
"Begitulah, makanya aku terkejut saat kamu hendak pergi kesana. Tempat yang seharusnya segera di tangani dan diburu oleh para petualang dan sebagainya, agar monster itu tidak lagi memakan korban dan berulah lagi!" ujar Sayuri terlihat bersemangat di akhir ucapannya.
"Aku setuju, yang kamu katakan benar Yuri. Hanya saja perjalanan kali ini menuntun diriku untuk mengalahkan monster itu, tapi... jika kamu ragu untuk mengikutinya tak apa, kamu disini saja menunggu kami berdua pulang."
Setelahnya, Sayuri memutuskan untuk tetap ikut meskipun telah diingatkan oleh Hyun Wo tentang bahaya saat mengalahkan monster itu. Sayuri tetap kekeh ingin ikut pada perjalanan selanjutnya menuju Dark forest.
Bahkan Sayuri pun dibuat bersemangat setelah mendengar ucapan Liliana tentang keputusan dirinya yang dari awal sudah memutuskan untuk ikut dengan suaminya menuju Dark forest.
Tak lama kemudian, mereka akhirnya sampai di perbatasan wilayah Dark forest dengan wilayah didalamnya yang nampak jelas berbeda dengan wilayah di luarnya, Dark forest nampak seperti hutan kegelapan yang terkesan menyeramkan.
Sebuah wilayah hutan yang tidak sekalipun terkena sinar matahari yang disebabkan oleh pengaruh pengerakan matahari itu sendiri.
Bahkan hutan ini ditumbuhi oleh tumbuhan berbahaya sebagai pagar. Dan anehnya tumbuhan tersebut akan tetap tumbuh dari tempatnya, meskipun telah dilenyapkan beberapa kali oleh orang-orang yang pernah menginjakkan kaki di hutan ini.
Srak!
Terpaksa Hyun Wo menyerang balik tumbuhan yang hendak mengincarnya secara terang-terangan.
Bruk!
Tumbuhan dengan bentuk aneh memiliki sikap agresif kepada manusia, disebut juga sebagai predator karnivora berbahaya.
Mereka pun melanjutkan lagi perjalanan menuju kastil yang dihuni oleh monster pengubah manusia menjadi zombie, setelah menghabisi tumbuhan berbahaya yang menghadang jalan tadi. Beberapa dari tumbuhan tersebut sudah Hyun Wo habisi.
Kini Liliana tetap tenang sementara Sayuri yang melihat jelas keadaan hutan ini merasa seperti di perhatikan oleh mata yang tak terlihat.
"Aku jadi merinding sekarang," gumam Sayuri mengedarkan pandangan ke sekeliling tempat ini yang kini telah masuk lebih dalam pada wilayah Dark forest.
Suara hewan didalam hutan ini pun tak kalah meramaikan suasana sepi dan mencekam saat ini. Hyun Wo bahkan menemukan jejak kaki seseorang yang ia spekulasi kan pernah datang kemari.
"Jejak kaki ini belum lama terbentuk, kemungkinan mereka ada didepan sana," ujar Hyun sembari menunjuk jejak kaki yang berakhir mengarah kesebuah pohon.
Hingga dirinya bergegas untuk mengikuti jejak kaki tersebut sambil menggandeng tangan Liliana dan Sayuri secara bersamaan.
Berakhir pada sarang berukuran besar, yang Hyu Wo duga adalah sarang lebah raksasa. Beberapa saat Hyun Wo perhatikan, akhirnya si empunya sarang keluar dan langsung menyerang keberadaan ketiga orang manusia dibawah.
Tidak ingin membuang mana Hyun Wo memilih melawan lebah tersebut dengan sepotong kayu kuat yang barusan ia gunakan saat melawan tanaman berbahaya.
Crak!
Liliana yang menyadari bahaya pun ikut membantu diikuti oleh Sayuri yang mengurung beberapa lebah dalam bola air.
Bola air tersebut keluar dari lingkaran sihir dan dengan gesit mengincar para lebah. Yang pada akhirnya mereka berhasil membunuh semua lebah tanpa melepaskan satu ekor pun.
Penasaran dengan isi sarang lebah besar itu, Hyun
Wo melompat lalu memotong sarang lebah tersebut.
Srak!
__ADS_1
Bruk!
Sarang itu jatuh lalu terbelah menjadi dua bagian sehingga mereka bertiga langsung tahu apa yang ada didalamnya.
"Aikh!?" Sayuri langsung menjerit setelah mengetahui isi didalam sarang lebah tersebut. Yaitu dua manusia dalam keadaan tergulung dan dilumuri oleh madu.
"Astaga, lebah-lebah ini sangat kejam!" kata Hyun melototi isi sarang tersebut seraya melirik bangkai lebah yang telah terbunuh.
"Hiks..."
Sayuri menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis histeris. Hingga Hyun Wo harus berusaha keras untuk menenangkan Sayuri sekaligus tangisannya.
Sembari mengajak Sayuri untuk menjauhi tempat para bangkai lebah dan sarangnya tergeletak di tanah.
