Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 67


__ADS_3

Hari sudah menjelang petang tapi di dalam ruangan kantor yang cukup luas itu masih terlihat ada seseorang yang berkuasa tengah duduk di kursi kebesarannya.


Ia duduk bukan menghadap ke arah meja kerjanya, melainkan ke arah jendela besar yang menampakkan pemandangan gedung-gedung yang terlihat lebih kecil dari gedung perusahaan pencakar langit miliknya.


"Kalian mencoba mencari bukti, tapi itu tidak akan mungkin bisa kalian dapatkan selama aku masih bernafas." desisnya pada dirinya sendiri.


"Dan tentu saja wanita ****** itu hanya aku jadikan umpan saja untuk kalian." imbuhnya sambil tertawa menyeringai. tak lama terdengar pintu ruangannya di ketuk dan masuklah sang asistent pribadinya.


"Tuan, sepertinya markas kita yang ada di pulau S, sedang di jarah oleh kelompok lain." seru sang asistent.


"Apa! **** sial, kita akan berangkat pagi buta, kau siapkan saja segalanya." setelah itu sang asistent pun undur diri dan langsung melaksanakan tugas dari big bosnya.


...----------------...


"Nando." panggil Ariell yang langsung reflek bangkit dari duduknya.


"Hai sayang kau tidak perlu terkejut begitu , tadinya aku datang kerumah, tapi kata mba Arti kau sudah pergi dari pagi," ujar Nando kemudian ia beralih menatap Armand.


"Hai Bro, long time no see. apa kabar? oh iya aku dengar pelakunya sudah tertangkap, tapi kenapa dia tidak di masukkan ke dalam sel saja. dan aku juga baru tahu bahwa tuan David lah yang telah menculik calon istriku malam itu." terang Nando panjang lebar.


"Seperti yang kau lihat.! dan masalah itu kalian tidak perlu ikut campur karena pelakunya sudah aku amankan sendiri, kalau masalah David, kalian tidak perlu khawatir, dia berada dalam pengawasanku sekarang." jawab Armand begitu santai sambil berjalan menghampiri keduanya yang berdiri di saping ranjang Bryan.


"Dan sarusnya kau mengatakannya padaku sayang," membuat Armand memutar bola matanya jengah mendengar lontaran manis yang sengaja Nando ucapkan.


"Maafkan aku." cicit Ariell yang baru ingat kalau ia lupa tidak memberitahukan kejadian itu pada Nando.


"It's okay, tidak masalah aku tahu waktu itu kamu belum sembuh benar, dan mungkin juga kau memang lupa mengatakannya padaku." Armand semakin jengah mendengar dialog drama dua insan yang sebentar lagi akan segera menikah itu.


Tunggu! tapi kenapa Nando terlihat santai sekali, dan harusnya dia marah bukan pada Ariell, ini sedikit mengganjal pikhiran Armand.


Di saat mereka bertiga tengah dalam pikhiran mereka masing-masing hingga tidak menyadari ada pergerakan yang sama-samar di atas ranjang rumah sakit itu.


"Ariell kita bisa bicara sebentar di luar." pinta Nando sambil melirik Armand yang tengah memainkan ponselnya dan sudah kembali duduk di atas sofa.


Setelah Ariell dan Nando keluar, pergerakan itu semakin kuat dan perlahan kedua kelopak mata yang terpejam selama tiga bulan lebih itu kini perlahan mulai terbuka lebar, walau terlihat sayu.


Armand yang tengah berkirim pesan pada seseorang ia seperti mendengar ada suara sayup-sayup terdengar di telinganya.


Armand pun bangkit, berjalan untuk mencari sumber suara, dan ia terbelalak saat mendapatkan kedua bola mata sahabatnya itu terbuka dengan sempurna.

__ADS_1


"Bryan, kau sudah sadar." Armand langsung memencet tombol untuk memanggil sang dokter.


...----------------...


Nando dan Ariell kini sudah duduk di kafe samping rumah sakit, mereka duduk berhadapan. Nando belum juga mengatakan sesuatu yang ingin ia bicarakan padanya.


Dan sekarang malah ia mengamati raut wajah Ariell terlihat sedang banyak pikhiran saat ini, waktu Ariell sakit ia selalu setia menjaganya, membantunya hingga ia kembali pulang.


Tapi kini ia mulai sadar akan sesuatu hal, yang membuatnya ikut serta merasakan betapa hancurnya Ariell saat ini, begitupun dengan apa yang ia rasakan.


Ia tidak mau memaksa kehendaknya lagi, tidak mau membuat wanita yang ia cintai itu merasa terbebani atau terbelenggu olehnya.


