lupa menyiapkan diri untuk pertanyaan itu.
__ADS_1