
"Sayang kamu kenapa?" tanya Ariell sedikit panik sambil memijit tengkuk suaminya yang terus saja muntah itu.
Bryan membersihkan mulutnya dari sisa muntahannya tersebut." Sepertinya aku masuk angin Bee." jawab Bryan dengan muka lelahnya dan nafasnya yang sedikit memburu.
Membuat Ariell tidak tega melihatnya, akhirnya mereka keluar dan Bryan kembali naik ke atas ranjang, rasanya lemas sekali seperti baru saja usai bergumul dengan sang istri.
Padahal semalam mereka sudah melakukan olah raga malam mereka sampai dua ronde pula, tapi memang Bryan merasa begitu lelah saat permainan mereka baru saja berakhir dengan kenikmatan.
Dan sekarang kepalanya sungguh terasa pening dan berat, apalagi kedua netranya yang memintanya untuk kembali terpejam."Kepalaku terasa berputar-putar sayang."
Sungguh Bryan merasa tersiksa, tapi mau bagaimana lagi? mungkin karena semalam setelah permainan mereka usai ia tidak langsung memakai piyamanya kembali.
Tapi biasanya pun mereka juga tidak langsung memakai pakaian mereka kembali, apa karena ia begitu lelahnya sebab tiap malam begadang dengan sang istri? hingga ia masuk angin akibat kelelahan, begitulah yang ia pikhirkan saat ini.
" Tidak perlu ke kantor hari ini ya, kamu istirahat aja di rumah." titah Ariell sambil menyelimuti Bryan yang sudah terpejam itu.
Bryan hanya berdehem pelan dan tak lama nafasnya mulai teratur, yang mengartikan dirinya sudah tertidur kembali.
Setelah memastikan suaminya tertidur, ia menempelkan punggung tangannya di kening suami terlebih dahulu." Tidak panas." gumamnya.
Lalu mengecup kening sang suami sekilas sebelum benar-benar beranjak dari ranjang, tangannya mengambil ponsel milik suaminya yang berada di atas nakas, lalu akan menghubungi seseorang.
"Halo Felix, kau sudah di bawah? Bryan tidak ke kantor hari ini." ujar Ariell saat panggilan itu sudah terhubung.
"Saya sedang dalam perjalanan ke Mansion nona, ada apa dengan tuan Bryan?" jawab Felix di sebarang sana, sambil mengernyit.
Kenapa bosnya itu tidak ke kantor? bahkan istrinya yang menghubunginya sekarang?
"Dia sedang tidak enak badan Fel, kau pergi saja sendiri ke kantor ya!" titahnya.
Dan setelah mendapat jawaban dari assistent suaminya ia meletakkan kembali ponsel itu di tempat semula.
Kemudian berjalan ke kamar mandi untuk bersih-bersih sejenak, sebelum ia turun ke bawah membuatkan teh jahe hangat untuk suaminya.
Setelah selesai ia berjalan sambil membawa mug di tangan kirinya, tapi pada saat Ariell akan naik ke lantai atas kamarnya ia mendengar ada bel pintu depan berbunyi membuatnya mengurungkan niatnya dan berjalan ke arah depan untuk membuka pintu tersebut.
...----------------...
__ADS_1
Pagi ini di Apartement yang masih satu kota dengan mereka yang leyakkan sedikit ke kota, terlihat seorang pria sedang bersiap-siap ia akan pergi ke sebuah Resto yang pernah menjadi tempatnya bekerja dulu, saat ia baru pertama kali ke kota itu dulu.
Walaupun sudah tidak bekerja lagi di sana, tapi ia masih sering datang untuk sekedar berkunjung menemui sahabatnya sekaligus mantan tunangannya itu.
Beruntung mereka berpisah baik-baik dan tidak ada dendam di diri mereka masing-masing terutama Nando di sini yang mundur, membuat pasangan keduanya merasa sedikit lega.
Siapa lagi kalau bukan Fernando yang sebentar lagi juga akan melepas masa lajangnya bersama sang kekasih.
Sepertinya pernikahan mereka sedikit kerepotan sebab acara akad nikahnya yang seharusnya di adakan akhir bulan depan di majukan menjadi akhir minggu ini, membuatnya sedikit kerepotan sebenarnya.
