
Masih Bryan 💓 Ariell
Siang itu di area kantin terlihat ramai sudah di penuhi para mahasiswa mahasiswi yang menikmati makan siangnya.
Di meja paling pojok Ariell beserta sahabatnya juga tengah menikmatinya sambil bersenda gurau.
"Astaga serius, aku gak kebayang gimana reaksinya dan seluruh keluarganya setelah membaca itu." ujar Jessy yang masih tertawa terbahak bahak setelah Ariell menceritakan perihal kejadian yang kemarin, dan di ikuti si Kadek di samping Jessy juga ikut tertawa bersama. bahkan mereka sampai mengeluarkan air mata bahagia.
Bagaimana Ariell tidak bahagia coba, di saat rasa kesalnya kemarin kemarin sudah terbalaskan lunas.
"Eiittss tunggu dulu guys, tapi aku dengar dengar dia bahkan belum menikah lho, siapa tahu itu keponakannya kan.?!" jelas Kadek membuat mereka menghentikan tawanya sebentar.
"Mana aku tahu, itu hanya dugaan ku saja, tapi dia sendiri yang menyebutnya 'putriku'." jawab Ariell melanjutkan tertawanya.
Tak lama Kadek dan Jessy terdiam saling pandang, lalu Jessy mendekatkan mulutnya ketelinga Kadek," Sepertinya akan ada perang dunia ketiga Dek." bisik Jessy pelan membuat Ariell menatap curiga pada kedua sahabatnya itu yang saling berbisik bisik.
"Kalian kenapa sih, bisik bisik tetangga gitu. ngomongin aku ya,?" tebak Ariell menatap sinis keduanya.
"Bukan, bukan itu,, itu,," tunjuk Kadek ke arah belakang Ariell, dengan dagunya membuat Jessy dan Kadek yang memang berada di hadapan Ariell seketika gugup.
"Itu itu apa sih," Ariell yang bingung langsung memutar sedikit tubuhnya ke belakang masih dengan posisi duduknya.
Deg
Seketika tubuhnya menegang, seoalah jantungnya berhenti berdetak, di tambah keringat dingin mengucur di seluruh tubuhnya, matanya membulat sempurna menatap sepasang manik yang tajam itu kini menatapnya tidak kalah tajam seakan ingin menerkam mangsanya bulat bulat.
Pria itu berjalan semakin mendekat ke arah Ariell, reflek Ariell langsung berdiri sambil menelan salivanya susah payah.
Ya Ariell sedikit takut melihat tatapan yang di berikan Bryan kepadanya," H-hai." sapa Ariell dengan gugupnya.
Bryan bergeming tak menanggapi sapaan basa basi yang di lontarkan Ariell padanya. ia langsung menggenggam erat pergelangan tangan Ariell menarik paksa mengajaknya pergi ke luar area kantin.
Ariell berteriak meronta ronta." Lepasin tangan aku gak.!" bentak Ariell keras, tapi tidak di dengarkan oleh Bryan.
__ADS_1
Bryan terus menyeret Ariell melewati lorong lorong kampus, setelah sampai di tempat yang terlihat sepi Bryan langsung melepas pegangan itu. "Kau ingin bermain main denganku rupanya nona kucing,!" tegas Bryan yang sudah menahan emosinya sejak semalaman.
"M-maksudnya apa yaa.?" Ariell bertanya pura pura tidak mengerti walaupun sebenarnya sudah tahu maksud ucapan pria itu.
"Omong kosong.!" gertak Bryan sambil mempertegas rahangnya, tangannya mengurung tubuh Ariell sisi kanan kirinya semakin menghimpit tubuh ramping itu ke dinding. membuat Ariell terkesiap pias menatapnya.
"Wait, apa yang kau lakukan, hello disini kamu yang cari masalah duluan sama aku.!!" Ariell menatap tak kalah tajamnya, ia tidak bisa bersikap tenang menghadapai pria kutup utara ini.
Bryan semakin naik darah mendengar ocehan yang keluar dari mulut manis gadis itu, tangannya langsung terulur menarik tengkuk Ariell lalu men-stempel bibirnya pada bibir ranum milik Ariell, membuat Ariell tersentak kaget, kedua netranya membola seketika seakan bola matanya akan keluar saat itu juga, karena sikap kurang ajar yang di berikan Bryan untuknya.
Bryan masih belum melepaskan kecupan itu, malah semakin memperdalam pa**tannya, mel*matnya, serta mencecap merasakan bibir manis milik gadis itu, membuat darahnya seketika berdesir hebat. mengalirkan sengatan listrik ke inti bawah tubuhnya sampai naik ke atas ubun ubun. Shit. umpatnya dalam hati.
