Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 116


__ADS_3

"Maksudnya apa yang positif?" sambil mengerutkan keningnya ia menatap istrinya itu.


Membuat Ariell menghela nafas panjangnya, " Ini adalah alat untuk mengetest kehamilan, sudah jelas Mr.Djandra.!" ucapnya penuh penekanan.


"Maksudnya ini, kau hamil Bee? benar kau sedang hamil?" tanya Bryan sudah berkaca-kaca, ia kembali memeluk tubuh istrinya dengan erat.


Tangannya terasa begitu gemetar saat ia meraih benda tersebut, pandangannya terasa buram akibat air mata yang berdesakan ingin keluar.


" Ya aku benar-benar hamil sayang." Ariell tersenyum dan meraih tangan suaminya yang lain, dan membawanya ke atas perutnya yang memang agak bulat itu.


Ini untuk yang pertama kalinya ia merasakan kebahagiaan yang luar biasa, dulu bahkan saat dokter mengatakan Fay sedang mengandung, ia nampak sedikit terkejut tapi kemudian bersikap biasa saja.


"Ya Tuhan terima kasih Engkau sudah mengabulkan doa-doa kami." panjatnya dengan berlinang air mata.


Kepala Bryan mendekat, setelah menyingkap dress pendek yang di pakai istrinya itu dan ia mencium perutnya yang terlihat agak lebih bulat dari biasanya.


Oh ia tidak masalah jika istrinya itu menjadi sedikit lebih gemuk, atau sangat gemuk karena tengah mengandung buah hati mereka, ia akan selalu mencintai wanita ini.


" Oh Bray," tangan Ariell menahan kepala suaminya yang sudah hampir menciumi kulit mulus di balik kain segitiga tipis yang ia pakai saat ini." Ini."


Bryan mendongak menatap Ariell yang menunduk padanya, kedua tangan wanita itu juga masih berada di atas kepalanya." Ada apa Bee?"


Ariell melepaskan kedua tangannya, " Ini hadiah dariku, kau 'kan besok berulang tahun." ucapnya sambil tersenyum manis.


"Ya, dan ini adalah hadiah yang sangat istimewa di hari lahirku tahun ini," tangis Bryan pecah seketika sambil menciumi perut istrinya itu.


Tangan Ariell membelai rambut suaminya dengan lembut saat sedang menangis, Bryan ingin berhenti tetapi rasanya air matanya sudah tidak bisa di bendung lagi.


Bryan merasa sangat terharu dan bahagia, ini adalah perasaan yang luar biasa yang muncul dari dalam dirinya ketika tahu bahwa ia akan memiliki seorang anak dari darah dagingnya sendiri.


Seseorang yang akan ia cintai lagi selain putranya Ken, dan yang akan semakin menguatkan cintanya dengan Ariell.


Ketika air matanya benar-benar sudah berhenti, Bryan menarik istrinya untuk duduk di atas pangkuannya dan menciumi wanita itu dengan kebutuhan yang sangat mendesak.


Tangannya sudah bergeriliya kemana-mana, saat ini Bryan butuh melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman, sudah di pastikan sebab si djordy sudah menegang di balik celana boxernya itu.


Ariell yang mengerti bahwa suaminya akan meminta jatah paginya, ia dengan cepat melepas ciuman itu dan beranjak berdiri, di saat ia juga merasa perutnya kembali di aduk-aduk.


Ariell berlari kembali masuk ke dalam kamar mandi, dan memuntahkan aoa yang ingin keluar, walaupun tetap sama hanya cairan bening saja.

__ADS_1


Bryan menatap istrinya sedikit kesal sebenarnya karena tiba-tiba sang istri melepas hal yang sangat mengenakkan itu.


Tapi ia pun terlihat panik saat melihat sang istri berlari ke kamar mandi, dan muntah-muntah seperti itu, membuatnya kasihan.


"Bee kau tidak apa-apa? kita ke dokter ya?" serunya sambil memijat tengkuk istrinya dengan pelan.


"Aku tidak apa-apa, orang hamil muda katanya memang seperti ini." elaknya sambil berjalan keluar dan duduk di bibir ranjang di ikuti sang suami.


