
Bukan hanya Armand yang terkejut mendengar pertanyaan Bryan, Bonee pun tak kalah terkejut karena baru saja mengagumi sosok Armand yang ternyata pekerjaannya sangat menantang.
Andrew yang melihat ekspresi keduanya hanya terkekeh, "Kalian ini seperti kepergok berkencan saja, eh jangan-jangan cinta pada pandangan pertama!" tebak Andrew sambil tertawa melihat Armand dan Bonita bergantian jangan lupakan kedua alisnya yang sengaja ia naik turunkan.
Membuat Bryan tersenyum simpul, "Kalian lihat bahkan si juliet kita tersenyum senang merestui kalian berdua." celutuk Andrew semakin tertawa terbahak.
"Juliet siapa maksudnya?" tanya Bonita tidak mengerti.
"Panggilan kesayangannya itu," ucap Armand menunjuk Bryan dengan dagunya, sedetik kemudian sebuah bantal kursi menimpuk kepalanya.
Siapa lagi tersangkanya kalau bukan Bryan, "Aish juliet dari goa hantu kita sedang marah." ucap Armand terkekeh di ikuti Andrew juga Bonita walaupun tidak mengerti.
"Titiknya memang di sini, tapi aku belum menemukannya, sabar bro. menangkap mangsa buas jangan terburu-buru biar nanti hasilnya maksimal." jelas Armand menyeringai devil.
Membuat Andrew dan Bonita yang tidak mengerti arah pembicaraan dari keduanya hanya mengendikan bahu mereka.
...----------------...
Ariell baru saja pulang dari olah raga bersepedahnya ia langsung masuk ke dalam kamar untuk bersih-bersih.
Sekitar tiga puluh menitan Ariell keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan ritualnya.
Tok..
Tok..
Terdengar pintu kamarnya di ketuk dari luar. "Iya masuk." sahut Ariell dan menoleh ke arah pintu kamar untuk melihat siapa yang datang.
Ceklek,," Sayang di bawah ada nak Nando lho, dari tadi di teleponin gak di angkat-angkat. kalian ada janji ketemuan katanya sama seseorang." seru Ibu Ayu saat baru saja masuk ke dalam kamar putrinya.
Ariell menepuk jidatnya pelan, " Oh iya Ariell lupa Bu, Ariell juga baru selesai mandi ini belum sempat mengecek ponsel." jawab Ariell sambil mengeringkan rambutnya yang basah.
"Ya udah siap-siap gih cepetan, Ibu tunggu di bawah ya sayang." ucap Ibu Ayu sambil melangkah keluar.
Ariell mengangguk dan langsung mengganti pakaiannya dengan terburu-buru.
"Sorry Ndo aku lupa hari ini kamu mengajakku untuk bertemu dengan pemilik Luxio Groub." cicit Ariell saat baru saja turun dari kamarnya.
Nando tersenyum tipis, dan mengamati penampilan kekasihnya hari ini terlihat tambah dewasa dari sebelumnya.
"Tambah cantik sekali calon istriku ini," puji Nando membuat Ariell sedikit malu karena memakai dress putih selutut tanpa lengan di tambah blazer berwarna navy, memang terlihat lebih dewasa.
"Ayo sebaiknya kita berangkat, masih ada setengah jam lagi bukan dari waktu yang sudah di janjikan?" ujar Nando sambil melirik benda yang melingkar di tangan kirinya. Ariell pun membalas tersenyum manis.
Setelah berpamitan dengan Ibu Ayu dan Nenek Dhisa keduanya berjalan memasuki mobil milik Nando," Riell tunggu sebentar" ucap Nando sebelum menghidupkan mobilnya, tangannya tiba-tiba terulur ke arah belakang kepala Ariell.
Srett..
__ADS_1
"Beginikan lebih cantik." ujar Nando setelah berhasil menarik ikat rambut yang di pakai Ariell mengikat rambut panjangnya. membuat Ariell terkejut.
Huh, apa-apaan ini, dua orang pria yang berbeda, tapi mempunyai sikap yang sama. gerutu Ariell saat mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.
Padahal bagi Nando bukan itu maksudnya, ia hanya tidak ingin leher jenjang milik Ariell di lihat oleh pria lain.
Ia tidak akan rela miliknya di bagi-bagi, ia pun melajukan mobilnya menuju tempat ia sudah di janjikan sebelumnya.
Di perjalanan tidak ada pembicaraan, Nando fokus menyetir dengan memikirkan hal lain, sedangkan Ariell menatap ke arah luar jendela dengan pikhiran masa lalu yang tertinggal jauh.
Sekitar lima belas menit perjalanan mereka sampai di sebuah perusahaan Luxio Group, mereka berjalan ke arah resepsionis.
