Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Bonchap_03


__ADS_3

Mobil yang di kendarai oleh Mang Ujang baru saja keluar dari pelataran sekolah dasar untuk menjemput Ken pulang sekolah.


Rencananya hari ini Ariell ingin pergi ke rumah sang Ibu dengan mengajak serta Ken dan juga Kay bersamanya.


Sementara Bryan sedang ada pekerjaan penting di kantornya yang tidak bisa di wakilkan, semenjak Felix di pindah tugaskan untuk mengurus perusahaannya yang ada di pulau dewata sana.


Pekerjaannya menjadi semakin banyak, walau ia sudah menemukan pengganti Felix yang tak kalah cekatannya dengan asistennya dulu itu, namun tetap saja Felix yang terbaik.


Apalagi semenjak pria itu baru saja menikah dengan kekasihnya yang sudah lama menjalin hubungan dari mereka masih remaja.


Membuat Felix jauh lebih sibuk di bandingkan dulu, selain mengurus perusahaan milik bosnya, pria itu juga extra mengurus istrinya yang tengah hamil muda.


" Ayo semuanya kita turun Nenek sudah menunggu kalian di dalam, Mang tolong bawain barang yang ada di dalam bagasi belakang ya.!" pintanya sebelum ia membuka pintu mobil.


Mang Ujang pun hanya mengangguk patuh, lalu dengan cepat melaksanakan tugasnya.


" Nenek.." teriak Kay bersorak dengan suara lempengnya yang masih berada di gendongan Mommy nya.


Ibu Ayu langsung menyambut kedatangan putri dan juga cucu-cucunya itu dengan senyum yang terus mengembang.


" Sayang, turunkan Kay dia sudah bertambah berat, nanti kau kelelahan, kasihan yang ada di dalam perut." omel sang Ibu yang di tanggapi gelengan kepala oleh sang putri.


" Ariell tidak apa-apa kok Bu, lagian Ariell juga tidak merasa lelah." jawabnya santai.


Ariell pun langsung mendaratan b*k*ngnya di kursi makan, karena hari sudah siang." Hmmm, Ibu masak Soup Tom Yam ya?" tebaknya sambil membuka penutup makanan di atas meja makan.


Ya Ariell memang tengah berbadan dua, setelah usulan dari Belinda kakak iparnya itu, beberapa bulan kemudian ia di nyatakan mengandung.


Namun kehamilannya kali ini tidak seperti kehamilan sebelumnya, karena ia tak merasakan mual yang berlebihan seperti saat hamil Kaylee, namun na*su makannya bertambah berkali lipat.


Membuat tubuh rampingnya semakin melar dan berisi, namun sang suami mesumnya itu justru sangat menyukai tubuh Ariell yang sekarang.


Pastilah begitu dimana-dimana kaum Adam memang selalu menyukai istrinya yang bertubuh besar di bandingnya tubuh yang ramping karena ada maksud yang terselubung.


Dan juga karena pasti banyak pria lain di luaran sana yang akan melirik istri cantiknya itu, itulah yang membuat para pria menjadi posesif kepada pasangannya begitu pun sebaliknya.


Namun bagi seorang wanita jika ia berbadan besar, justru takutnya sang suami menjadi pria bermata keranjang, melirik wanita seksi di luaran sana, betul tidak Bun? 😂


Namum bagi pria yang memang tulus mencintai istrinya, tubuh besar sang istri pun tidak jadi masalah apalagi istrinya tengah mengandung membuatnya jauh lebih seksi dan tentunya jauh lebih nikmat saat ia memakannya.


Lelaki memang dasarnya egois, namun di balik keegoisannya itu tersimpan rasa takut kehilangan yang amat besar. begitu pun dengan kaum hawa, yang selalu ingin tampil cantik di depan suaminya, agar sang suami betah di rumah atau setidaknya tidak akan berani melirik wanita lain.


Sudah tinggalkan saja urusan egoisme para pria ya, kita lanjutkan kisahnya saja.


...----------------...

__ADS_1


" Iya, tapi tetap saja harus hati-hati ini masih trimester pertama lho sayang. dimana Bryan tidak ikut.?" tanya Ibu Ayu sambil memangku cucu cantiknya yang sudah bertambah besar itu.


" Bryan banyak kerjaan di kantor Bu, Ken ganti pakaianmu dulu, mba tolong bantu Ken ya." titahnya pada salah satu maid.


Sementara Ariell sibuk mengisi piringnya yang baru saja di siapkan oleh sang bibi, dan langsung menyantap masakan sang Ibu yang selalu tampak lezat itu.