Dan ternyata ada kesalahan di hari tanggal kelahiran Val di akte dan di ijasahnya berbeda, sehingga untuk pembuatan akta kelahiran membutuhkan proses pembuktian dan pengesahan melalui kantor pengadilan agama.
Dan itu juga yang menjadi penyebab Mama Nando harus menghitung kembali hari yang baik bagi keduanya, beruntung mereka tidak harus menunggu beberapa bulan lagi.
Kalau tidak Nando yang uring-uringan bagaimana tidak? saat masih bersana Ariell ia juga membatalkan pernikahannya sendiri, membuatnya auto gagal nikah dong beberapa bulan yang lalu dan kini ia harus memundurkan pernikahannya kembali, bisa-bisa jungkir balik dia di lampu traffic light.
Memang ribet kalau sudah urusan beginian sama adat orang jawa. Adat istiAdat harus di junjung tinggi, harus di taati, dan juga di ikuti bagi mereka yang memang menganut ajaran-ajaran dari adat jawa kental, beda sama yang tidak mengikuti adat.
Mereka menikah mencari tanggal dan bulan bahkan tahun menurut mereka bagus terkesan unik, atau memang sengaja agar menjadi moment pernikahan terindah, terunik dengan angka ketiganya yang sama.
Namun kita bangga menjadi orang jawa, seperti yang kita ketahui, budaya Jawa merupakan salah satu kebudayaan yang dimiliki bangsa ini, yang di dalam tradisinya memiliki nilai-nilai keluhuran yang menjadi ciri khas kental masyarakat Jawa.
Dan ada hal lainnya juga yang membuat Nando sedikit pening yang di sebabkan perubahan tempat dan acara mereka yang berubah haluan, Mama Ola menginginkan mereka berdua untuk menggelar acara repsepsinya di negara suaminya berasal.
Dan kini Nando yang mengurus sendiri acara akad nikahnya yang di selenggarakan di kota kelahirannya sana, sementara sang kekasih nanti akan pulang bersama keluarga besarnya mendekati acara akadnya.
Beruntung Nando di bantu sang Mama dan keluarga besarnya di sana, sehingga ia tidak begitu kerepotan, mengingat keluarga mereka masih ada ikatan saudara walaupun saudara angkat.
Nando berjalan akan memasuki D'Makatu Resto, tapi ia melihat ada seorang pegawai yang berada di depan sedang membersihkan meja pelang***nya.
" Maaf apa Miss kalian sudah datang?" tanyanya pada salah satu pegawai yang sepertinya masih baru bekerja di situ.
"Belum pak, Miss Ariell masih di rumahnya, tapi ada Kak Cinta di dalam ruangan beliau saat ini." jawab pegawai itu.
"Cinta siapa?"
"Manager kami."
__ADS_1
"Oh baiklah, sepertinya saya langsung pergi ke kediamannya saja." pegawai itu pun mengangguk sambil membungkuk sedikit sebagai tanda hormat.
Nando pun berjakan kembali dan masuk ke dalam mobilnya dan melajukan ke arah Mansion Bryan dan Ariell.
"Eh tadi itu siapa? sepertinya wajahnya tidak asing." tanya pegawai itu pada pegawai seniornya di situ saat ia berjalan masuk.
"Siapa? pria tadi itu?" balas pegawai bernama Tari pada pegawai baru yang memang ia melihat ke depan walaupun hanya sekilas saja saat Nando masuk ke dalam mobilnya.
"Itu tadi Pak Nando, Manager lama di sini sekaligus chef juga disini." terangnya sambil membersihkan meja, sebab Restoran itu baru saja di buka.
"Whatt? pantas saja seperti mengenalnya tadi, alamak tampan sekali orangnya, huuuh beruntung aku kalau menjadi pacarnya." celetuk gadis tadi sambil berkhayal membayangkan hal yang tidak akan mungkin terjadi.
"Hanya di dalam mimpimu, dia itu sudah mempunyai calon istri, sebentar lagi mereka akan menikah. dan sebaiknya jangan mengkhayal terlalu tinggi nanti kalau jatuh sakitnya luar biasa, " pungkas Tari tersenyum mengejek.
"Alamak dia sudah mau menikah."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..