Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 40


__ADS_3

Masih Bryan 💓 Ariell


Terlihat mereka bertiga tertawa mengejek setelah mendengar pertanyaan konyol dari Ariell.


"Dasar wanita b**oh kau tidak mengenal kami, atau kau makhluk spesies dari luar angkasa sehingga tidak mengenal_." ucapan dari salah satu teman Felina berhenti di saat sebuah telapak tangan menggantung di depan wajahnya.


Felina menyuruh temannya itu untuk berhenti berucap. "Stop tidak penting, dan kau wanita j***g mur**an, jangan pernah mendekati Bryan lagi, jika kau tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu." ancam Felina gadis yang berpenampilan sangat sexy tersebut.


"Hei kau j***ng jangan berani beraninya kau mengancam-nya di depan mataku.!" gertak Nando menatap tajam pada Felina.


Tapi wanita itu bahkan tidak ada takut takutnya sama sekali mendengar gertakan dari Nando malah balik menatap tajam," Kau jangan ikut campur, ckck apa dia salah satu j***g-mu juga.!?" tuding Felina menatap remeh Ariell dan Nando secara bergantian.


"Hei, jaga ucapan si**an-mu itu j***g kau_


"Sudah Nando sebaiknya ayo kita pergi dari sini." potong Ariell cepat tidak ingin membuat keributan di kampus ini.


Ariell sudah menarik lengan Nando akan mengajaknya pergi tapi suara wanita itu menghentikan langkahnya.


"Tunggu, aku belum selesai bicara," teriak Felina membuat beberapa mahasiswa menatap pada mereka." Aku peringatkan sekali lagi ingat ucapanku tidak pernah main main padamu.!" seru Felina menatap kesal.


Membuat Ariell melepaskan pegangannya di lengan Nando dan berjalan mendekati wanita itu." Kalau aku tidak mau bagaimana, dia yang menginginkanku jadi kekasihnya, lalu kau mau apa bi***h.?!" ucap Ariell tajam menantang Felina, ia tidak mau menjadi wanita yang selalu di remehkan orang lain.


"Kau_


Tangan Felina menggantung di udara saat ia akan menampar pipi Ariell karena sebuah tangan kekar menahan pergelangan tangan Felina membuat wanita itu menoleh sedetik kemudian bergedik, tubuhnya bahkan sudah gemetaran saat mata tajam itu menatapnya seakan akan ingin merobek robek seluruh tubuh Felina menjadi beberapa lembaran kecil.


"Jangan pernah kau berani menyentuh wanitaku j****g, kalau kau sedikit saja menyentuhnya dengan tangan kotormu itu, ku pastikan kau tidak memiliki tangan lagi." sarkas tajam Bryan sambil menarik pergelangan Ariell mengajaknya untuk pergi.


Tapi langkahnya terhenti di saat Nando pun menahan pergelangan tangan Ariell lainnya membuat Bryan menoleh dan menatap tajam pada Nando yang semakin gelap mata.


Terpaksa Nando melepaskannya saat Ariell menatapnya tanpa bicara seakan memohon untuk segera di lepaskan.


Setelah terlepas Bryan menarik kembali Ariell pergi dari hadapan mereka.


"Bryan.." teriakan Felina tidak di hiraukan oleh Bryan, bahkan ia terus berjalan cepat, Bryan menarik kuat bahkan menyeret Ariell tanpa melihat Ariell meringis menahan sakit di pergelangan tangannya yang sudah memerah.


"Lepaskan tanganku Juliet, kau membuatku sakit.!" bentak Ariell membuat Bryan tersadar dan langsung melepasnya.

__ADS_1


"Maafkan aku." ucap Bryan lembut, membuat Ariell terheran dengan perubahan drastis seorang Bryan.


"Ck kau sungguh membuatku kesal, sepertinya kepalamu habis terbentur dinding, membuat otakmu bergeser..?!" desis Ariell menatap Bryan secara intens.


Membuat Bryan berdehem untuk kembali menormalkan dirinya, dan merutuki kebodohannya barusan." Ayoo ikut aku sebentar." tanpa mendengar jawaban dari Ariell Bryan sudah Menggenggam telapak tangan Ariell, membuat jantung Ariell semakin bertalu talu saat merasakan genggaman erat dari Bryan, perasaannya menjadi hangat mengalir dan nyaman.


Bahkan Bryan tak malu di saat semua mata di sekitarnya tertuju pada mereka, saling berbisik tetangga.


