
Bryan baru saja mendarat di bandara S-H sambil menggendong putra tampannya Kenzie yang selalu ingin ikut, sambil menarik sebuah koper yang tidak terlalu besar.
Mereka baru saja keluar dan berada di lobby dan berjalan setelah melihat mobil yang sangat ia kenal sudah menunggu kedatangannya.
"Kau siapa? dimana Pak Jo?" tanya Bryan saat baru saja akan masuk ke dalam mobil milik keluarganya.
"Saya Sam, putra sulungnya Pak Jo tuan, beliau sedang sakit sudah beberapa hari ini, jadi sementara saya yang menggantikan pekerjaan beliau." jawab Sam sang supir sambil meletakkan koper milik majikannya itu ke dalam bagasi mobil.
"Jadi kamu putranya, Pak Jo sakit apa?" tanya Bryan kawatir dengan supir keluarganya itu, karena beliau sudah mengabdi puluhan tahun pada keluarganya, bahkan saat Bryan masih kecil dulu di antar kemana-mana oleh Pak Jo, sebelum ia mempunyai SIM sendiri.
"Darah tingginya kumat lagi tuan." cicit Sam menjawab pelan.
"Apa sudah di bawa ke dokter?"
"Sudah tuan, tinggal menurunkan tensinya saja." jawab Sam sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Syukurlah." Bryan merasa sedikit lega mendengar Pak Jo sudah membaik," Siapa namamu tadi? kamu terlihat masih muda." tanya Bryan baru mengamati wajah supir kecilnya itu.
"Saya baru saja lulus D1 tuan, panggil Sam saja." sambil melihat majikannya dari kaca spion.
"Sam? Samuel maksudnya?"
"Bukan tuan, nama saya Sampurna."
"Apanya yang sempurna?"
Sam yang di tanya begitu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa bingung.
"Maksud saya nama saya Sampurna tuan, walau tidak sempurna yang terlihat." seloroh Sam tersenyum kikuk di balik kaca spion.
"Oh begitu ya-ya" Bryan berdehem berusaha memasang wajah datarnya, walaupun menahan tawa geli sambil menatap putranya yang terlelap sedari turun dari pesawat tadi.
...----------------...
Sore hari Armand, Bryan dan Andrew sedang menikmati minuman mereka di mini bar dekat ruangan keluarga yang berada di rumah Bryan.
"Kau terlihat segar hari ini 'Ndrew?" tanya Bryan yang mengamatinya sedari tadi.
"Tentu saja, dia kan habis di servis semalaman suntuk, bukan begitu Dude?" goda Armand sengaja menyeringai jenaka.
"Iri bilang bos!" balas Andrew datar.
__ADS_1
"Aku." tunjuk Armand pada dirinya sendiri, "Maksudmu aku iri dengan pemainan celup mencelup-mu itu, ckck yang benar saja. barang tersegel baru aku iri.!" kelakar Armand yang semakin mengolok Andrew yang memang suka bermain dengan wanita yang sudah tak bersegel.
"Kalau itu barang langka woii..!" seru Andrew meneguk habis minumannya lalu berjalan masuk ke dalam ruangan yang tertutup.
"Kalian ini membicarakan
"Daddy." teriak Ken dari arah luar, ia baru saja kembali dari rumah Aunty dan Opanya.
"Hai jagoan, dimana Auntymu?" tanya Bryan sambil berjalan menghampiri putranya.
"Itu_
"Hai Kak,!" sapa Bonita yang baru saja masuk mengikuti Ken dari belakang setelah memarkirkan mobilnya tadi, tiba-tiba langkahnya berhenti walau jaraknya dari Ken masih terlalu jauh.
Bahkan kedua mata Bonita membola, antara terkejut dan bingung, Kenapa pria ini bisa ada di rumah Kak Bryan? batinnya bertanya-tanya.
Bukan hanya Bonita yang terkejut, Armand tak kalah terkejut, tidak akan menyangka pastinya akan bertemu dengan gadis itu kembali.
Bryan yang baru menyadari tatapan Bonee mengarah kepada sahabatnya, begitupun dengan Armand tatapan mereka saling mengunci, hingga kemudian dia pun berdehem keras.
