Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 62


__ADS_3

"Apa-apan kalian?!" Ucap wanita itu, keduanya menoleh serempak dengan raut wajah sedikit murka sambil menatap pelaku yang baru saja masuk menggrebek kegiatan yang mengenakan bagi keduanya.


Armand berjalan mendekati ranjang, sambil tersenyum remeh pada keduanya, dan terlihat pusaka pria bule itu sudah tertidur kembali akibat penggrebekan yang mereka berdua lakukan barusan.


" Aku sedang ada perlu dengan wanita ini Mr. Dan sebaiknya kau meninggalkan tempat ini sekarang juga." Ucapnya sambil menatap tajam pada sang wanita yang terlihat memper-erat pegangan pada selimut yang membungkus tubuh polosnya itu.


Tanpa bertanya lagi sang pria bule itu langsung lari tunggang langgang sambil mengenakan pakaiannya kembali, karena tadi ia hanya memakai celana boxernya saja. Setelah pria bule itu keluar dari kamar kini tinggal sang wanita yang terlihat menatap Armand dengan waspada.


" Apa yang kau tunggu, apa kau berniat ingin menggoda kami, cepat kau pakai kembali pakaian sialanmu itu." Desis Armand dengan tatapan tajam sampai membuat sang wanita itu gelagapan dan menatap Armand kesal. Ia langsung memungut kembali pakaiannya yang berceceran di lantai sambil memegangi selimut ia masuk ke dalam kamar mandi.


Felix melirik ke arah Armand sedikit takjub, ternyata pikhirannya tadi salah yang mengira bahwa Armand sama seperti dua sahabat bos itu.


Saat ini terlihat lebih mengagumkan kalau sedang berburu seperti ini, apalagi raut wajah garangnya itu, yang terlihat seperti seorang devil.


Tak lama sang wanita itu pun keluar dengan pakaian kurang bahannya, bahkan menampakan semua lekukan tubuh sexynya bak biola spanyol itu. Tapi itu lebih baik dari pada tidak memakai pakaian sama sekali. wanita itu berjalan tanpa rasa takut sama sekali pada Armand yang masih menatapnya dengan tajam.


" Apa kau yang bernama nona Felicia?" Felicia terlihat bergeming tidak ingin menjawab." Kau pasti mengenal baik tuan Bryan bukan?" membuat Felicia terkesiap langsung menatap keduanya bergantian.


Felicia baru menyadari kalau salah satunya adalah asistennya Bryan, " Mau apa kalian mencariku?" Tanyanya yang sedikit mengerti dengan apa yang terjadi sekarang ini.


" Waahh, kau benar-benar pandai berakting nona, apa kau juga tidak mengetahui tentang kecelakaan yang baru ini menimpa tuan Bryan?" tanya Armand yang kini mendudukkan bo**ngnya di sofa depan ranjang. Sedangkan Felix ia hanya berdiri di depan pintu sambil menonton drama apa yang ada di hadapannya saat ini.


" Aku sudah lama tidak berhubungan dengannya, kalau anda ingin mempertanyakan tentang siapa yang mencelakai Bryan, anda salah orang." Sahutnya malah menatap tajam pada Felix.


" Aku bahkan belum bertanya tentang siapa yang menyelakai tuan Bryan?" Skakmat! Ya Felisa keceplosan, ia merasa tersudut sekarang dengan apa yang di lontarkan Armand barusan.


" Ma-maksudku aku tidak tahu apa-apa, kau bisa bertanya pada asistenku kemana aku pada waktu kejadian Bryan mengalami kecelakaan itu." Felisa mencoba tenang sambil mencari alibi yang baik.

__ADS_1


" Cih, kau tidak bisa mengelak lagi nona Felicia, karena kami sudah mempunyai banyak bukti," Armand mengkode Felix untuk memberikan sebuah amplop yang mereka bawa.


