Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 115


__ADS_3

"Apa maksudmu? dia_adik Fanya? astaga jangan bilang gadis itu bernama Bonee?" tebaknya tepat sasaran.


Yang langsung di angguki oleh Armand." Aku tidak percaya ini? tapi kenapa wajah mereka sama sekali tidak mirip, Fanya berwajah lokal sedangkan Bonee agak ke bule-bulean bukan?" David menjadi bingung sekali.


"Tunggu_apa kau tidak pernah bertemu dengan Bonee selama ini?" tanya Armand sambil menyesap minumannya.


"Aku hanya bertemu dengannya beberapa kali saja, saat aku berkunjung kerumah Fay dulu, dan itu pun dia masih kecil, saat aku dulu pindah ke Ibukota, aku masih duduk di bangku menengah pertama lalu bersahabat dengan mereka berdua, dan Fay banyak bercerita tentang adiknya itu yang bernama Bonee, tapi kata Fay sejak Bonee berusia delapan tahun ia tinggal di bandung ikut tantenya. jadi aku tidak sering bertemu dengannya." terang David sebenarnya.


"Pantas saja, pasti dia juga tidak mengenalmu? atau hanya mendengar namamu saja, sama sepertimu." sahut Armand.


"Entahlah, tapi kenapa wajah Bonee sangatberbeda, sedangkan wajah Fay begitu mirip dengan wajah om Bram, apa dia mirip Ibunya?" celetuk David lagi.


"Bisa jadi Bro, Eh aku pergi dulu ya, lihat wanita ini sudah lama menungguku." Armand pun akhirnya pergi meninggalkan David yang masih duduk terdiam.


"Oke, *th*anks Bro waktunya."


Flashback off


...----------------...


Sore harinya Bryan mengajak istrinya itu ke Mansion Fredly kakaknya, sekarang masih dalam perlajanan.


"Daddy.!!" teriak Ken langsung berlari begitu melihat Bryan dan Ariell yang baru sampai dan berjalan ke ruang keluarga.


"Hay jagoan Daddy, apa Ken nakal selama di sini?" Ken langsung menggeleng sambil memeluk erat lehernya.


"Nah lihat siapa yang datang, pengantin baru kita yang selalu honeymoon di setiap tempat, bagaimana? berapa putaran semalam sampai lupa pada semua.!" celetuk Fredly membuat semuanya terkikik geli.


Apalagi wajah Ariell yang langsung memerah seperti tomat, Bryan langsung menoleh masih menggenggam erat jemari lentiknya.


" Iya dong, mumpung Ken bisa di ajak kerja sama, kenapa tidak agar cepat jadi, benar 'kan Bray? Mama sudah pengen gendong cucu lagi." sahut Mama Lidya, semakin membuat Ariell malu.


"Sudah-sudah, lihat Ariell jadi malu kan di godain terus-terusan." timpal Belinda yang baru masuk setelah memandikan baby Meo.


"Hay ganteng, sama Aunty yuk.' Ariell lebih memilih menggendong Meo dari pada menanggapi pertanyaan absurd dari kakak ipar dan Mama mertuanya.


"Tuh 'kan sudah pantas, bikin yang banyak ya, Nenek juga kepengen gendong cicit." giliran Nenek Dhisa membuat suasana semakin bertambah ramai.


"Iya semuanya doain aja, supaya cepat di kasihnya, Ken sudah mandi ya?" balas Bryan mengintrupsi mereka, agar tidak membicarakan itu lagi.


"Sudah Dad, tadi di bantuin sama Nenek," tunjuk Ken pada Ibu Ayu, yang langsung tersenyum menatap bocah tampan itu.


"Jadi gimana? kalian kapan kembali? Ibu sama Nenek pulang besok ya?" ujar Ibu Ayu menatap putri dan juga menantunya itu bergantian.

__ADS_1


Bryan dan Ariell yang sedang asyik menggoda Meo langsung menoleh, dan saling pandang sejenak.


"Mungkin kita besok juga balik Bu, soalnya Ken 'kan sudah mulai sekolah, ya kan sayang." jawab Bryan sambil menatap istri cantiknya itu.


" Iya Bu, besok kita barenagn aja."


" Lho bukannya kalian berencana honeymoon tiga hari disini, kenapa terburu-buru, nanti biar Mama yang akan menjaga Ken disana." sahut Mama Lidya menatap mereka berdua.


