
"Aku sebenarnya tidak ingin melakukan hal jahat seperti ini, apalagi sudah bertahun-tahun lamanya aku lakukan tanpa kecurigaan sama sekali dari penduduk desa."
Perempuan cantik tersebut terlihat menyesali perbuatannya dengan wajah sedih seraya menoleh kebelakang melihat elf terbelenggu.
Hyun Wo mencoba memikirkan penalaran tentang cerita barusan yang dia dengar dari perempuan tersebut. Yang menurutnya harus dilakukan tindakan demi menyelesaikan masalah secara tuntas.
Berhubungan dengan hujan berkepanjangan dan masa depan penduduk desa jika elf tersebut sudah diselamatkan. Akan ada akibat yang ditimbulkan setelahnya.
"Tadi perempuan ini mengatakan jika dirinya dipaksa oleh orang terkuat dari desa, hmm tapi luar biasanya orang tersebut masih membuat perempuan ini tetap tunduk pada perintah jahatnya, pasti ada sebuah ancaman yang bersifat jangka panjang."
"Atau mungkin saja orang terkuat itu memiliki level diri lebih tinggi darinya."
Hyun Wo menerka-nerka dalam hatinya demi mengeluarkan keputusan dirinya mengenai masa depan desa Vilyt.
Dari awal ia hanya datang ketempat ini lantaran berniat untuk menyelesaikan Quest dan misi dari sistem
Tidak ada niatan lain setelah Quest dan misi tersebut berhasil diselesaikan, kecuali berlatih dan terus berlatih demi menjadi yang terkuat.
Kini keduanya telah Hyun Wo selesaikan namun ia dihadapkan pada situasi mengharuskan dirinya untuk bertindak sesuai keadaan.
"Eh? Kamu mau melepaskan dia dari sihir? Lebih baik kita pikirkan cara lain."
"Ini demi menebus kesalahanku, sekarang ini aku akan mengantikan dirinya!"
"Astaga... Ini yang tidak aku sukai dari perempuan, mereka melakukan suatu tindakan sesuai dengan perasaannya. Padahal jika dia mau berpikir lebih jernih lagi dia ini terlalu egois dalam memutuskan suatu tindakan," ucap Hyun dalam hati.
Bahwa tindakan perempuan cantik tersebut terlalu egois menurutnya.
"Tunggu!"
Hyun Wo terpaksa ikut terlibat dalam masalah orang lain pada akhirnya. Mengingat dirinya sendiri dulu pernah dalam kesusahan, lalu seseorang tanpa dia kenali sebelumnya mau menolongnya tanpa pamrih.
"Aku punya ide lebih baik untuk menyelamatkannya, yah, itu sama seperti caramu ini, tapi aku melakukan perubahan kecil."
"Apa itu cepat beritahu!?"
"Hmm bukannya sebelumnya dia rela berkorban demi menyelamatkan elf ini dan menembus kesalahannya, tetapi ekspresinya berubah saat pilihan mengiurkan aku ucapkan," ucap Hyun dalam hati.
"Menggunakan tubuh penganti dari kekuatan supranatural "kegelapan" milikku yang dapat menyerupai diri manusia, siapapun itu."
"Tapi apa bisa digunakan sebagai pengganti? Aku tidak nyakin dan takutnya malah tidak akan berhasil."
"Oh... Kalau tidak berhasil... tinggal gantikan saja dia dengan dirimu seperti tadi!"
__ADS_1
"Kamu bercanda apa serius, kalau bercanda percaya atau tidak aku akan membunuhmu lalu membuang mayat mu pada anjing-anjing lapar!"
"Gila. Dia ini perempuan psikopat ternyata," batin Hyun.
"Aku hanya bercanda. Lagipula kita akan mencobanya terlebih dahulu."
[Pemberitahuan sistem]
"Tunggu tuan, rencana tersebut memiliki kelemahan!"
"Hmm?? Menurutmu?"
"Bukannya kekuatan supranatural "kegelapan" yang akan tuan gunakan sebagai tubuh pengganti menyerupai elf tersebut memiliki kelemahan ketika terkena cahaya. Tuan bisa pikirkan, misalnya sewaktu-waktu cahaya berhasil mengenai elf tiruan tersebut maka..."
"Iya juga. Aku malah tidak kepikiran soal itu, tapi memang bisa misal elf ini digantikan dengan kegelapan yang menyerupai nya, Luxia?"