" Ini, kau lihatlah sendiri, itu kalau bukan dirimu lalu siapa?" Armand menyebar beberapa photo di atas meja, membuat Felicia langsung diam membeku nyalinya menciut seketika di tempatnya sambil menatap nanar photo-photo dirinya yang bergelut manja pada beberapa bule, dan juga bersama beberapa orang suruhannya.


" Cepat kalian bawa dia." Seru Armand mengkode pada anak buahnya yang entah sejak kapan sudah berdiri di luar kamar untuk segera masuk dan membawa paksa Felicia keluar dari kamar hotel ini.


Sialan! Awas kau Bryan! Umpat Felicia dalam hati dengan pasrah mau tidak msu dia menurut tubuhnya di seret-seret oleh anak buah Armand. Untung saja anak buah Armand sudah mematikan beberapa CCTV di dalam hotel itu agar aksinya tidak membuat keributan.


Flashback on.


Malam itu saat baru pulang menyelamatkan Ariell, mobil yang di tumpangi Felix, Bryan serta Ariell melaju menuju ke hotel miliknya, dan mereka berdua menyadari bahwa di belakangnya ada mobil lain yang membuntuti mobil mereka.


" Bos sepertinya mobil kita sedang ikuti oleh mobil di belakang sana." Dugaan Felix begitu tepat sasaran.


" Ya, seperti dugaanmu." Bryan sendiri berusaha tenang, dan juga sangat frustasi merasakan hawa panas dalam tubuhnya yang ikut terbakar karena cumb**n yang Ariell berikan." Felix cepatlah, kau sudah siapkan semuanya bukan." Bryan berseru dengan suara beratnya tertahan gairahnya sendiri, sambil menahan kedua tangan Ariell yang sudah tidak bisa di kondisikan. Di tambah lagi pikhirannya yang sedang mengira-ngira mobil siapakah yang membuntuti mereka sekarang ini.


" Siap bos, saya sudah mengirim pesan pada anak buah kita untuk mencari tahu siapa orang yang mengikuti kita saat ini." Sahut Felix sambil membuka pintu mobil belakang untuk bosnya itu.


Hingga keesokan harinya, orang yang membuntuti mereka semalam juga membuntuti mobil Bryan yang sedang mengantar Ariell menuju kediamannya.


Hingga kecelakaan itu pun terjadi Bryan yang tidak mengira akan di tabrak Truk sebesar itu, dia pun tidak siap untuk menghindari tabrakan maut yang menimpanya bersama dengan Ariell, wanita yang sangat ia cintai.


Bryan melepas seatbelt mereka lalu memeluk erat tubuh Ariell membawa kepala itu ke dadanya, agar tidak membuat kepalanya cidera parah, bahkan ia melupakan keadaan kepalanya sendiri, entah bagaimana nantinya itu urusan belakangan.


Hingga sang sopir itu melarikan diri tetapi berhasil di kejar oleh anak buah Bryan, tapi sangat di sayangkan saat pengejarannya terjadi, sang supir yang berlari kenjang tidak melihat ada mobil yang melaju kencang di depannya, hingga tubuhnya terpental jauh tertabrak oleh mobil lain yang sudah berhasil melarikan diri.


Sang supir langsung meninggal di tempat kejadian, membuat pencarian mereka pun semakin susah sampai keesokan harinya, Felix menghubungi Armand untuk membantunya mencari tahu siapa dalang di balik kecelakaan tersebut. Hingga akhirnya mereka menemukan buruannya yang sudah ia incar beberapa minggu ini.

__ADS_1


Flashback off.


Ini Author kasih Visualnya sang detektif Armando Delvis.




Gimana cocok kan ya, yang hobynya suka memburu mangsa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.tbc


Halo semua yang penasaran dengan masa lalu Felix bisa mampir ke novel athorr satunya, di sana dia masih kuliah yang hobynya balapan dan juga berkelahi.


Thank's yaa uda baca, maaf kalau masih banyak typo.

__ADS_1


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2