
Hari sudah menjelang sore, dan Ariell baru saja keluar dari kamar mandi setelah berganti pakaian.
Karena sore ini Bryan mengajaknya pergi jalan-jalan beserta dengan putranya, "Ayo aku sudah siap!" ajaknya pada sang suami yang sedang duduk di sofa bersama Kenzie.
Menunggunya berganti pakaian tadi, tak lupa ia membawa tas berisi pakaian ganti untuk mereka bertiga.
"Okay Let's go Son." Bryan beranjak dan meraih jemari istrinya itu menggandengnya mesra, Ken pun berada di gendongan Daddynya.
Kenzie begitu senang, ia sudah tidak sabar ingin bermain di pantai, ia juga sudah membawa mainan pantainya yang sudah di siapkan oleh Felix tadi pagi saat mereka baru saja sampai.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan oleh asistennya itu.
Drtt...
Drtt..
Saat baru akan melajukan mobilnya tiba-tiba ponsel milik Bryan berdering nyaring, membuatnya menunda untuk menyalakan mobilnya.
"Sebentar aku angkat dulu sayang." ujarnya pada sang istri yang sudah duduk di sampingnya dan Ken yang duduk sendirian di bangku tengah.
"Halo ada apa Fel?" katanya saat panggilan itu sudah terhubung.
"Tuan di sini kami membutuhkan anda, mengenai keputusan acara besok." Felix pun menjawab di seberang sana.
Yang ternyata sudah berada di perusahaan milik bos nya itu sedari pagi setelah mengantar bosnya tadi, bukannya beristirahat seperti permintaan istri bosnya itu.
"Baiklah aku kesana segera." jawabnya sambil memutuskan panggilan tersebut, kemudian melirik istrinya yang ternyata juga meliriknya.
"Ada apa?" tanya Ariell yang sudah menduga acara jalan-jalannya akan gagal sore ini, ia pun melirik putranya yang tengah memasang wajah sedihnya itu.
Membuat Ariell tak tega, karena ia sangat paham bagaimana Ken sangat menantikan ini sedari tadi pagi, tak tega kalau harus membuatnya bersedih.
"Maaf Son Dad tidak bisa menemani Ken ke Beach, ada urusan di kantor." ujar Bryan memutar tubuhnya sedikit kebelakang untuk bersitatap dengan putranya itu.
Membuat Ken tambah bersedih, tapi itu hanya sedetik saat Dad-nya melanjutkan ucapannya," Tapi Ken tetap bisa pergi bersama Mom, paman Max akan menemani kalian." lanjutnya membuat Ken langsung berteriak senang.
"Benar Dad, Ken bisa pergi ke pantai 'kan?" terlihat wajahnya begitu berbinar, membuat Ariell pun lega, bahwa putranya tidak akan sedih.
Bryan menganggukkan kepalanya ikut tersenyum senang melihat putranya bahagia karena begitu sangat ingin pergi ke pantai.
Tak lupa Bryan menghubungi Felix untuk meminta Max serta salah satu temannya itu untuk menyusulnya ke lokasi yang akan mereka tuju.
__ADS_1
"Baiklah kita pergi, Dad akan mengantar kalian lebih dulu." Bryan pun menyalakan mobilnya dan meluncur ke arah pantai yang akan menjadi tempat tujuan mereka.
Tak lama mobil pun sampai di pantai Melasti Beach, Bryan mengajaknya kesana sebab air lautnya yang sangat tenang.
"Baiklah, Max, Made tolong jaga istri dan juga putraku, jangan meninggalkan mereka sendirian, mengerti!," titahnya pada anak buahnya yang baru saja datang bersama satu temannya.
"Siap Tuan?" jawab mereka serentak.
"Bye Dad." Ken mengecup sebelah pipi Daddy-nya tak lupa melambaikan tangannya pada Bryan dan keluar lebih dulu berjalan bersama Max dan Made untuk masuk ke dalam.
Max adalah orang kepercaan Bryan yang bekerja di perusahaannya yang ada ada di kota tersebut, sedangkan Made adalah teman Max yang juga karyawan Bryan.