Kalaupun hubungan ini terus di lanjut sepertinya akan percuma saja, toch ia juga yang akan merasa tersakiti di sini karena tidak akan bisa mendapatkan balasan cinta dari wanita ini.


Lama berpikhir ia pun akhirnya mengambil tindakan pada Ariell, tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu ia langsung mengambil telapak tangan Ariell yang sedang melamun entah sedang memikirkan apa.


"Ariell." panggilnya begitu lirih membuat Ariell tersentak karena sentuhan Nando yang tiba-tiba.


"Nando kau mengejutkanku!" ujarnya kaget, karena ia sedari tadi menunggu Nando berbicara tapi hanya basi-basi saja. membuat pikhirannya traveling sesaat.


Nando hanya tersenyum samar, berasa menjadi orang bodoh yang tidak di anggap keberadaannya, mungkin inilah saatnya.


"Astaga Nando, aku melupakannya, aku belum mempersiapan untuk pernikahan kita." potong Ariell cepat saat ia baru saja mengingatnya." Sorry Nanado."


"It's okay, aku sangat memahami semuanya. dan sekarang aku ingin membicarakan yang lebih penting lagi." membuat Ariell mengernyitkan keningnya bingung.


Nando menghela nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya. " Maafkan aku yang lalai menjagamu malam itu, dan kini aku pun sudah tahu semuanya, dan sepertinya ada seseorang yang lebih pantas mendampingimu." Nando memperhatikan jari-jari lentik Ariell.


Ariell mengikuti pandangan Nando yang entah sedang menganggumi jari-jari lentiknya atau mengejeknya karena terlihat pucat? ia melirik raut wajah Nando yang tidak terbaca sama sekali.


Tanpa Ariell menduga Nando langsung melepaskan cincin yang tersemat di jari manisnya dengan pelan, membuat Ariell terkejut sekaligus bertanya-tanya.


Cincin yang baru beberapa bulan yang lalu di sematkan oleh pria ini, kini di lepas kembali oleh pria ini juga, ada apa?


Itulah isi di dalam pikhiran Ariell saat ini hingga ia tidak sabar ingin langsung bertanya.


"Nando apa yang_


"Sekarang aku telah melepasmu Ariell, aku mundur. pernikahan kita batal, dan kalian bisa memperjuangkan cinta kalian yang belum usai, karena aku tahu kalian masih saling mencintai, hanya karena menuruti ego dari diri kalian masing-masing-lah yang memperumit hubungan kalian sendiri, terutama kau." pungkas Nando dengan mantap.

__ADS_1


Deegg..


Membuat Ariell mematung seketika, sungguh ia sangat terkejut tidak menyangka Nando akan membicarakan semua hal seperti ini padanya, terlepas Nando yang begitu mencintainya dari dulu.


"Aku tahu kau memikirkan perasaanku, tidak ingin membuatku tersakiti. tapi aku juga tidak ingin kau merasa tertekan dan lebih merasa memaksakan. jika pun kita teruskan hubungan ini kau tahu siapa yang lebih tersakiti di sini." terang Nando yang masih menggenggam telapak tangan Ariell.


"Nando sungguh aku minta maaf, maafkan aku. tapi kenapa tiba-tiba Nando, apa aku sungguh menyakitimu?" tanya Ariell yang tanpa sadar mengeluarkan bulir air mata sambil menatap Nando dengan lekat.


"Sssttt,, jangan menangis Riell," ujar Nando sambil mengusap air mata itu dengan ibu jarinya.


"Ini jauh lebih baik, dari yang aku kira. dan keputusan yang terbaik untuk kita semua. kau pasti tahu bahwa ada seorang wanita yang sampai detik ini masih menungguku." Ariell langsung menggangguk karena memang mengetahui itu.


"Selama ini aku selalu menyakiti perasaannya, dan terakhir kali aku juga masih membentaknya. aku tidak tahu sebesar itu dia ingin memilikiku, dan aku tidak ingin menyakitinya terlalu jauh lagi." lanjut Nando yang kini menunduk.


Ariell tersenyum mendengarnya." Aku tahu kau mempunyai perasaan lebih padanya, tapi kau masih memperjuangkan perasaanmu padaku, yang ku lihat tidak benar-benar mencintaiku, tapi terlihat seperti sebuah opsesi, maafkan aku bicara seperti ini." terangnya membuat Nando malah semakin menunduk.


Tak lama terdengar bunyi nyaring dari ponsel Ariell yang menandakan ada panggilan masuk.


"Ya halo," terjeda mendengarkan ucapan di seberang sana.


"Apa, baiklah kami akan segera ke sana." jawab Ariell begitu antusiasnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2