
Sesampainya di gedung paling atas yaitu sebuah Penthouse, Bryan langsung masuk ke dalam masih dengan menggandeng pinggang istrinya dengan mesra.
"Aku akan membersihkan diriku, kau boleh kembali ke bawah untuk bergabung dengan teman-temanmu itu." seru Ariell sambil melepas semua aksesoris yang menempel hampir di seluruh tubuhnya.
"Aku akan membantumu terlebih dahulu, baru setelahnya aku juga ingin bersih-bersih, rasanya badanku sudah teralu lengket." tolak Bryan sambil tanggannya melepas sesuatu hiasan besar di atas kepala Ariell.
Ariell pun diam membiarkan Bryan melakukannya," Apa kepalamu tidak berat membawanya besar ini.?" tanya Bryan sambil melepaskan pelan-pelan benda itu.
"Iya, kepalaku sedikit pusing, tapi sekarang sudah lebih baik, sudah aku mau mau bersih-bersih dulu." Ariell sudah berjalan menuju ke kamar mandi meninggalkan Bryan yang kini melepas semua pakaiannya yang masih menempel.
Baru lima menit masuk ke dalam Ariell memanggil Bryan. "Sayang bisa tolong aku sebentar," teriak Ariell dari dalam kamar mandi, membuat Bryan yang mendengarnya langsung berlari cepat.
"Kenapa? kau melupakan sesuatu?"
"Bisa kau bukakan baju belakangku, ternyata sangat sulit sekali," cicit Ariell, membuat Bryan terkekeh dan langsung membantunya tanpa bertanya lagi.
Setelah pakaian Ariell terbuka dan langsung jatuh ke lantai, Bryan dengan sengaja malah membelai punggung halus milik Ariell.
Membuat Ariell langsung memejamkan kedua matanya sejenak, tak lama ia membuka matanya lebar-lebar saat Bryan berhasil menjatuhkan kain penutup kedua aset kembarnya itu membuatnya tersadar dan menahan tangan Bryan yang sudah bergeriliya kemana-mana.
"Stop Bryan, ini bukan waktu yang tepat." ujar Ariell sambil menutup kedua aset kembarnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya.
"Kenapa Bee, kau tidak ingin aku melakukannya, kita sudah menjadi pasangan suami istri bukan?" balas Bryan dengan suara sedikit parau karena menahan gejolak yang sudah mulai bangkit.
"Kau masih sakit ya, sekarang keluarlah sebelum aku yang keluar!" desis Ariell, membuat Bryan mau tidak mau akhirnya keluar sambil mengerucutkan bibirnya.
"Tambah galak saja kucing betinaku ini." gerutunya sambil melangkah keluar.
__ADS_1
Tak lama Ariell pun keluar dengan menggunakan handuk kimononya, Bryan yang melihat itu dengan sengaja melingkarkan kedua tangannya di pinggang Ariell.
Yang membuat Ariell langsung berjingkat saking terkejutnya. " Astaga kau mengejutkanku, ih sudah sana mandi!," Ariell menepis tangan Bryan dan berjalan ke arah walk in closet.
Bryan pun akhirnya melangkah ke kamar mandi, tiga puluh menit kemudian setelah selesai dwngan ritualnya ia keluar dan melihat istrinya yang ternyata sudah berbaring di atas ranjang.
Bryan hanya tersenyum, lalu dengan cepat ia memakai baju kasualnya kaos polos dan celana pendek berbahan kain,lalu merangkak naik ke sisi ranjang yang kosong di samping istrinya itu.
"Bee kau sudah tidur?" tak ada jawaban, Bryan pun semakin mendekat dan mendengar nafas teratur dari Ariell yang ternyata sudah di alam mimpi.
"Padahal aku berniat akan memijat kakimu yang terasa pegal, kau pasti sangat kelelahan, baiklah aku turun menemui mereka sebentar tidak akan lama." Bryan mengecup sisi pelipis istrinya, lalu berjalan keluar kamar.
...----------------...
"Waahh, lihat pengatin baru kita, kenapa kau cepat sekali bermainnya Dude, padahal belum ada satu jam, kau pasti lima menit sudah keluar." Kyle sengaja mengejek Bryan yang baru saja bergabung dengan tampilan santainya.
"Kasian sekali, tidak jadi buka puasa." ejek Kyle lagi yang langsung mendapat lemparan bantalan sofa dari Bryan.
Mereka semua sudah berpindah tempat yang kini berada di ruangan khusus milik Bryan yang berada di lantai satu masih di dalam hotel miliknya.
"Dimana Richard dan Armand? sudah pada masuk ke kandangnya? " tanya Bryan mengalihkan pembicaraan mereka, karena tidak ingin membahas lebih jauh lagi urusan yang menyangkut pribadinya.
"Sudah pasti, kalau Armand entah kemana dia, sebab sedari tadi aku perhatikan di sedikit aneh, walau sikapnya tenang, tapi juga mencurigakan." Jawab Lucas yang memang mengamati Armand sedari awal.
"Oh, pasti dia bersama Bonee sekarang.!"
"Pantas saja, dari awal melihat aku sudah menduga, hanya dengan melihat gelagat mereka berdua tadi, padahal aku berniat mendekati gadis itu tadi." seru Levon yang memang pandangan matanya sudah terhipnotis pada sosok Bonee gadis yang terlihat mungil itu.
__ADS_1
"Kau ini dokter jabul siapa pun yang terlihat cantik, pasti kau berniat mendekatinya, mereka sepertinya sudah menjalin asmara Dude." seloroh Andrew membuat semuanya terkekeh.
"Kau ini mereka baru pendekatan saja, belum sampai ke tahap yang lebih serius." timpal Bryan.
"Berarti masih ada kesempatan buatku." sahut Levon tersenyum penuh arti.
"Kau tidak melihat wajah garang kakakmu itu." seru Kyle pada Levon membuat yang lain juga ikut menatap Lucas yang ternyata menatap tajam pada sang adik.
"Ada apa Bli? aku hanya bicara apa adanya, kenapa kau sangat tidak suka sekali melihatku mencari seorang kekasih?" ujar Levon dengan mencebikan bibir bawahnya.
"Mungkin dia iri denganmu, secara dia 'kan baru di tinggal sang kekasih!" membuat semuanya kembali terkekeh melihat raut wajah lucu Lucas yang berubah galau.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..