"Jangan sampai larut malam pulangnya," titahnya pada sang istri sebelum sang istri itu turun dari mobil, dengan mencekal pergelangan tangannya itu.
Ariell pun hanya tersenyum menanggapi lalu mengecup sekilas bibir tebal milik suaminya, tapi Bryan malah ******* bibir ranumnya bahkan menahan tengkuknya, untuk memperdalam ciumannya tersebut.
Membuat Ariell yang tak siap pun kehabisan nafas, sambil memukul pelan dada suami mesumnya itu."Mmmbbbh."
Mau tak mau Bryan pun melepaskan ciuman panas mereka," Kamu ini ya mesum sekali, tuh lihat lipstikku jadi berantakan 'kan!" gerutu Ariell sambil berkaca di bfid cermin yang ada di dalam mobil itu untuk merapikan kembali penampilannya yang mungkin saja sudah berantakan akibat ulah dari suami mesumnya.
"Kamu bicara apa? jangan bilang kamu cemburu, aku hanya memakai make up yang tipis, coba lihat mana ada tipe wanita yang sepertiku suka merayu setiap pria." sungut Ariell mengerucutkan bibirnya.
"Aku buktinya kau rayu." dustanya yang langsung mendapat hadiah capitan Crab dari siapa lagi kalau bukan istrinya.
"Sakit Bee." keluhnya sambil mengusap pada area yang menjadi sasaran empuk istrinya barusan.
Bryan sangat gemas melihat istrinya yang sedang mencari lipstiknya di dalam tas miliknya, ia pun mencium kembali bibir yang selalu membuatnya bergairah itu.
Jangan lupakan tangannya yang tidak bisa di kondisikan sudah mendarat di salah satu bukit kembar milik istrinya itu, dan langsung meremasnya pelan.
"Juliet." teriak manja Ariell sambil memukul tangan nakal Bryan, membuat Bryan semakin terkekeh.
"Siapa suruh bibir ini sangat sexy membuatku selalu ingin menerkammu saja, dan ini membuatku candu." jemari Bryan menunjuk bibir istrinya, dan juga menyentuh yang tadi sempat ia remas membuat Ariell semakin memanyunkan bibirnya itu.
"Awas, aku mau memperbaiki riasanku." tepisnya tangan suaminya itu yang akan meremas miliknya kembali.
"Sudah jangan di manyun-manyunkan begitu, mau aku cium lagi." goda Bryan membuat Ariell ingin cepat turun dari mobil.
__ADS_1
Setelah merapikan sedikit riasannya yang berantakan tadi, ia keluar dari mobil dan langsung di ikuti Bryan setelahnya.
Bryan mengantar istrinya itu sampai masuk ke dalam area pantai untuk menyusul anak buah beserta putranya tadi yang sudah masuk duluan. " Kamu hati-hati di jalan." pesan Ariell sembari mengurai pelakukan mereka.
Yang pasti mereka berpelukan sejenak, untuk perpisahan yang hanya sebentar ini, Bryan mengecup sekilas sisi wajah istrinya itu," Aku jalan dulu ya, kalian juga hati-hati di sini."
Ariell pun melambaikan tangannya saat Bryan sudah berjalan menjauh dirinya, Bryan memutar tubuhnya sesaat lalu tersenyum sembari memberikan ciuman jarak jauh untuk istri tercintanya itu.
Membuat Ariell hanya bisa tersenyum sembari menggeleng-geleng kepalanya melihat tingkah kemesuman suaminya yang sedikit konyol itu." Kenapa dia jadi berubah mesum begitu." gumamnya sambil berjalan masuk.
Bryan akhirnya masuk kembali ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju perusahaan miliknya yang jaraknya yang jaraknya lumayan jauh dari pantai itu.
Setelah kepergian Bryan, seseorang yang sudah lama menunggu di dalam mobil pun keluar, dan berjalan masuk ke dalam pantai itu.
.
.
*Ada yang kangen babang Bryan yang ganteng, selfie dulu sebelum meluncur ke kantor.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..