
*Pov Ariell
Hai perkenalkan namaku Ariella Devika usiaku sudah dua puluh enam tahun.
Ini Visualnya Ariella Devika Makatu
Aku terlahir dari pasangan suami istri yang sudah tak lengkap lagi Almarhum Ayahku bernama Syarief Makatu asli orang Makasar sedangkan nama Ibuku Rahayu widyawati asli orang Jogja.
Semenjak Ayahku Tiada lima tahun tahun silam karena peristiwa yang tak terduga, mengakibatkan Ayahku pergi untuk selama lamanya. aku dan Ibuku terpaksa pindah ke Makasar itu pun permintaan dari Nenekku Ibu dari Ayahku.
Sebelum kami pindah selama ini kami menetap di Jogja dari aku belum lahir sampai aku setelah kuliah kemarin.
Pagi ini seperti biasa setiap pagi aku selalu menyempatkan diri untuk berolahraga pagi seperti sekarang ini menikmati bersepedah di dekat pantai mendengar suara burung berkicau, suara angin yang sepoy sepoy bersamaan dengan suara ombak begitu membuat suasana hatiku menjadi tenang.
Dari kejauhan ku lihat ada seorang pria tampan yang juga bersepedah mendekat menghampiriku. dia adalah teman sekaligus manager di restoran yang aku kelola selama ini.
Tapi dia sering terjun langsung menjadi koki kalau dia sedang tak banyak kerjaan.
Dia bernama Nando, usianya dua tahun lebih tua dariku. dia adalah pria yang sangat baik selama ini yang aku kenal.
Ini Visualnya Fernando Sayo
"Hai cantik, udah dari tadi yaa..?" Tanyanya sambil memberikan sebotol minuman dingin padaku.
"Yaa, lumayan lah, thanks" ucapku setelah menerima minuman itu dan menyesapnya sekali tegukan. aku berjalan ke pinggir bibir pantai.
"Hari ini orang perwakilan dari Hotel itu jadi test foodnya .?" tanya Nando lagi seraya berjalan mengikutiku.
"Jadi dong, mereka sudah menghubungi terlebih dahulu, sudah oke kan semua bahan yang di perlukan, oh ya jangan lupa menu terbaru kita yang kamu kenalin kemarin pastiin jadi menu andalan." kami berjalan sampai ke ujung, aku pun duduk di atas batu besar kaki panjangku langsung aku masukkan ke dalam air yang tengah pasang.
"Sudah, semua sudah aku serahkan pada Jojo kemarin, sepertinya sudah oke semua kamu tenang aja ada babang yang cakep ini yang akan handle semuanya!." ungkapnya bangga dan sedikit menggoda sambil menaik turunkan kedua alis matanya.
Aku pun hanya menggeleng gelengkan kepala mendengar ucapan yang sengaja menggodaku.
Aku pun tahu sebenarnya maksud dari perkataan yang ia coba semnunyikan itu.
*Pov Author
Nando terus mengamati wajah cantik wanita yang ada di hadapannya ini, masih begitu cantik dan manis menurutnya masih sama seperti dulu.
"Apain sih, jangan natap Ariell seperti itu lah!!." seru Ariell sedikit salah tingkah di tatap seperti itu.
__ADS_1
Nando hanya tersenyum geli, senang sekali menggoda wanita itu.
Mereka pun mengobrol seputar masakan dan yang lainnya juga sampai matahari sedikit meningga dan mereka memutuskan kembali karena harus ke restoran.
"Ariel sarapan dulu sayang..?" seru Ibu Ayu yang baru selesai menata masakannya di atas meja makan.
"Iya Ibu" jawab Ariell yang sudah siap pergi sambil menarik kursi dan duduk untuk menyantap masakan yang Ibu nya masak.
"Nenek hari ini Ariell tidak bisa mengantarkan Nenek untuk cek up, hari ini ada orang yang akan test food untuk masakan kita." ucap Ariell setelah selesai menyesap air minumnya.
"Iyaa sudah tidak apa, ada mamak kamu juga nanti yang antar Nenek, besok pun juga tidak apa, sekarang Mandre (Makan)" jawab Nenek Diesa.
Ariell hanya menggangguk meng-iyakan dan segera menghabiskan sarapannya.
"Nenek, Bu Ariell berangkat ke resto dulu yaa." seru Ariell sambil mencium pipi Ibu Ayu dan nenek bergantian sebelum pergi.
Tak lama Ariel pun sampai di Resto milik keluarganya. ia berjalan menuju ruangannya meletakkan tas di sofa lalu keluar lagi menuju Dapur mereka.
"Gimana apakah udah siap semua?" tanyanya pada beberapa Koki yang sedang memasak.
