
"Jujur saja, itu lebih baik daripada berbohong yang nantinya akan terungkap pada akhirnya," tegas Hyun agar Amaryllis mengakui tujuannya kemari dan tidak berbohong demi menutupi alasannya. Dari raut wajahnya saja Hyun sudah tahu ada kebohongan dari perkataan Amaryllis barusan.
Amaryllis terdiam tidak menjawab, dia sibuk memainkan jari jemarinya.
"Iya aku tadi berbohong sama kamu! Tapi tidak semuanya, sebenarnya tentang orang itu beneran. Sebentar lagi dia akan datang dan menikahi diriku, pada akhirnya aku akan menikah dengannya walaupun aku tidak mau... jadi untuk antisipasi aku sengaja kabur dari Colosseum. Dengan cara memalsukan kematian saat berurusan dengan monster yang menyamar itu!" jelas Amaryllis sembari menundukkan wajahnya di akhir. Setelah melihat Hyun saat ia berbicara.
Menurut Hyun Wo sendiri penjelasan Amaryllis barusan terlihat tidak dibuat-buat dan serius saat mengatakannya, hanya saja aneh jika dia bisa mengetahui keberadaan orang yang akan dia mintai bantuan nantinya.
"Aku percaya, tapi kamu harus jelaskan terlebih dahulu. Bagaimana bisa kamu tahu keberadaan diriku disini, apa sebelumnya kamu mengikuti tanpa aku sadari dan ikut pula ke kerajaan Guniere?" cecar Hyun dengan sorot mata mengintimidasi sengaja ia lakukan.
"Itu... aku menggunakan sihir tak terlihat sebelumnya!"
"Dengan bersembunyi dan bersembunyi aku terus mengikuti dirimu sampai berada disalah satu pintu masuk kerajaan Guniere, lalu karena manaku menipis terpaksa aku berada disekitar kereta kuda. Memilih untuk menunggu dirimu disana!" papar Amaryllis sembari menatap lekat bola mata Hyun.
Perkataannya menyiratkan bahwa apa yang dikatakan Amaryllis memang sesuai dengan spekulasi Hyun Wo saat melihat bekas kehadiran monster di sekitar tempat kereta kudanya saat itu.
Mungkin saja Amaryllis saat itu melindungi kereta kuda dari kehadiran para monster agar tetap aman, pikir Hyun.
"Lalu apa rencanamu jika mereka tahu kamu memalsukan kematian? Pasti pihak Colosseum akan mencari-carimu. Dan bisa menjadi masalah kedepannya!"
"Emm... sebenarnya aku menggunakan sihir 'dua tubuh' bisa di bilang mirip sekali dengan tubuhku sepenuhnya, hanya saja aku harus menanggung efeknya. Umurku tidak akan panjang!"
Tentu hal itu membuat Hyun Wo terkejut bagaimana bisa ada wanita secantik Amaryllis tidak mau menikah dengan orang dari pihak kerajaan.
Bahkan lebih parahnya lagi berani mengurangi nyawanya sendiri dengan konsekuensi penggunaan sihir tertentu.
Hyun Wo baru saja mengetahui informasi orang yang akan menikahi Amaryllis dari Luxia bahwasanya dia sangat terobsesi padanya.
"Aku mohon ijinkan aku ikut denganmu ya, aku bisa menggunakan sihir peniru agar tidak ketahuan!" paksa Amaryllis kepada Hyun dengan wajah memelas serta ada bulir air mata hampir saja jatuh.
Memegang satu tangan Hyun dengan lembut.
Hyun Wo lalu mengusap kepalanya berusaha untuk menenangkan Amaryllis saat melihat tubuhnya gemetaran seperti orang tertekan.
Kemudian memeluknya untuk mengurangi masalah yang dialaminya selama ini, dibalas erat oleh Amaryllis.
[Pemberitahuan sistem]
"Sebelumnya Amaryllis itu berniat untuk mendapatkan hati anda tuan, saat masih berasa di Colosseum. Hanya saja dia urungkan niat dan rencananya karena mendengar kabar pria yang akan menikahinya pulang tak lama lagi!"
__ADS_1
"Lalu sihir 'dua tubuh' apa mungkin bisa mengurangi umur seseorang Luxia, itu terlalu ekstrim sekali penggunaannya?"
"Sihir itu memang bisa mengurangi umur penggunanya tuan, karena berbeda dengan sihir clone, sihir milik Amaryllis adalah sihir turun temurun dari keluarganya!"
Tiba-tiba saja Amaryllis pingsan mengharuskan Hyun Wo untuk menidurkan dirinya di ranjang.
Disaat Hyun Wo akan menutupi tubuh wanita bak bidadari itu dengan selimut pintu kamarnya terbuka yang sebelumnya ia kunci.