"Hei lihat Bukankah dia chef yang terkenal itu, siapa ya namanya?" ucap seorang wanita pada teman di sebelahnya menatap kagum pada sosok yang berjalan mendekat.
"Selamat pagi ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang wanita satunya lagi yang juga berdiri di situ.
"Pagi mba, saya ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini, apa beliau ada di kantor?" balas Nando bertanya.
"Maaf, apa Tuan sebelumnya sudah membuat janji terlebih dahulu untuk bertemu dengan Presdir kami?!"
"Sudah, sudah Mba makanya saya datang kesini."
"Baik, saya akan menghubungi beliau, mohon di tunggu sebentar."
"Selamat pagi Pak, di bawah ada yang ingin bertemu dengan Bapak, beliau sudah mempunyai janji katanya!"
"Siapa namanya?"
"Dengan Tuan Fernando Pak," serunya setelah mendapatkan jawaban.
"Baik, suruh masuk saja."
Sang Resepsionis pun menutup sambungannya." Silahkan anda naik ke lantai tujuh, Presdir kami sudah menunggu kedatangan anda." Nando lun mengangguk sambil tersenyum tidak lupa mengucapkan berterima kasih pada mereka.
"Lihat ganteng sekali chef Fernando itu."
"Iya, apalagi senyumnya bikin meleleh."
"Eh apa menurutmu wanita tadi itu istrinya yaa? mereka terlihat sangat serasi." ucap kagum wanita resepsionis tadi.
Nando pun berjalan sambil menggandeng tangan kekasihnya itu dengan mesra dan segera memasuki lift.
Ting
Sampailah mereka ke lantai yang di maksud di sana sudah ada seseorang yang menyambutnya," Selamat datang tuan Nando, mari.!" sapa sang assisten Presdir.
Setelah mendapat jawaban ia mengantarkan tamu bosnya itu menuju ke ruangannya.
__ADS_1
Tok.
Tok.
"Maaf tuan muda, tuan Fernando sudah datang." membuat sang Presdir bangkit dari duduknya dan menatap tamunya kemudian berjalan ke arah sofa sudut ruangan.
"Ya tolong bawakan beberapa minuman," ucapnya pada sang asistennya, kemudian beralih ke tamunya," Mari silahkan duduk tuan Fernando, wah apa ini istri anda?!" ujar David sang pemilik perusahaan Luxio Groub.
"Terima kasih tuan David, perkenalkan ini calon istri saya, namanya Ariell." jawab Nando menggandeng Ariell untuk duduk di sisi sebelahnya.
"Wah cantik sekali calon istri anda, beruntung sekali tuan Fernando bisa mendapatkan istri secantik ini." balas David yang terus memandang wajah cantik alami Ariell, membuat Ariell tidak nyaman di tatap seperti itu.
Nando hanya tersenyum menanggapinya. "Bagaimana kalau langsung saja tuan David seperti yang sudah kita sepekati minggu lalu.?!" tanya Nando tidak ingin berbasa basi.
Membuat David terkekeh pelan," Kenapa terburu-buru begitu tuan chef Fernando, bahkan saya belum menjamu anda." seru David semakin melirik intens Ariell.
Selama hampir satu jam lamanya mereka berdiskusi di ruangan itu, akhirnya setelah di rasa sudah cukup dengan berakhir menjalin hubungan kerja sama yang baik, Nando dan Ariell segera pamit undur diri.
"Terima kasih atas kunjungannya tuan Fernando, semoga secepatnya kita bisa bertemu kembali." ucap David berjabat tangan dengan Nando tidak lupa mengedipkan sebelah matanya pada Ariell, tanpa sepengetahuan Nando tentunya.
"Kau lihat tadi tatapannya padaku, seperti ingin menerkamku saja, sungguh dia pikhir aku seolah makanan lezat apa!?" gerutu Ariell mendengkus kesal.
"Sudah sayang jangan kau pikhirkan lagi, kan ada aku yang akan menjagamu," ucap Nando sambil mengecup punggung tangan Ariell sekilas. membuat Ariell sedikit tenang.
Mereka sudah di dalam mobil menuju ke Makatu Resto, Nando bukannya tidak tahu tatapan dari seorang pria yang mengagumi seorang wanita. apalagi David secara terang-terangan memperhatikan Ariell dengan intens.
Tapi ia masih berpikhir positif, mungkin saja itu hanya sebatas kekaguman saja, tidak lebih.
Drttt..
Drttt..
Ponsel Nando bergetar. "Kau duluan masuk sayang aku akan menerima panggilan ini sebentar." ucapnya pada Ariell.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..