"Tinggal dua menu penutup lagi yang belum keluar miss" jawab Ridwan salah satu koki di sana selain Nando.
Karena di sana ada dua Koki,Ridwan dan Jojo. mereka berdua bronies alias brondong manis, Ridwan usia dua puluh dua sedangkan Jojo dua puluh empat.
Sedangkan Nando jangan di tanya lagi, dia memang paling suka berada di dapur, Ariell pun tak mempermasalahkan.
...----------------...
Setelah menunggu beberapa jam akhirnya yang mereka tunggu pun datang.
Dua pria dan satu wanita, sepertinya orang yang sangat penting dari Hotel Djandra itu karena mereka di percaya untuk test food masakan yang mereka sudah pesan sebelumnya untuk sebuah acara besar katanya sih.
"Heeemmm wuuah,, ini benar benar sangat deliussszo Rio, gimana menurutmu, tuan Felix gimana?,oke gak?!" tanya Gaby pada temannya Rio dan asisten pribadi bos mereka.
"Oke, Sepertinya bos juga akan suka nantinya. kalau saja wanita ular tadi tak datang, pasti sudah bersama kita mencicipi masakan selezat ini." ujar Rio yang langsung mendapat tatapan horor dari sang asisten Felix.
"Eheemm, jangan berani membicarakan bos di luar, cepat selesaikan dan kita segera pergi!!." tegas Felix pada kedua bawahannya ini. mereka pun mengagguk dan langsung mencicipi beberapa makanan dengan cepat takut si asisten tanpa ekpresi itu tambah marah lagi.
Ariell dan ketiga koki nya hanya bisa menahan tawa karena menyaksikan apa yang sedang ketiga orang itu lakukan.
"Terima kasih atas test food yang telah di siapkan ini, kami setuju dengan menu andalan ini, untuk kelanjutannya nanti saya akan krim email pada anda nona," ucap Felix sambil membungkukkan sedikit badannya dan di ikuti kedua bawahannya tersebut.
Setelah selesai berbasi basi mereka pun meninggalkan resto dengan perut yang berasa sangat penuh karena begitu banyaknya test food yang mereka cicipi tadi.
...----------------...
Ini nih Visual cinta pertamanya Ariell namanya adalah, Bryan Julliando Djandra, usianya dua puluh sembilan tahun. mereka sempat berpacaran hanya satu tahunan lebih lah.
__ADS_1
Ia adalah seorang CEO yang memimpin Djandra Group dan saat ini ia sedang mengelola hotel ternama di kota makasar yang hampir colaps sedang di ambang kehancuran akibat salah satu dari orang kepercayaan Papanya telah berhianat selama ini, dan telah menipulasi keadaan hotel itu.
Bagi seorang Bryan bukan masalah besar untuk mengembalikan ke semula. tapi ia tak akan segan melakukan tindakan kekerasan jikalau ada orang yang menyentuh apa yang menjadi miliknya.
"Bagaimana Fel.?" tanya Bryan pada asistennya itu kala Felix baru masuk ke dalam ruangannya.
"Sudah beres semua bos, apa Nona Felicya sudah pergi bos.??" tanya Felix karena tak melihat keberadaan mantan kekasih dari bos nya ini.
"Bagus, ck anj**y kenapa kau mencarinya bikin emosi saja, sudah ku bilang jangan kasih dia masuk ke dalam ruanganku. apa kau sudah mulai bosan hidup Fel..?" seru Bryan dengan menahan emosinya sedari tadi.
Gara gara ulah asistennya ini dia kecolongan, dan membiarkan gadis ular itu mendekatinya lagi, padahal sudah berkali kali ia menolaknya tapi masih saja ia nekat dan terus menggodanya, dasar wanita uler berbisa umpatnya.
Felix pun mendengar umpatan dari bos nya hanya bisa menunduk dan menelan salivanya dengan susah payah.
Felix tau betul bahwa sang bos nya ini tidak menyukai Felicya, ia hanya di manfaatkannya saja oleh bosnya sebagai alat untuk mendapatkan info orang yang sudah berani menyentuh miliknya.
Karena masalah itu sudah clear pelakunya pun sudah di tenggelamkan ke dasar samudra.
Padahal Bryan sudah pergi jauh sengaja menghindar dari wanita itu. karena ia sudah mendapatkan apa yang ia mau, apa ia harus menenggelamkannya juga, pikhir Bryan sambil tersenyum devil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.tbc
.
.
.
.
.
.
.
Assalamualikum...Terimasih sudah mampir untuk membaca Karya amatiran dari ku..
minta dukungan like, komentar sama Vote nyaa yaa...
maaf baru aku rombak ulang nie.
semoga suka..
Terima kasih banyak..
__ADS_1