Luxia System

Luxia System
Ambisi dan Harapan


__ADS_3

Dalam penantiannya yang lumayan lama, akhirnya Liliana menyadari kedatangan Hyun Wo dan langsung memeluknya begitu erat. Setelah tinggal beberapa langkah darinya.


Terlihat rembesan darah pada kain yang digunakan untuk menutupi luka pada mata Liliana, melihat hal tersebut membuat hati Hyun Wo terasa sakit serta merasakan rasa sedih bercampur rasa penyesalan.


"Kamu udah pulang Hyun..." ucapnya lirih dengan senyuman bahagia.


"iya aku baru pulang Lia, tapi tolong lepaskan pelukanmu dulu, karena pakaianku basah!" pinta Hyun Wo lantaran pakaian yang dikenakannya memang basah, dia tidak mau membuat Liliana sakit.


"Hmm..."


"Lia, aku mohon... aku nggak mau sampai kamu sakit..."


Tetap saja Liliana kekeh untuk memeluk Hyun Wo lebih lama tanpa menghiraukan nasehat barusan.


Perilaku dan perkataan Liliana memang sedikit berubah sekarang, semenjak mendengar kabar kedua orang tuanya telah tiada. Di tambah penantian yang terlalu lama sehingga psikologis Liliana terganggu mengakibatkan dirinya berkhayal seperti seakan-akan dia adalah istri Hyun Wo.


"Apa kamu lapar suamiku?" perkataan Liliana sembari dia menunjukkan senyuman manis tersebut dan bergelayut pada lengan Hyun Wo, membuat Hyun Wo sendiri jadi mengeryitkan dahi saat hendak menjawabnya.


Sebelum bertanya Hyun Wo menyangka jika Liliana sedang mengigau sampai-sampai dia berpikir dirinya adalah orang yang sudah menikah.


"Aku sangat lapar Lia, bisakah kamu melepaskan pelukanmu dulu. Mari kita sama-sama mempersiapkan makanan saja!" saran Hyun dibalas anggukan dan deheman lembut dari Lia seraya melepaskan pelukannya.


Kepulangan Hyun Wo ini memang menguntungkan bagi dirinya karena memberi banyak keuntungan terutama bagi dirinya serta berhasil mendapatkan tanaman herbal sebagai bahan dijadikan obat.


Di tengah-tengah keuntungan dan hasil yang didapat dari pendakian tadi ada pula kerugian maupun akibat dari tindakan Hyun Wo sebelumnya. Terlihat jelas mengakibatkan Liliana menjadi seperti ini meskipun tanpa disengaja.


[Pemberitahuan sistem]

__ADS_1


"Tuan, sepertinya gadis bernama Lia ini mengalami tekanan psikologis sehingga membuatnya agak gila. Alasannya mungkin saja karena menunggu kehadiran tuan yang sangat lama!"


"Begitu ya, hu... Jujur aku sekarang ini sedang pusing. Di tambah lagi dengan masalah ini seakan beban ku jadi makin bertambah. Apa kamu punya solusi dan saran Luxia? Kalau tidak salah saat ini aku memiliki poin yang banyak, bisa ditukarkan dengan sesuatu yang berguna sekarang?"


"Ya, untuk poin tuan memiliki banyak, jadi saya bisa sarankan agar tuan untuk membeli item menarik dan skill yang mungkin berguna bagi tuan kedepannya."


"Tapi jika tuan membutuhkan saran, sebaiknya pikirkan dulu kondisi tuan sekarang ini. Dalam keadaan tidak nyaman ini membuat tuan jadi sulit untuk berpikir!"


"Oke, aku mengerti maksudmu Luxia. Tapi untuk item dan skill kali ini aku tidak tertarik untuk membelinya hanya ingin memastikan saja poinku, kalau bisa kamu sarankan item pengetahuan obat-obatan jika ada?"


"Tentu saja ada tuan, harganya tidak mahal cuma 700 poin saja."


"Bagiku itu mahal, tetapi karena aku membutuhkannya maka tidak menjadi masalah buatku, seberapapun harganya pasti aku beli. Jadi sekarang aku akan membelinya!"


Sembari berbicara dalam ruang khusus dengan sistem Luxia, Hyun Wo kini sibuk mengejek poin pada layar biru bertuliskan informasi poin, shop pembelian, status level skill, dan masih banyak lagi.