" Apa yang kau rasakan sekarang? masih mual? tapi kita harus ke dokter sayang, untuk pemeriksaan pertama." Ariell pun mengangguk membenarkan ucapan suaminya.


"Dimana Ken? dia sudah berangkat?" tanya Bryan tak melihat putranya yang biasanya masuk ke dalam kamar mereka dan membangunkannya.


"Iya, dia sudah pergi bersama Felix, ya sudah aku akan pergi mandi setelah itu kita kedokter, tapi kau tidak sedang sibuk di kantor 'kan?" Ariell sudah beranjak kembali dan akan melangkah.


"Tidak apa, bisa aku kerjakan nanti, yakin bisa sendiri mandinya? kita mandi bersama saja, itu jauh lebih baik." saran Bryan sebab sedang menginginkan yang lainnya juga tentunya.


Ariell yang mengerti ada djordy di balik boxer sang suami itu pun dengan cepat ia mengelak.


" Aku mandi sendiri saja, aku tahu pasti itu modusmu agar tercapai keinginan mesummu itu." balasnya.


Ariell tetap melangkah tapi tiba-tiba tubuhnya sudah melayang, Bryan langsung menggendong istrinya dan mendudukkannya di atas dekat wastafel.


...----------------...


Akhirnya Bryan dan Ariell langsung pergi ke rumah sakit di tengah kota, saat selesai menyantap sarapan mereka.


" Mrs. Djandra, silahkan masuk." panggil seorang perawat kepada mereka yang sedari tadi duduk di ruang tunggu, menunggu giliran.


Menunggu adalah hal yang sangat membosankan bagi Bryan tapi bagaimana lagi, ini permintaan sang istri.


Tapi setelah dari sini ia harus meminta nomor ponsel milik sang Dokter itu nanti, untuk membuat jadwal sendiri sebelum mereka datang untuk memeriksa kembali bayi mereka.


Mereka berdua pun masuk kedalam sebuah ruangan dokter kandungan dan langsung di sambut oleh seorang dokter yang masih sangat cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi itu.


" Wah ini kehamilan pertama ya?" tanya sang Dokter tersebut, sambil membaca data buku Ibu hamil yang ia pegang itu.


" Iya Dok." jawab Ariell sedikit kikuk.


"Mari silahkan berbaring di atas sana Mrs," tunjuknya ke arah ranjang yang tidak terlalu besar itu pada Ariell.

__ADS_1


Setelah perut Ariell di olesi sebuah gel, sebuah alat pun di tempelkan ke atas perutnya dan di gerakkan secara perlahan dan menyeluruh.


"Nah coba kalian perhatikan, ini adalah embrionya yang mulai terbentuk tapi masih terus bergerak membelah diri memperbanyak sel. walaupun masih sangat kecil sekali ." ujar sang Dokter, menginformasikan secara detail kepada sang calon Daddy dan Mommy ini.


Bryan dan Ariell pun saling pandang dan saling lempar senyum sesaat, Bryan mengecup punggung tangan istrinya sekilas kemudian menatap ke arah monitor kembali, sebelum alat itu di lepas.


" Ini masih sangat rentan sekali, usinya baru sekitar tiga minggu dengan ukuran sebesar biji kecambah, harus ekstra di jaga ya Mrs, jangan terlalu letih, banyak makan sayur dan buah, juga minum vitamin untuk menguat kandungan." pesan sang Dokter kembali.


" Iya Dok, tadi pagi mual dan muntah-muntah begitu Dok." jelas Bryan.


" Iya baik itu sangat wajar bagi ibu hamil di kehamilan trimester awal seperti ini, ada juga Ibu hamil yang mengalaminya sampai waktu akan melahirkan tiba, saya akan meresepkan beberapa vitamin yang harus Mrs.konsumsi." terangnya kembali.


" Terima kasih Dok." serunya serempak, sambil keluar ruangan setelah menjabat tangan sang Dokter secara bergantian.


Di perjalanan pulang Bryan tak henti-hentinya tersenyum dan menciumi punggung tangan istrinya itu sedari tadi.


" Kamu terihat sangat bahagia sekali?" tanya Ariell sedikit geli dengan tingkah sang suami.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..

__ADS_1


__ADS_2