
Pagi menjelang siang ini, Bryan dan Ariell memilih sarapan bersama dengan para sahabatnya.
Terlihat Lucas, Levon, Andrew, juga Kyle sudah duduk di meja makan yang memang Bryan sudah siapkan untuk para sahabatnya itu.
Dan di sisi lain ada Bonee, Reyko, dan juga Val yang tengah menyantap sarapan mereka juga, meja mereka bersisian.
"Sayang aku makan bersama Bonee ya?" pinta Ariell yang melihat Bonee melambaikan tangan padanya.
"Baiklah." singkat, padat dan jelas.
Bryan pun bergabung bersama para sahabat prianya dan hanya menoleh sekilas pada istrinya itu, yang sedang menatapnya. dan di ikuti Felix di belakangnya.
Ariell tahu mungkin saja suaminya itu masih sedikit marah padanya, sebab kejadian tadi pagi.
Sepertinya tuan Bryan sedang badmood. bukankah seharusnya dia bahagia dan merasa jauh lebih segar karena sudah menghabiskan malam pertamanya. batin Felix bertanya-tanya.
Semua tidak tahu saja, kalau malam pertama mereka gagal gara-gara tamu yang tak di undang.
Sebenarnya Bryan pun tidak semarah apa yang Ariell pikhirkan, ia hanya sedikit kesal saja, sungguh kepalanya terasa sakit, setelah mendengar ucapan dari strinya, kalau ia harus menunggu seminggu lagi.
Dengan menghela nafas pelannya Ariell pun berjalan dan duduk di samping Bonee.
"Suamimu itu kenapa? seperti anak kecil yang tidak mendapatkan mainannya!" celetuk Bonee tanpa menoleh pada Ariell, tapi justru melirik Bryan yang entah tengah menatap dirinya atau menatap istrinya yang duduk di sampingnya saat ini.
"Memang! " jawab ambigu Ariell sambil mengambil beberapa makanan yang sudah terhidang di atas meja.
Membuat Bonee sedikit curiga, lalu menypitkan kedua netranya menatap Ariell.
" Kalian tidak sedang bertengkar bukan? tunggu! pertengkaran di malam pengantin oho! apa gara-gara dia mainnya kasar?" bisik Bonee sedikit kepo itu.
Ariell nampak kusyuk menikmati sarapannya yang memang ia sudah sangat lapar, sebab semalam ia hanya makan sedikit saja.
Selesai menyesap minumannya, dan masih belum menjawab pertanyaan dari Bonee, Ariell malah mengecek ponselnya.
__ADS_1
Membuat Bonee semakin kepo saja, " Hei kau mendengarku tidak?!" bisik Bonee sedikit keras membuat yang lainnya ikut menoleh pada mereka semua.
"Hmmm, aku menyuruhnya berpuasa, karena dia masih belum pulih betul." jawab Ariell asal, agar Bonee tidak bertanya banyak lagi.
Seketika membuat Bonee tertawa terbahak membuat semuanya ikut menatapnya heran, bahkan para pria pun juga ikut menoleh padanya.
Cantik. batin seseorang di meja sana.
Mau tidak mau Ariell pun ikut menoleh pada yang lain dan juga menoleh ke meja sebelahnya, "Dimana Armand? kenapa tidak ikut bergabung sarapan?" tanya Ariell saat baru menyadari.
"Kenapa kau mencari Armand? kau tidak lihat wajah suamimu itu yang ingin menerkam orang itu." tunjuk Bonee dengan ekor matanya, masih dengan sisa tawanya.
Membuat Ariell pun mendongak dan benar saja, suaminya itu terus saja menatapnya tanpa ekspresi.
Kalau saja tidak ada yang lainnya saat ini, mungkin Ariell akan mengec*p bibir suaminya itu agar bisa tersenyum sedikit saja.
Menyadari istri dan temannya sedang memperhatikan dirinya, membuat Bryan langsung memalingkan wajahnya pada Andrew yang ternyata sedari tadi berbicara padanya, tapi entah kemana pikhirannya tadi.
Tapi Ariell langsung tersenyum geli, sungguh gemas sendiri melihat suaminya yang kesal seperti itu, hanya karena tidak mendapatkan hak nya di malam pertama.
"Dimana Armand dan Nando? mereka tidak mungkin meninggalkan pasangan mereka di sini bukan?" tanya Bryan.
Ckck bukannya menjawab perkataan Andrew dia malah bertanya balik, karena Bryan melihat ada Bonee dan juga Val yang duduk bersama istrinya saat ini.
"Entah mereka berdua pergi kemana."
...----------------...
Sementara orang yang tengah mereka cari saat ini tengah berada di dalam mobil entah mau pergi kemana, karena tiba-tiba saja Armand mengajak Nando pergi saat Nando dan Val baru saja gabung tadi ke meja makan.
Lebih dari empat puluh menit perjalanan akhirnya mobil yang Armand kendarai sudah tiba di suatu tempat yang agak jauh dari keramaian.
"Ayo turun, kita sudah sampai." titah Armand saat mereka sudah sampai di sebuah bangunan tua.
__ADS_1
"Rumah siapa ini?" Nando pun mengikuti Armand dan turun dari mobil." Kau tidak sedang menjebakku bukan?"
Armand berjalan mendekat pada rumah yang terlihat tidak berpenghuni dan sudah tidak terawat itu." Lebih baik kau diam, dan ikuti saja aku, nanti kau akan tahu setelah melihat di dalam!."
Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam rumah kosong itu, dan nampak barang-barang kuno yang telah usang semua.
Armand langsung naik ke lantai atas di ikuti Nando di belakangnya dan masuk ke dalam kamar utama, terlihat di dalam kamar itu banyak sekali barang-barang berserakan di lantai.
Armand dan Nando mengedarkan pandangan mdreka menyusuri sudut kamar tersebut.
"Astaga apa yang sebenarnya ingin kau tunjuk_
Suara Nando tercekat saat melihat beberapa photo yang di pajang di dinding sudah terlalu usang dan di penuhi banyak sarang laba-laba.
"Bukankah ini photo ..?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.tbc
Hei Readers semua, maafkan Author yang baru up ini, dikarenakan kesibukan di dunia nyata.🙏
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
__ADS_1
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..