"Bisa tuan, cuma memiliki resiko tinggi dan bisa menyebabkan hal buruk terjadi."
"Lebih baik tuan membeli item khusus yang dapat menggantikan elf tersebut dengan batu giok ini, yang dapat menciptakan array lumayan kuat seperti pelindung di desa ini. Bahkan bisa mengatasi hujan terus-menerus juga!"
"Hmm pada akhirnya kamu promosi, tapi tidak apalah."
Pada profil Hyun Wo di bagian check point, poinnya berkurang 1000 demi membeli item yang dapat memberikan perlindungan pada desa Vilyt berskala besar.
Array pelindung yang memiliki area luas dan tahan hingga 10 tahun.
Setelah giok array tersebut berada digenggaman nya, Hyun Wo lalu menggunakan giok tersebut yang kemudian berubah menjadi cahaya bersinar menembus setiap tempat bawah tanah.
Di luar, giok tersebut sudah berubah menjadi array pelindung desa tanpa diketahui oleh penduduk.
"Nah. Sekarang lepaskan dia dari belenggu rantai umm..."
"Panggil saja aku Akari."
"Oke, sekarang kamu lepaskan dia dari sihir, biar aku saja yang melepaskan rantai-rantai pada dirinya."
"Hmm."
Akari mengangguk faham dan langsung saja bertindak sesuai arahan Hyun Wo.
Sihir pengubah kenyataan yang mempengaruhi elf tersebut pun dihilangkan oleh Akari.
"Tubuhnya mungkin sedang lemah, jadi kita bawa saja dia ketempat kediaman temanku. Di sana ada ramuan yang dapat membuatnya pulih dengan cepat!" ucap Hyun memberitahu.
__ADS_1
Hanya anggukan kecil sebagai balasan setuju dari Akari. Dia sebenarnya penasaran kepada Hyun Wo dan kagum kepadanya.
Kembali Hyun Wo menggunakan skill existence charger guna berpindah dari satu tempat ketempat lain.
Wosh...
Dia menghilang sekejap bersama dengan tiga orang sekaligus.
Sementara Han Shi yang asli sudah terlepas dari ruang penjara mistis.
Liliana terkejut karena mendengar suara kedatangan, yang rupanya adalah mereka bertiga Hyun, Akari, dan perempuan dari ras elf.
Tepat dibelakang Liliana yang sedang menunggu kepulangan Hyun Wo didekat pintu.
"Ini... sungguhan jika aku berpindah dari tempat persembahan bawah tanah itu!?" ucap Akari terkejut melihat dirinya dari tangan ke kaki bahwa dirinya telah berpindah tempat.
"Hyun?"
"Iya ini aku, aku sudah kembali sekarang!"
Hyun membalas ucapan Liliana yang kini sudah berbalik badan.
"Tapi aku mendengar suara wanita, apa jangan-jangan kamu membawa seseorang kemari?" ucap Liliana dia mendengar suara wanita barusan.
"Iya, aku pulang bersama dua wanita, untuk penjelasan nanti akan aku jelaskan kepadamu secara rinci. Untuk sekarang ini aku sedang menyelamatkan nyawa seseorang terlebih dahulu!"
"Dia mungkin membutuhkan obat herbal racikan ku yang ada dikamar."
"Iyaa, aku paham. Aku akan membantu."
"Tunggu Lia..."
Liliana langsung bergegas pergi menuju kamar tempat tidurnya saat dia tidur bersama dengan Hyun Wo di kediaman Sayuri.
Akari memandang Liliana sebelumnya dengan penuh selidik melihatnya dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Apalagi yang membuat dirinya penasaran pada ketika melihat bagian kedua bola mata Liliana yang tertutupi oleh perban.
Hyun Wo lalu merebahkan tubuh elf tersebut pada properti terbuat dari kayu yang bisa digunakan sebagai tempat tidur.
Liliana datang dan langsung menyodorkan keranjang berisi kendi kendi yang terdapat obat kepada Hyun Wo.
Dua hari sebelumnya Hyun Wo sempat meramu berbagai macam jenis obat di pagi hari kala ia hendak memulai hari mencari informasi tentang desa Vilyt.
__ADS_1
Tanpa ragu Hyun Wo langsung membantu elf tersebut dalam meminumkan obat melalui mulut ke mulut.
Dilanjutkan juga ketika air putih sudah Liliana berikan kepadanya.