Bayang-bayang seseorang terlihat dan hendak masuk.
"Makanannya sudah siap Hyun... ayo kita makan!" ajak Liliana setelah memasuki kamar Hyun.
"Kamu duluan saja, nanti aku menyusul."
Liliana mengangguk paham apalagi melihat Hyun Wo tengah bertelanjang dada hingga wajahnya dibuat merah merona.
"Ya udah aku tunggu kamu disana, cepet ya, keburu dingin takutnya!"
"Hmmm."
Dengan ide barusan Liliana akhirnya tidak berlama-lama berbicara dengan Hyun Wo.
Semuanya sudah berada di meja makan kemudian mengucapkan rasa syukur terlebih dahulu atas segala kenikmatan yang selama ini mereka rasakan lalu memulai makan.
Sampai piring penuh berisi lauk berasal dari masakan ketiganya.
Serta banyak pertanyaan yang mereka lontarkan kepada Hyun Wo salah satunya adalah masakan siapa yang paling enak.
Terpaksa, Hyun Wo mengakuinya bahwa ketiganya sangat pandai memasak dan lihai dalam menata maupun menghias sajian.
Setelah itu Hyun Wo langsung ke intinya mengatakan masakan ketiganya sangat lezat yang pernah ia rasakan seumur hidup.
Makan siang itu berlangsung sangat meriah daripada biasanya lantaran Hyun Wo melihat perubahan mereka secara mendadak.
Tapi tidak membuatnya terlalu memikirkan hal itu malahan senang karena dirinya bisa membuat mereka bahagia.
Malamnya, Hyun Wo tidur di bawah dikarenakan Amaryllis masih enggan menceritakan kedatangan dirinya kepada ketiga perempuan itu.
Dia merasa tidak enak jika harus mengatakannya terlalu awal.
__ADS_1
Untuk itulah Amaryllis menyuruh Hyun Wo untuk merahasiakan dulu kedatangannya ini.
Menggunakan sihir suara sehingga kamar tersebut tidak bisa didengar oleh siapapun dari luar, mereka berdua mengobrol di gelapnya kamar. Penerangan sengaja dimatikan.
Amaryllis duduk di ranjang menghadap lawan bicaranya, sedangkan Hyun masih berbaring. Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Sore tadi ada berita dari Colosseum bahwa seseorang telah kabur dengan memalsukan kematiannya.
Menyebabkan berbagai macam pembicaraan saat Hyun Wo berada di pasar saat itu, ketika ia mencari bahan-bahan dalam membuat obat dan ramuan.
"Sekarang dirimu sedang dicari-cari Mary, ku harap kamu tetap bersembunyi jika tidak ingin kembali kesana, begitu, kan?"
"Ah... iya, aku memang tidak ingin kembali kesana lagi," sahut Amaryllis mengakuinya dengan ekspresi malu sempat mengalihkan pandangan.
"Sebenernya aku penasaran, kenapa kamu tidak menikah saja dengan-nya, aku tahu pria yang memaksamu menikah itu adalah orang yang berpengaruh. Dia adalah keturunan bangsawan bukan, serta juara pertama turnamen sebelumnya. Sangat cocok dan serasi denganmu, jadi apa masalahnya?"
Mendengarnya Amaryllis sempat memikirkan kembali alasan dia menolak pria itu.
Mengingatkan dirinya lagi pada saat melihat dua wanita berada di kamar pria yang pernah dicintainya itu.
"Aku tidak mencintainya, lagian ada orang lain dalam hatiku," ucap Amaryllis mengakui.
"Oh, jadi itu alasan kamu menolaknya. Tapi kalau tidak salah pria itu... ah tidak, tidak. Kita lanjutkan saja ke topik lain, bahwa aku akan membantumu terlebih dahulu!"
"Sungguh!? Tak apa kah?"
"Ya, tidak masalah. Aku sudah memiliki rencana agar dirimu tidak dipaksa menikah lagi olehnya, maupun membersihkan namamu dari perilaku nekatmu!"
Malam berlangsung panjang bagi Amaryllis dia masih belum bisa tidur sama sekali, meskipun Hyun Wo berkata akan membantunya.
Dia masih memikirkan tentang hatinya yang sekarang ini sangat-sangat ingin memiliki Hyun Wo.
Demi melupakan pria itu selama-lamanya.
Hanya saja Amaryllis bingung jika saja dirinya akan ditinggal pergi oleh orang yang dicintainya untuk kedua kalinya.
Apalagi mengingat umurnya yang berkurang akibat kecerobohannya saat itu.
Beberapa menit berlalu hingga Amaryllis turun kebawah dan tidur di samping Hyun Wo sambil mendekatkan dirinya begitu dekat.
__ADS_1
Klek.
"Eh!?"