
"Kenapa aku tidak bisa melupakanmu, kenapa..? apa aku tidak berhak untuk mendapatkan kebahagianku sendiri." ucapnya berbicara pada orang yang berada di layar ponselnya itu.
Seolah berharap mendapatkan sebuah jawaban, walaupun itu tidak akan mungkin ia dapatkan dari sebuah gambar.
Merasa sunyi dan bosan, ia pun berjalan ke belakang ke arah nakas kecil yang berada di samping rak buku kemudian menekan tombol on.
Memilih untuk mendengarkan suara radio yang biasa iyaa putar sendiri di dalam ruang kerjanya. setelahnya ia kembali duduk di kursi kerjanya,dan mengambil beberapa berkas yang berada di atas meja siap mulai bekerja lagi.
Tak lama setelah suara sang penyiar menghilang, tiba tiba sebuah lagu dari Rizki mengalun merdu seolah mengerti isi hatinya sekarang ini.
***
Cintaku jatuh di hatimu
Berharga untukku
Berharap kelak
Kau akan jadi jodohku
Penantianku bersamamu
Jadi bahagiaku
Sempurnakanku
Karena kau adalah mimpiku
Ternyata semua berakhir
Sejak ada dia hadir
Ku yang dulu sangat penting
Kau berubah dan tinggalkan aku
Ku yang selalu menjagamu
Namun dia yang milikimu
Semua tak jadi kenyataan
Biar kutahan sedih ini
Ku yang selalu mencintamu
Namun dengannya kau berlabuh
Ku mengalah dari egoku
Asal ku melihatmu bahagia
Cintaku jatuh di hatimu
Berharga untukku
Berharap kelak
Kau akan jadi jodohku
Ternyata semua berakhir
Sejak ada dia hadir
Ku yang dulu sangat penting
__ADS_1
Kau berubah dan tinggalkanku
Ku yang selalu menjagamu
Namun dia yang milikimu
Semua tak jadi kenyataan
Biar kutahan sedih ini
Ku yang selalu mencintamu
Namun dengannya kau berlabuh
Ku mengalah dari egoku
Asal ku melihatmu bahagia
hoo..
Semua tak jadi kenyataan
Biar kutahan sedih ini
Ku yang selalu mencintamu (ku mencintamu)
Namun dengannya kau berlabuh
Ku mengalah dari egoku
Asal ku melihatmu bahagia
Asal ku melihatmu bahagia..
Untung hari ini Nando tidak datang ke Restoran, jadi ia bisa menumpahkan segalanya saat ini.
Dimana pernikahannya yang semakin dekat, bahkan hatinya belum bisa menerima cinta dari sahabatnya itu.
Triiinggg...
Ariell tersentak kaget karena mendengar bunyi dering dari ponselnya itu yang tiba tiba.
"Sial, mengagetkan saja." gerutunya sambil mengusap kedua pipinya yang basah lalu mengambil ponselnya.
Deg..
Jantung Ariell serasa berhenti sejenak, seakan oksigen yang ia hirup pun tersangkut di tenggorokan.
Sebuah Nama tertampang jelas di layar depan ponselnya. dan orang itu yang sedari tadi ia pikhirkan. oh God.
Panggilan terputus, dan tak lama ponselnya berdering kembali.
Ada apa ini.??? kenapa dia tiba-tiba menghubungiku, apa dia dewa beneran sampai bisa menembus pikhiranku saat ini. batin Ariell tak percaya.
Deringan itu masih saja terus berlanjut, hingga pada sampai deringan yang kelima Ariell terpaksa mengangkatnya.
"Hallo Bee.." suara di seberang sana.
Tiba-tiba air matanya mengalir kembali, ia tidak tahu kenapa dia cengeng sekali hari ini.
"Bee,, apa kamu masih disana?"
Ariell nampak bergeming mencoba menahan suara isak tangisnya agar tak di dengar oleh orang yang berada di seberang sana, ini sungguh sulit untuknya.
"Bee, apa aku menganggu waktumu.??" masih terus terdengar suara di sana.
__ADS_1
"Yaa sudah kalau begitu, maaf kalau aku sudah menganggu waktumu, sehat selalu yaa By_"
"Tunggu_" tiba-tiba Ariell bersuara dan memotong ucapan orang itu.
Orang di seberang sana merasa ada yang aneh merasa janggal dari suara itu.
" Kamu tidak apa-apa 'kan? kenapa suara indahmu seperti habis selesai bernyanyi.?" goda Bryan di sana.
Yaa memang Bryan yang menelepon Ariell, karena sudah tidak tahan lagi. beberapa hari entah berapa minggu ia tidak bertemu dengan wanita ini.
Sungguh rindu itu memang terasa berat, benar apa yang di katakan oleh Iqbal pada Alea.
Mendengar lelucon yang di lontarkan oleh Bryan membuat Ariell sedikit mengangkat bibirnya ke atas.
Ada saja yang di lakukan pria itu, di kala Ariell merasa kesal atau sedih, dia pasti bisa membuat lelucon yang receh.
Padahal kalau di lihat seorang Bryan yang dulunya pria yang super dingin, cuek bahkan tak tersentuh oleh orang lain, bisa membuat suasana cerah secerah senyumnya, tapi hanya berlaku kalau pria itu berada atau buat satu wanita saja, yaitu dirinya.
Ariell dulu begitu merasa beruntung bisa mencintai dan di cintai oleh pria seperti Bryan, lalu apa sekarang ia sudah terlalu lama menunggu kepastian yang tak kunjung datang.
Seketika senyumnya luntur begitu saja setelah mengingat kembali.
Ariell berdehem sebentar untuk menormalkan suaranya yang serak akibat acara meweknya barusan.
"Ada apa? ada perlu apa kamu mengangguku, aku sedang sibuk," tanya Ariell dengan ketusnya.
"Heii, jangan marah-marah begitu Bee, tidak baik buat kesehatanmu." seloroh Bryan sambil tersenyum berarti wanitanya sudah tidak bersedih lagi.
" Iya lagi sibuk menyanyi sedari tadi iya 'kan." Goda Bryan senang sekali rasanya menggoda wanita ini.
"Jangan becanda aku bilang, aku tutup ini telponnya kalau kamu terus begitu." garang Ariell seolah akan mengeluarkan tanduknya.
"Oke-oke, tidak ada apa-apa kok hanya saja aku_"
"Baiklah aku tutup_" potong Ariell akan mengakhiri panggilan mereka.
"Aku merindukanmu Bee,,?!" seru Bryan memotong cepat..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Maaf khilaf ini..
jangan lupa kasih bonusnya ke athooorr nya..kikiki..
Thank's yaa uda baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..
__ADS_1