Berbeda dengan Liliana yang sempat mengangkat mayat korban kekejaman lebah raksasa itu dengan kekuatan supranatural.
Kini Sayuri sudah kembali tenang setelah berbagai cara Hyun Wo lakukan, kemudian dirinya berpesan kepada Liliana untuk berada didekat Sayuri. Karena ia sendiri yang akan memakamkan kedua korban tersebut.
Menggunakan kekuatan supranatural dahan pohon terkelupas hingga membentuk peti yang akan Hyun Wo gunakan untuk menaruh kedua korban.
Kini ia berubah pikiran untuk tidak mengubur kedua korban di tempat ini yang lebih baik diserahkan kepada keluarga korban saja.
Lebih dalam lagi masuk kedalam hutan mereka bertiga melihat para petualang, Hunter, dan berbagai orang dengan lencana berbeda sedang melawan kelelawar.
Sementara beberapa monster level rendah bersamaan terjun meramaikan suasana tersebut.
"Menunduk!" ucap Hyun.
"Hyun, aku menyadari ada yang sedang bertarung melawan monster, dan sepertinya bukan cuma satu orang dan monster saja?"
"Iya Lia, sekarang kita amati dulu mereka."
"Apa kita tidak membantu mereka saja?!" ujar Sayuri.
Sekarang ini monster yang lumayan sulit untuk dikalahkan adalah monster kelelawar yang sangat cepat dalam bergerak. Kemampuan terbangnya bahkan jauh lebih cepat dibandingkan Hunter bersenjata cross bow.
Bugh!
Bugh!
Tiga dari mereka terhempas keras terkena pukulan monster kelelawar berukuran besar tersebut hingga tubuh mereka dapat menghancurkan beberapa pohon dikarenakan pukulan yang sangat kuat barusan.
"Monster itu terlalu kuat, sialan..." ucap petualangan yang kini pingsan setelah berucap.
Petualangan lain pun berusaha melawan monster kelelawar secara bersamaan setelah menggunakan sihirnya dan kembali bangkit dari pukulan keras tadi.
Dash...
Sayangnya sebelum mereka menggunakan kekuatan untuk menyerang balik pada barisan belakang monster kelelawar secara tiba-tiba sudah berada di belakang tiga orang.
__ADS_1
Bagian tajam ujung sayap monster itu pun tertahan oleh Hyun Wo sebelum hendak diarahkan kepada ketiga orang.
"Cepat menjauh!" perintah Hyun Wo dalam keadaannya tersebut.
Lalu ia mundur kebelakang sambil bersiap-siap.
"Kukuku manusia yang akan mati buat apa kau tolong, mereka pantas untuk dibunuh!"
"Dari mananya diriku ini yang seperti monster, aku kan juga manusia?" tanya Hyun Wo mengomentari perkataan monster kelelawar barusan.
"Heeh, dirimu itu aku sebut monster karena mampu mengimbangi kecepatan ku tadi. Sepertinya aku akan melawan lawan yang seimbang kali ini, budak guild!" ucapnya sembari mencibir diakhir ucapan.
Lima orang masih berada tak jauh dari Hyun Wo berniat untuk membantu, sementara yang lain pergi meninggalkan rekan dadakan begitu saja.
"Hyun... aku harap kamu menang melawan monster itu," ucap Sayuri masih di tempat persembunyian bersama dengan Liliana.
Tidak berbasa-basi lagi monster kelelawar bergerak cepat menyerang Hyun Wo pada posisi lurus.
Grep!
"Apa!? Apaan apaan ini?"
Tiruan menyerupai dirinya menahan pukulannya dengan satu tangan dari samping.
Kondisi gelap di wilayah Dark forest memberikan keuntungan tersendiri bagi Hyun Wo untuk menggunakan kekuatan supranatural "kegelapan" sepuasnya.
"Tentu saja itu tiruan dirimu yang akan melawanmu!" sahut Hyun Wo.
Shut!
Bugh!
"Ugh!!"
Kecepatan yang sama dimiliki oleh tubuh asli tiruan tersebut, barusan dengan pergerakan yang cepat pula menghajar monster kelelawar hingga membuatnya terhempas.
Monster itu langsung bangkit sembari menyentuh sebelah pipinya yang terlihat bonyok. Lalu dengan amarah menggebu bergerak lebih cepat dari sebelumnya mengarah pada Hyun Wo si pengendali tiruan dirinya.
Dan sekali lagi dirinya tidak sempat menyentuh Hyun Wo karena sudah di tahan oleh tiruannya yang kini berada tepat didepannya.
Bugh!
"Argh!!"
"Cukup sudah, aku tidak ingin membuang-buang waktu. Pukulan beruntun!"
Bruk!
Seketika monster kelelawar bertubuh besar tersebut tumbang tak berdaya dengan kondisi babak belur. Di hajar habis-habisan dengan 300 pukulan dalam waktu 25 detik.
__ADS_1
Kini tiruan tersebut lenyap setelah berakhirnya pertarungan tersebut.