"Duduklah aku akan mengambilkan salep untukmu." ujar Bryan saat baru sampai di ruang uks.


Ariell bergeming, tak lama Bryan kembali dengan membawa salep di tangannya, "Tidak perlu, aku bisa melakukan sendiri." tegur Ariell ingin meraih salep itu tapi tangan Bryan lebih cepat menjauhkannya, membuat mereka berdua saling berebut salep seperti anak kecil saja.


Bruukkk,


Mereka berdua terjatuh di lantai saat Ariell hilang keseimbangan, membuat tubuh Ariell menindih tubuh Bryan yang berjongkok tadi di bawah, sedangkan Ariell yang tadi duduk di atas bangku.


Kedua netra itu saling mengunci, bahkan hidung mereka hampir bersentuhan, Ariell bisa merasakan hembusan nafas mint yang keluar dari mulut Bryan, begitupun sebaliknya.


"Astaga, kalian ini kalau ingin berbuat mesum jangan di sini." seru seorang wanita yang akan masuk ke dalam uks dan membuatnya mengurungkan niatnya dan kembali menutup pintu itu.


"Kau mendapatkan luka dari mana,.?" Ariell baru menyadari wajah Bryan sebagian ada yang lebab, lalu ingatannya kembali saat tadi pagi." owh aku baru ingat kalian mendapat luka yang sama? apa kalian habis berantem?" lanjut Ariell, membuat Bryan mengernyit, "Maksudku kau dan Nando.?"


"Hanya masalah biasa antar pria." balas datar Bryan tidak ingin membahas masalah kemarin itu.


"Baiklah aku harus pergi, karena ada kelas." seru Ariell beranjak dan akan membuka pintu, tapi suara Bryan menghentikan langkahnya.


Keduanya benar benar merasa canggung ada yang aneh di dalam perasaannya masing masing saat ini, entah apa yang mereka rasakan saat ini, bahkan jantung keduanya masih berdegup kencang.


"Nanti sore aku antar pulang." setelahnya Bryan berjalan lebih dulu menuju kelasnya.


Membuat Ariell semakin bingung dengan perubahan sikap Bryan padanya. Ariell mengendikkan bahunya sambil berjalan cepat untuk masuk ke dalam kelasnya juga karena kelas akan di mulai.


...----------------...


Bryan sendiri bingung ada apa dengan dirinya, yang tiba tiba menawar diri untuk mengantarkannya pulang nanti.


Apa karena sebuah ciuman, membuatnya berubah sikap, semalaman ia tidak bisa tidur karena bayangan itu terus berputar putar di otaknya, bahkan rasa manis itu rasanya masih tertinggal di bibirnya.

__ADS_1


Apakah Bryan sudah gila?, yaa mungkin saja, ciuman itu seperti gendam cinta dari seorang Ariella Devika.


Membuat kepalanya berdenyut setiap kali membayakan, ingin sekali mencicipi rasa manis itu kembali, seakan baru merasakan candu.


Bryan nampak melamun saat Armand sedari tadi memanggilnya tapi tak di dengar oleh sahabatnya itu.


"Woiii Bryan, dia kenapa sih, lagi kesambet?" tanya Andrew sepupu Bryan sekaligus sahabatnya juga.


"Yoi kesambet setan cinta dia.?" jawab Armand sambil geleng geleng kepala.


"Gil*, kau sudah mendapatkan seorang wanita? lalu Fanya di kemanain dude.? ck baru beberapa hari aku tinggal sudah gercep aja nie orang." seru Andrew yang memang sudah mengetahui gadis itu begitu mencintai Bryan.


Bryan tak ingin menanggapi pertanyaan pertanyaan konyol dari para sahabat itu, karena pikhirannya kini terfokus pada satu wanita yang sudah berhasil memporak – porandakan hatinya dalam waktu sesingkat ini.


"Aaaggghhh..." Bryan begitu frustasi rupanya. membuat kedua sahabatnya itu terkekeh karena baru kali ini melihat seorang Bryan yang akan merasakan yang namanya bucin.


"Guys boleh gabung disini?." tanya seseorang yang sudah berdiri di samping Bryan saat ini.


Membuat mereka bertiga menoleh lalu mendesah kasar, bahkan Bryan langsung bangkit dan beranjak pergi meninggalkan dua sahabatnya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..

__ADS_1


__ADS_2