
Ariell masuk kembali ke dalam ruang kerjanya dimana Bryan masih setia menunggu makanannya.
Ariell masuk membawa nampan makanan dan minuman dengan di bantu oleh karyawanya. langsung menyajikan di atas meja.
"Kenapa hanya seporsi saja, Aku takkan bisa makan kalau hanya sendirian." ucap Bryan sengaja supaya Ariell mau menemaninya makan.
Terdengar Ariell menghela nafasnya, ck.
Apa sih maunya ni orang, sabar Ariell. batinnya.
"Tina tolong mintakan satu porsi lagi yaa, sama coklat hangat satu lagi." ucapnya pada sekertarisnya yang baru masuk tadi dan di jawab anggukan untuk meminta pesanan Bos nya itu pada sang koki.
"Felix kau makanlah juga di luar." tanpa bertanya lagi Felix pun keluar ruangan.
Sepertinya ada sesuatu di antara mereka berdua, kau itu bos, tak bisa menutupinya dariku,walau kau memintaku untuk keluar. gerutu Felix melangkah keluar sambil memanggil waiters untuk memesan makanan untuknya sendiri.
Yang berada di dalam pun, makan dalam keheningan dan tegang, bahkan nyamuk pun takut sekedar mengganggu. pikhiran Bryan makan dengan cepat setelahnya bisa bicara lagi.
Cinta pertama itu memang berjuta kali dech rasanya.
Cinta pertama itu memang sulit dilupakan. Buktinya, banyak orang, mungkin termasuk kalian semua guys, belum bisa melupakan sosok yang pertama kali bikin kamu merasakan yang namanya cinta. Benar nggak sih? Entah bahagia atau berakhir dengan luka, pokoknya cinta pertama itu sulit banget dilupakan. Kira-kira kenapa ya cinta pertama itu sulit dilupakan? silahkan cari tahu jawabannya masing masing.😀
Beda dengan Ariell yang tegang, makan dalam diam beda dengan Bryan yang sedari tadi makan sambil senyum senyum sendiri.
"Kenapa senyum senyum begitu,aneh.!!" gerutu Ariell yang sempat melirik Bryan yang tengah tersenyum geli.
Bryan tak menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Ariell, malah tambah tersenyum geli sambil menatap Ariell. membuat Ariell menjadi gugup.
"Jadi kamu beneran sudah menikah, dengan siapa-eh bukan maksudku, sudah menikah kenapa masih berlama lama di sini, nanti Istrimu bisa salah paham padaku.!" Ariell hanya tidak ingin merusak rumah tangga orang lain, apalagi ini mantan kekasihnya.
__ADS_1
Walaupan masih mempunyai rasa terhadap Bryan hingga saat ini, tapi sekarang sebisa mungkin Ariell ingin mengubur rasa cinta itu, agar tak ada yang tersakiti.
Terlebih dirinya sendiri. tidak mau lagi merasakan sakit itu kembali.
"Yaaa Aku sudah menikah, menikahi teman kecilku, dan dia tidak akan pernah marah denganku, atau pun dengan orang lain, karena-
"Stop, maaf tidak usah memberi penjelasan apapun itu." potong tegas Ariell.
"Maafkan aku yang dulu Riell, buat kamu sakit. Dulu aku-
"Stop Bang Ariell bilang, jangan ungkit masa lalu juga. tidak ada yang perlu di bicarakan lagi bukan. apakah sudah selesai makannya, bisakah anda pergi Mr Djandra, karena saya masih banyak pekerjaan.?" Pinta Ariell sungguh sungguh.
"Kamu mengusirku?" tanya Bryan tak percaya seorang Bryan di usir dengan tidak hormat, kalau saja bukan Ariell mungkin sudah, entahlah di apakan orang yang sedang duduk di hadapannya ini.
"Baiklah aku pulang dulu, nanti aku kembali lagi." ujar Bryan melangkah pergi dari hadapan Ariell.
Tentang kerja sama itu, itu hanya sebuah alasan agar pertemuannya cepat selesai, toch nanti bukan dirinya yang akan terjun langsung pikhirnya.
Tujuannya saat ini adalah melanjutkan misinya terlebih dahulu untuk mencari seseorang yang katanya mirip dengan sang kakak.
tok.
tok.
Ariell mendengar pintu ruangannya di ketuk, lalu ia segera berlari ke dalam kamar mandi guna membasuh mukanya yang sedikit sendu.
Saat ia keluar terlihat Nando sang manager sekaligus sahabatnya itu sudah duduk di sofa.
"Ariell, kamu kenapa.??" Nando melihat wajah sembab sahabatnya itu. "Bukakah tadi itu yang keluar dari sini adalah Bryan.?" tanya Nando dan mendapatkan anggukan sebagai jawabannya.
__ADS_1
"Kenapa kau tak memanggilku, terus tadi yang duduk di depan sepertinya orang yang melakukan test food kapan hari itu, dari orang yang mewakili Hotel Djandra bukan, eh tunggu dulu-
Nando berpikhir lagi karena yang ia lihat tadi orang yang tempo hari itu tadi mengikuti temannya Bryan berjalan di belakangnya.
"Apa jangan jangan Bryan-
"Yaa Bryan adalah pemilik Hotel Djandra," jawab Ariell seperti tahu apa yang tengah di pikhirkan oleh sahabatnya itu.
Tentu saja Nando sedikit terkejut, "Tapi kenapa mereka datang lagi kesini?" tanya Nando yang masih belum mendapatkan jawaban yang tepat.
"Kita akan bekerja sama dengan Hotel Djandra tersebut." jawab Ariell cepat.
"Tapi kenapa, kenapa Bryan ingin mengajakmu bekerja sama. bahkan tanpa bekerja sama pun Restoran milikmu ini susah semakin berkembang Riell, belum lagi kerja samamu dengan beberapa lestoran di pulau dewata itu..!" Seru Nando seolah tak setuju dengan kerja sama itu.
Nando tahu bagaimana kisah kasih mereka berdua dulu saat bersama, dan Nando seperti tak ikhlas bila Ariell dan Bryan bersatu kembali.
Karena ia sudah lama memendam perasaannya pada Ariell bahkan di saat mereka pacaran saja, ia masih baik baik saja memendam perasaannya.
Setelah lama menunggu dan saat di sini berdua saja dengan Ariell Nando ingin mengutarakan perasaannya lalu apa, tiba tiba Bryan ingin kembali lagi ke dalam kehidupan Ariell.
Ada rasa sesak di dada, yang tak bisa ia utarakan. selama ini Nando lah yang menemani Ariell saat sedih dukanya Ariell, Bryan si Brek***k itu kemana,
Kalau tak memikirkan perasaan temannya ia sudah lama ia mengajak Ariell menikah, tapi ia tak mau egois memaksa kehendaknya sendiri bukan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.tbc
Jangan lupa minta like dan komentar dari kalian yaa...biar tambah semangatt lagi Author nulisnya...Terima Kasih.
__ADS_1