Dengan sekali meng-klik sebuah buku tebal bercahaya muncul dihadapannya yang kemudian masuk begitu saja dalam dirinya, seketika pikirannya dipenuhi akan pengetahuan tentang obat-obatan.


Selain banyak poin yang ia dapatkan dari menyelesaikan misi maupun membunuh ketua orc beserta pasukannya, Hyun Wo juga naik level diri dari 0 ke level 4 bermodalkan tuntutan misi dan kemampuan yang ia punya.


Karena Hyun Wo sendiri dibekali kemampuan beladiri meskipun belum lama ia pelajari, dilatih dan ditempa oleh teman yang memiliki latar belakang gelap.


Sementara pemilik tubuh asli ini tidak memiliki seorang teman lain kecuali Liliana saja, dan tidak melatih diri hanya bekerja dengan keras untuk mendapatkan uang.


Resep salah satu obat penenang pikiran dan jiwa masih kurang 3 bahan, yang dicarinya harus membutuhkan waktu tertentu karena sistem Luxia mengatakan tempat untuk mencari salah satu dari ketiganya terpisah. Bisa dikategorikan sebagai bahan obat langkah.


Mengingat kembali ingatan si pemilik tubuh yang masih segar dipikirannya akan berbagai kenangan kebersamaan dengan Liliana, bahkan suka maupun duka membuat Hyun Wo bersemangat untuk menjadi yang terkuat. Demi mewujudkan impian si pemilik tubuh

__ADS_1


Dalam hatinya pun Hyun Wo berambisi memberantas monster-monster jahat sebagai bentuk balas dendam terhadap kedua orang tua Liliana yang terbunuh oleh monster.


Serta berambisi pula menciptakan kedamaian di dunia ini.


Selesai membersihkan tubuh dan membantu Liliana mandi pada mata air didalam goa, Hyun Wo juga memasak dan membuatkan ramuan herbal untuk Liliana.


"Untungnya kemarin malam aku sempat memungut kayu bakar dan juga alat memasak saat keluar mengecek keadaan desa. Kalau tidak aku sama sekali tidak bisa memasak dan menyulutkan api," ucap Hyun dalam hati memberkati dirinya.


Liliana kemudian datang dan menyodorkan ramuan herbal pada Hyun Wo, sekaligus membuatnya bingung kenapa Liliana bisa bergerak seperti halnya dia memiliki mata.


"Mungkin saja karena kekuatan supranatural miliknya, atau mungkin perasaan cinta pada dirinya, karena dia berseri-seri sekali saat menyodorkan wadah kepadaku. Haish, aku berpikiran apa sih," ucap Hyun dalam hati menepis pikiran asal menduga.


Saat mengecek wadah tersebut ternyata didalamnya masih tersisa ramuan herbal yang tidak dihabiskan secara langsung oleh Liliana.


"Kamu belum menghabiskan ramuan herbal mu ini Lia, kemarilah, biar aku bantu kamu habiskan!"


"Aku sengaja karena sisa itu untukmu, aku tahu kamu membuatnya dengan susah payah. Mungkin saat kamu membuat ramuan herbal itu harus bermandikan keringat agar bisa membuat api menyala dengan teratur. Jadi tidak ada salahnnya kan aku memberikan sisanya untukmu?"


"Dia barusan... Apa sudah sembuh seperti sediakala?" dalam hati Hyun bertanya-tanya.


"Ya sudah aku akan meminumnya, terimakasih Lia!"


"Sama-sama."


Kemudian mereka tidur di kasur yang sama dan tidur lebih awal demi menyambut hari esok dengan baik.


"Fufu.. teryata mereka berdua cocok juga ya, memang sepasang kekasih yang telah ditentukan oleh takdir. Hmm tapi aku bosan sekali karena tidak bisa leluasa menggunakan kemampuanku di dunia ini. Ya, itu sebabnya dari awal aku tidak bisa membantu melawan monster bersayap yang menghancurkannya desa," ucap Luxia yang berubah menjadi wujud manusianya saat Hyun dan Liliana tidur nyenyak.

__ADS_1


"Walaupun aku tidak mati karena tidak makan apa-apa kurang lebih selama 1 tahun tapi aku butuh sensasi di mulut. Eh.. sepertinya masih ada sisa daging asap yang Hyun masak, umm aku makan kali ya, gapapa kan?"


Luxia lalu memakan daging asap tersebut yang sudah di olah menjadi masakan yang lezat.


__ADS_2