Sedangkan Ariell yang baru tersadar ia masih tetap mengunci mulutnya, mencoba memberontak dan mendorong keras dada bidang Bryan, tapi sepertinya usahanya itu hanya sia sia karena kekuatannya tidak sebanding dengan pria itu.
Selama beberapa menit akhirnya Bryan pun melepas pag*tan itu lantas mengusap sisa salivanya yang menempel di bibir Ariell dengan ujung ibu jarinya, lalu kembali menatap tajam pada gadis itu yang terlihat terengah engah sambil menghirup udara segar akibat perbuatannya barusan..
Setelah puas menghirup oksigen dan baru menyadari sudah terbebas dari terkaman sang predator, Ariell langsung mendaratkan tamparan cantik ke sisi wajah kiri Bryan. membuat pria itu menoleh ke kanan, bukannya marah tapi pria itu justru tersenyum sinis.
Setelahnya Bryan melangkah pergi setelah menatap Ariell sekilas dan meninggalkan gadis itu yang terlihat sangat shock Ariell langsung meluruh lemas ke lantai.
Bryan yang melihat dua sahabat Ariell yang berdiri tak jauh dari mereka, mereka terlihat ketakutan karena di tatap tajam oleh Bryan, bahkan sedari tadi mereka sudah berada di situ dan telah menonton adegan drama dari duo sejoli itu.
Lalu Bryan menghampiri mereka.." Bawa dia sekarang kembali ke dalam kelas." titahnya dan langsung di angguki cepat oleh keduanya. mereka langsung berlari menghampiri Ariell.
Tanpa mereka sadari sejak awal ada seseorang yang merekam adegan itu, setelah mendapatkannya ia langsung pergi sambil tersenyum licik.
"Ayo kita kembali ke dalam kelas." ucap Jessy sambil merengkuh bahu Ariell di ikuti Kadek yang menggandeng lengan Ariell satunya.
Ariell nampak bergeming tapi mengikuti kemauan sahabatnya. ia merasa sangat kesal pada pria es itu, ini tidak seperti apa yang telah ia bayangkan sebelumnya.
Sebelum sampai ke kelas mereka Ariell menghentikan langkahnya membuat kedua sahabatnya ikut berhenti. " Aku ingin pulang."lirih Ariell pelan.
Jessy dan Kadek saling menatap sesaat lalu setelahnya mereka mengangguk mengerti apa yang tengah di rasakan oleh sahabatnya itu dan mereka pun mengantarkan Ariell pulang. tak akan membiarkan sahabatnya itu pulang sendiri dalam keadaan yang seperti ini.
__ADS_1
Mereka semua tidak tahu saja suasana di kantin tadi bahkan sudah se-isi kampus, suara krusak krusuk terdengar membicarakan Ariell dan Bryan bahwa mereka berdua mempunyai hubungan khusus.
...----------------...
Sedangkan di sisi lain terlihat seorang pria mengumpat kasar di dalam toilet pria. "Shit sial, sial kenapa aku malah menikmatinya.!" gerutu Bryan mendesah pelan tidak ingin ada orang lain yang mendengarnya.
Ia membasuh mukanya kasar, lalu menatap pantulan dirinya di dalam cermin. tiba tiba adegan plus plus yang ia lakukan beberapa menit yang lalu melintas dengan jelas di depan matanya.
Membuat Bryan frustasi, menarik kuat rambutnya, setelah bebetapa menit di rasa tenang ia kemudian keluar dari toilet dan kembali ke dalam kelas.
Semua tatapan mahasiswa di luar bahkan di dalam kelas hanya mampu melirik sekilas padanya, tapi tidak ada yang berani berucap apalagi menegurnya.
Sesampainya di kelas ia langsung duduk ke tempatnya. " Hai Bro jadi itu benar.?" tanya Armand sambil duduk di sebelah Bryan, ia baru saja mendengar gosip tersebut, tapi Bryan memilih bergeming tidak ingin membahas masalah itu sekarang, terlebih di dalam kelas.
Tiba tiba ada seseorang yang mendatangi mereka berdua, ia langsung menduduki bangku yang berada di depan bangku Bryan, tapi tubuhnya menghadap ke arah mereka.
Menatap tajam ke arah Bryan seolah mereka adalah musuh bebuyutan selama ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih jangan lupa dukung terus dengan kasih like dan hadiahnya...Thanks all..
__ADS_1