
Hari sudah malam saat Bryan pulang dari kantornya, ia turun dari mobil begitu ia sampai ke Villa bersama dengan Felix.
Setelah menurunkan bosnya, Felix pun melajukan kembali mobilnya akan pergi menemui seseorang di luar sana.
Bryan pun berjalan masuk ke dalam dan mendengar ada suara dari arah dapur, ia pun mengurungkan niatnya yang akan masuk ke kamarnya, dan berjalan melihat siapa yang berada di dapur malam begini.
Saat tiba disana ternyata adalah istrinya yang masih berkutat di dapur itu tengah mencuci perabot rumah, Bryan pun berjalan mendekati istrinya setelah meletakkan beberapa map di atas meja makan.
Tangannya pun ia selipkan di pinggang ramping istrinya,"Bee kau masih di sini?" bisiknya sambil meletakkan kepadanya di bahu Ariell.
Ariell pun tersenyum sembari mengeringkan tangannya karena baru saja selesai mencuci alat makan, lalu kepalanya menoleh ke samping.
"Iya aku menunggumu dari tadi, kau sudah makan malam?" Ariell memutar tubuhnya membuat mereka berhadapan, dan melingkarkan kedua tangannya ke leher suaminya itu.
"Aku sudah makan tadi di luar," Bryan tersenyum sambil menatap wajah cantik istrinya itu, tangan satunya menyentuh dagu Ariell lalu perlahan mulai memotong jarak wajah keduanya.
Ariell yang mengerti bahwa suami mesumnya ini akan menciumnya, ia lebih dulu menghindar dari serangan itu," Mandi dulu baru cium-cium." lalu ia pun berlari masuk ke dalam kamar.
Bryan pun tersenyum dan mengejar istrinya yang melarikan diri, beruntung Ken sudah tidur di kamarnya, kamar yang bersebelahan dengan kamar mereka.
Ternyata Ariell masuk ke dalam kamar mandi, menyiapkan air hangat untuk suami mesumnya itu,"Ayo temani aku mandi, aku lapar." bisik Bryan tepat di telinga Ariell.
Membuat bulu kudukya seketika meremang, ia tahu apa maksud ucapan tersembunyi dari suami mesumnya ini.
Tapi belum sempat ia menjawab Bryan sudah lebih dulu menanggalkan pakaian yang menempel di tubuhnya, dan menariknya ke dalam bathtup.
Kalau sudah begini, ia hanya bisa pasrah dengan tingkat kemesuman suaminya yang semakin hari semakin bertambah saja.
"Kau sungguh membuatku setiap hari tidak bisa berhenti untuk tidak memakanmu sayang," bisik Bryan dengan suara yang sudah semakin berat sambil terus menciumi tengkuk dan bahu mulus istrinya itu.
"Eemghh..." lenguhan dari istrinya membuat Bryan semakin terbakar na***unya. ia pun memutar tubuh istrinya mendudukkan di atas pangkuannya.
Dan langsung menciumi bibir pink yang sedikit terbuka itu dengan lembut, ciuman itu semakin menuntut pada hal yang lebih.
Tak lupa tangan Bryan meraih tangan istrinya untuk membelai djordy miliknya yang sudah menegang sempurna." hand job sayang." pintanya di sela-sela ciuman mereka.
Ariell pun menuruti keinginan suaminya itu, tangannya langsung meremas lembut seolah memijatnya,"Owwhhgg,, enak sayang."
Bryan mendongak pasrah merasakan lembut usapan tangan istrinya yang sangat lihai bermain, mengusapnya dari bawah ke atas bahkan mencekramnya sayang.
__ADS_1
Sedangkan salah satu tangannya sudah meremas lembut salah satu aset kembar milik istrinya itu, " kau ingin melakukannya disini sayang." suara Bryan semakin parau menahan gejolak itu.
Ariell hanya menggeleng lemah, membuat Bryan langsung mengangkat tubuh mungil istrinya itu keluar dari bathtub dan berjalan keluar dari kamar mandi lalu membanting tubuh isyrinya ke atas ranjang.
Bryan melanjutkan aksinya kini satu jarinya ia masukkan ke dalam inti yang sudah basah itu mengobrak-abriknya, keluar masuk.
Tak lama Bryan mendekatkan wajahnya, menenggelamkannya di antara kedua paha istrinya itu, dan bermain-main di sana."Aahhh...aku mau keluar.." rancau Ariell yang sudah tidak karuan.
"Yahh, aku menunggunya Bee."
Ariell pun sudah tidak mampu lagi menahan gejolak itu lagi, ia melenguh panjang dan meraih rambut suaminya saat puncaknya terwujud.