" Kapan kau memeriksanya lagi?" tanya Ibu Ayu sambil mengelus puncak kepala sang cucu yang sedang menikmati makan siangnya.


" Lusa sepertinya Bu."


" Ya sudah kalau Bryan masih sibuk, biar Ibu saja yang mengantarmu, di kedai juga sudah ada orang yang membantu mengurusnya." ujarnya.


" Baiklah, dimana Nenek Bu?"


" Masih di dalam kamarnya, mungkin sebentar lagi juga keluar, pinternya cucu Nenek makan yang banyak ya. biar cepat besar, terus bisa jagain adiknya nanti." Kay terus makan dengan lahapnya.


Ariell tersenyum di sela mengunyah makanannya, ia tak menyangka kini ia sudah mengandung kembali, walau rasa trauma yang dulu masih jelas terasa.


Namun ia memang menginginkan banyak anak begitupun dengan Bryan, agar Mansion milik mereka bisa ramai dengan suara celoteh dari anak-anaknya.


" Kaylee ingin punya adik Girl or Boy?" tanya Ibu Ayu.


Membuat Kay langsung menatap Nenek dan Mommy nya dengan bingung, bola matanya bahkan sampai membesar.


" Girl itu seperti Kay punya rambut panjang dan juga memakai dress. kalau Boy seperti Kak Kenzie berambut pendek dan tidak memakai dress." jelas Ariell.


" Kay ingin Gill dan Boy, agal nanti Kay ada temannya di lumah, kalau Kak Ken pelgi cekolah." jawabnya dengan nada cedalnya.


Membuat keduanya tertawa terbahak, hingga mengeluarkan air mata. bahkan Ken dan mba nya pun ikut tertawa mendengar celotehan Kaylee.


" Berarti Mommy harus mengandung sekali lagi setelah ini." celetuk Nenek Dhisa yang baru saja bergabung.


Kay langsung mengangguk dengan cepat ke arah Nenek uyutnya tersebut.


...----------------...


Malam pun tiba, Bryan yang baru saja selesai dari acara meeting nya langsung bergegas keluar dan berjalan ke arah mobilnya yang sudah menunggu dirinya di depan lobby hotel.


Sesampainya di rumah Ibu mertuanya ia langsung berjalan masuk tanpa melihat kanan kirinya terlebih dahulu.


Karena hari yang memang sudah gelap, dan fisiknya yang memang sudah sangat lelah membuat Bryan tidak sadar jika sepulang dari hotel miliknya tadi ia terus di ikuti oleh sebuah mobil asing.


Hingga satu jam berselang seseorang itu masih menunggu di dalam mobil di seberang jalan sedikit agak jauh dari rumah Ibu Ayu.


Sementara di dalam rumah, ada sebuah drama keluarga, dimana Kaylee tidak ingin di ajak pulang oleh kedua orangtuanya, membuat Bryan dan Ariell sedikit pusing dengan tingkah putrinya tersebut.

__ADS_1


" Ayo sayang, besok kita kesini lagi." bujuk Ariell kesekian kalinya.


Kay tetap menggeleng di pelukan sang Nenek, memeluk erat lehernya itu. membuat Ibu Ayu terkekeh.


" Biarlah dia menginap di sini, besok Ibu yang akan mengantarnya, Kay tidur disini sama Nenek ya?" bocah kecil itu menggeleng.


" Ya sudah kalau begitu, kita pulang yuk. kasihan Daddy sudah lelah bekerja sayang." bujuk Ariell kembali.


Akhirnya mobil Xpander putih milik Bryan pun keluar dari pelataran rumah sang Ibu mertua.


Mobil pun melesat dengan kecepatan yang lumayan cepat, membuat seseorang yang berada di dalam mobil hitam yang sedari tadi menunggunya langsung menghubungi seseorang.


" Tinggal menunggu hari esok, itu pembalasan yang setimpal, dan itu untukmu kak Felicia." gumam seorang wanita tersenyum devil kepada seseorang yang tengah memangku dirinya.


" Sudah puas bukan, mari kita lanjutkan putaran yang kedua sayang." ucap seorang pria yang menolak tua di usianya yang sudah melebihi kepala enam itu.


Bahkan ia tidak memikirkan bagaimana nasib cucu kandungnya sendiri yang mungkin saja ikut terlibat di dalam insiden kejahatan yang ia lakukan itu.


* Kisah Richard sudah mulai update yaa..silahkan yang mau mampir.



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Yooh-yooh masih ngumpet aja ini dalangnya, minta di tuthok biar keluar.😀😀


Thank's yaa sudah mampir baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2