" Itu memang rencana awal Bryan Ma, tapi Ariell mengajak pulang aja,'kan kita masih bisa kita honeymoon dirumahhh, aww sakit Bee." Bryan mengusap sisi perutnya yag kena capitan barusan dari siapa lagi kalau bukan Ariell istrinya.


Sementara yang lain sudah kembali cekikikan melihat tingkah duo sejoli ini, yang semakin hari semakin mesra saja.


Mereka pun akhirnya mengobrol-ngobrol sambil bersenda gurau.


...----------------...


Tak terasa sudah lebih dari sebulan pernikahan Bryan dan Ariell, mereka hampir setiap hari selalu tak pernah absen untuk melakukan olah raga malam mereka.


Yang semua pasti tahu olah raga macam apa yang mereka lakukan, kalau bukan mengadon bayi.


Ariell baru saja keluar dari kamar mandi dan akan turun ke bawah untuk membuatkan sarapan buat suami dan putranya.


Ariell akan membuat nasi goreng seefood saja yang mudah dan cepat, soalnya pagi ini dia terlambat bangun.


Saat baru saja memasukkan bumbu, perutnya tiba-tiba mual merasakan gejolak yang hebat, ia langsung mematikan kompor dan berlari cepat ke arah wastafel untuk mengeluarkan sesuatu yang sangat mengganggunya itu.


"Non Ariell kenapa?" tanyanya begitu panik sambil membantu memijit tengkuk majikannya tersebut.


"Tidak tahu Bi, perutku seperti di aduk-aduk rasanya," keluh Ariell masih berusaha memuntahkan sesuatu tapi hanya cairan saja yang keluar dari mulutnya.


" Apa Non sedang hamil? biasanya itu tanda-tanda hamil muda Non mual dan sakit kepala begitu." sahutnya sambil mengambilkan tisu lalu menyerahkannya pada Ariell.


Ariell pun baru teringat kalau dirinya sudah dua minggu lebih belum mendapati masa periodenya.


"Sini biar Bibi lanjutin Non, ini mau buat nasi goreng ya Non?"


"Iya Bi tolong ya, oh iya Bi nanti selesai ini tolong Bibi belikan alat buat test kehamilan ya." ujarnya yang memang merasa sedikit pusing saat bangun tidur tadi.


"Baik Non," setelahnya Ariell berjalan ke atas akan membangunkan Kenzie untuk ke sekolah pagi ini.


Ariell pun memasuki kamar mandi serta membawa tes pack yang baru saja di belikan sang Bibi, ia membawa dua sekaligus untuk memastikannya.


Sambil menunggu harap-harap cemas ia menggigit ujung jarinya sambil menatap ke arah dua benda yang sudah ia celupkan ke dalam wadah kecil itu.

__ADS_1


Setelah sepuluh menit menunggu, perlahan ia mengambil satu buah lebih dulu ia melihat dua garis tapi yang satu agak samar.


Ia pun mengambil yang satunya lagi, dan mengamatinya dengan seksama, dan dua garis terlihat begitu jelas, ia sungguh hamil.


Ariell sungguh tidak menyangka akan di beri kepercayaan secepat ini, ia pun menangis dalam diam masih memegang benda tersebut.


"Bee, kau di dalam?" teriak Bryan dari luar, membuat Ariell segera membuka pintunya dan langsung berhambur memeluk suaminya.


"Sayang kau kenapa? kau sakit?" tanya Bryan bingung karena melihat istrinya itu menangis sambil memeluknya erat.


Bryan mengurai pelukan itu lalu menatap istrinya yang masih sesegukkan," Bee ada apa?" tanyanya gusar.


Ariell memperlihatkan benda yang masih ia pegang itu kepada suaminya, " Ini apa?" tanya Bryan bingung.


Bangun tidur langsung di sodorin benda yang tidak pernah ia lihat sebelumnya, katakan saja dia sedikit bodoh kalau dalam urusan beginian, sebab pekerjaan bisnisnya jauh lebih penting di bandingkan mengurusi hal yang tidak penting lainnya.


Bryan memang tidak mengerti, dulu bahkan saat Fay hamil dia tidak di perlihatkan benda semacam itu, tapi Fay langsung mengajaknya ke dokter, dengan alasan memeriksakan kondisi tubuhnya yang kurang sehat.


"Kamu tidak tahu dengan benda ini?" Bryan menggeleng masih terus melihat test pack tersebut.


"Maksudnya apa yang positif?" sambil mengerutkan keningnya ia menatap istrinya itu.


.Ada yang kangen duo sejoli ini gak, yang semakin mesra.



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.

__ADS_1


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2