Bryan sendiri mengerang saat tahu bahwa istrinya sudah merasa puas diri, tapi ia masih tetap berada di sana menikmati sisa-sisa kenikmatan istrinya itu.
Tak lama Bryan menarik dirinya dan bersiap akan memasuki tubuh istrinya itu, seketika membuat Ariell menatap ke bawah melihat djordy yang kokoh berurat milik suaminya itu di gesekkan pada area sensi***nya.
Bryan berusaha menekan miliknya itu agar semakin masuk ke dalam lagi," Oh,,s**hit." racaunya nikmat tiada tara saat ia merasa si djordy menyentuh dinding rahim milik istrinya itu.
Perlahan ia menggerakkan pinggulnya dengan hati-hati, kemudian menambah ritmenya terus menghentaknya sedikit kasar.
Lalu bibirnya pun menyambar bibir mungil yang selalu meneriaki namanya itu,"Oouucchh..Bryan."
Saat di rasa istrinya itu sudah mencapai puncaknya untuk kedua kalinya, baru ia semakin leluasa bergerak dan tak lama ia pun melepaskan kenikmatannya sendiri sambil memeluk erat tubuh istrinya itu.
Tak lama ia bangkit dari atas tubuh istrinya lalu mengelus perut yang masih rata itu berharap semoga kecebong-kecebong unggulnya itu segera membuahi dan lahirlah seorang princess yang sangat cantik seperti istrinya.
"Sayang semoga cepat jadi di dalam sini," ucap Bryan sambil terus mengusap perut rata istrinya.
Ariell pun tersenyum menatap suaminya, ia pun juga berharap semoga ia cepat di beri momongan seperti kebanyakan para istri di luar sana.
Yang pasti menginginkan kehadiran seorang buah hati setelah mereka mernikah.
"Oh iya kita besok pergi ke hotel kita yang baru akan di buka, kita kedatangan aktris ibukota, Ariel Tatum dan chef Farah Quinn yag akan menyambut memeriahkan acara tersebut." terangnya sambil memeluk istrinya dari samping.
Tak lupa ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya." Kenapa harus mengundang chef lain, kenapa bukan istrimu sendiri? apa karena istrimu ini tidak seterkenal mereka? kurang cantik hah!" sarkasnya menggerutu sambil melirik sebal pada suaminya itu.
Membuat Bryan malah terkekeh geli, semakin gemas melihat istrinya yang sudah marah-marah lagi padanya seperti dulu.
"Bukan begitu sayang, kalau istriku yang cantik ini menjadi tamu special di acara besok. lalu siapa yang yang berdiri di sampingku? kau hanya akan jadi tamu special untukku, bukan untuk umum." jelas Bryan membuat Ariell seketika tersenyum malu, bahkan ia membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.
__ADS_1
Membuat Bryan semakin terkekeh, " Oh iya bagaimana Manager barumu itu?" Bryan baru teringat kalau istrinya sudah mendapatkan orang pengganti Nando.
"Walaupun dia masih muda dariku, tapi dia orangnya cukup kompeten kok, aku suka cara kerjanya, dia seorang perempuan namanya Cinta, itu juga rekoment dari Jessy, karena dia dulu pernah ikut Jessy waktu sebelum Jessy ikut suaminya ke LN." terang Ariell sambil jari telunjuknya menari-nari di dad* suaminya membuat desiran aneh yang merambat di diri Bryan.
"Baguslah kalau kau menyukainya, paling tidak sahabatmu itu sudah tahu dia orangnya seperti apa, dan sebaiknya kita cepat tidur, kau sudah menguap sedari tadi Bee, kau lihat." tunjuknya ke arah bawah sana, djordy nya yamg mulai bangun kembali.
"Atau kau ingin putaran yang kedua.?!" tawar Bryan sambil menyeringai jahil sambil menaikkan salah satu alisnya.
Ariell seketika langsung memukul dad*nya pelan," Issh menyebalkan, kenapa kau jadi mesum begitu." gerutunya sambil memutar tubuhnya untuk membelakangi suaminya itu.
Tapi Bryan malah mendekat dan memeluk istrinya dari belakang, melingkarkan tangan kekarnya itu ke perut rata istrinya."Tapi kau suka 'kan?!" tak ada jawaban.
"Night Bee." bisiknya sambil mencium tengkuk istrinya yang ternyata sudah memejamkan kedua netranya.
"Hmm.." hanya gumaman yang ia dengar dari istrinya, tak lama mereka pun terlelap bersama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..
__ADS_1