Membuat Keduanya terkesiap," Apa kalian berdua sudah saling mengenal sebelumnya?" tanya Bryan berjalan ke arah sofa sambil menggendong Ken akan mengajaknya duduk.
" Bi Sari." Panggil Bryan pada asisten rumah tangganya, ia adalah istri dari Pak Jo, Bi Sari pun langsung menghadap." Bi tolong temani Ken ke kamar ya untuk bersih-bersih." pintanya dan di angguki oleh Bi Sari.
"Mari Den ganteng, Bibi temanin," ucapnya sambil menggandeng halus tangan Ken menuju kamar majikannya.
"Hai Bonee, apa kau merindukanku? baru minggu lalu kita bertemu. apa aku sudah mengganggu pikhiranmu?" tebak Andrew dengan pedenya yang baru saja keluar dari toilet samping dan mengambil tempat duduk di samping Bonita, membuat gadis itu memutar bola matanya malas.
"Ck" Bryan berdecak mendengar ulah sepupunya barusan yang memang sengaja menggoda mantan adik iparnya itu" Kau berusaha untuk menggoda adik iparku juga?." seru Bryan membuat seseorang mengernyitkan dahinya.
"Adik Ipar yang mana lagi ini?" tanya Armand spontan menatap curiga pada semua.
"Mantan adik Ipar tepatnya." sahut Andrew menjelaskan status Bonita saat ini.
Armand pun mengangguk, setalah tahu jawabannya, "Baiklah jadi dimana kejutan yang kau bilang kemarin." tanya Armand tidak sabar pada sang empu rumah.
"Ada di hadapanmu", balas Bryan sambil melirik ke arah satu-satunya gadis yang berada di ruangan itu.
Membuat semua pasang netra itu menatapnya intens," A-Ada apa denganku?" tanya Bonita gugup di tatap begitu oleh semua pria itu.
"Seperti yang pernah ku jelaskan padamu waktu itu Bonee? kau tidak lupa bukan? " tutur Bryan membuat Bonee baru teringat belum memberikan jawaban.
__ADS_1
"Oh, jadi dia orangnya Kak.?" Bonee menatap Armand mengamati sosok pria di hadapannya ini bagaimana.
Lumayan sih, sepertinya dia memang orang baik. walaupun statusnya sudah beristri. batin Bonee kembali mengingat aksi hero dari pria yang ternyata adalah sahabat dari mantan kakak iparnya yang dingin itu.
Membuat Armand merasa tidak senang di tatap seperti itu. "Oh yaa, jaketnya belum sempat aku cuci, masih lama kan di sini? nanti saja tidak masalah bukan!" ujar Bonee tersenyum manis.
"Tidak masalah, jika tidak kau kembalikan sekalipun." balas Armand juga ikut tersenyum.
"Tunggu, jadi gadis yang membuat mata-mu ternodai adalah Bonee,cih. kau membuatku mengkhayal kemana-mana kemarin." membuat Bonee menunduk malu karena tahu arah pembicaraan yang mereka bicarakan itu adalah tentang kemarin.
"Jadi benar kalian sudah pernah bertemu bukkan?!" tebak Bryan dan kali ini mereka berdua mengangguk pasrah.
"Seperti itu lah peranmu Bonee." ujar Bryan sesaat setelah mereka semua baru saja membahas masalah terkait pertunangan di antara dia dan gadis itu, dan terkait masalah rumah tangga yang di alami oleh Armand.
"Yang jelas kalian saling menguntungkan nantinya." tambah Bryan, membuat Andrew sedikit paham masalah rumit yang di alami saudaranya itu.
"Okey Deal!" seru Armand sambil mengulurkan telapak tangannya ke depan Bonee.
"Deal, kita bisa jadi perfect partner nantinya." sahut Bonee tersenyum lalu membalas uluran tangan Armand.
Membuat kulit mereka saling bersentuhan dan darah dari keduanya pun langsung berdesir, Armand langsung melepas pegangan itu, tidak ingin terhanyut dalam sentuhan yang membuatnya lupa diri.
Shitt, sial bahkan sentuhannya bagaikan aliran vodka yang memabukkan di kepalaku. rutuk Armand dalam hati.
"Jadi bagaimana Man? kau sudah menemukan titik itu?" tanya Bryan membuat lamunan Armand ambyar seketika.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.tbc.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..
__ADS_1