Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 45


__ADS_3

"Bagaimana? kalian pasti bisa jadi partner yang saling menguntungkan, percayalah, temanku ini dia orang baik, dia hanya ingin membalas istrinya itu." Seru Bryan malam itu saat keduanya mengobrol di balkon Apartemennya.


Bonita terus memikhirkan tentang tawaran yang telah di rencanakan oleh Bryan tempo hari.


"Apa sebaiknya aku terima saja tawarannya, dari pada menikah dengannya. oh tidak, apa kata orang-orang adik ipar dinikahi oleh mantan kakak iparnya sendiri. oh God." gumam Bonita sambil mondar-mandir di dalam kamarnya.


Ia sudah kembali ke ibukota hampir seminggu, dan belum memutuskan tawaran tersebut. apalagi sang Papi terus saja mendesak supaya mengenalkan kekasihnya itu, kalau tidak pertunangan mereka akan benar-benar terjadi." Huh, sebaiknya aku pergi mencari udara segar." lirih Bonita bergegas keluar rumah untuk mengajak pergi sahabatnya.


Tak lama ia sudah sampai di sebuah kafe tempat janjiannya dengan Sasya. " Hai Bonee! di sini!" teriak Sasya sambil melambaikan tangan.


Bonita pun berjalan ke arah meja yang diduduki sahabatnya itu, tapi belum sampai ke meja sahabatnya Bonee tertabrak salah satu pelayan kafe membuat baju yang ia pakai basah bagian depannya.


"Maaf Nona, saya tidak sengaja, sungguh saya minta maaf." ucap sang pelayan mengiba sambil meraih tisu di meja untukembantu membersihkan pakaian Bonee yang basah karena ulahnya barusan.


"Iyaa sudah tidak apa-apa." jawab Bonee berusaha tersenyum walaupun sedikit malu.


Tiba tiba dari arah samping ada seseorang yang melampirlan sebuah jaket levis ke tubuhnya." Maaf dalaman anda kelihatan nona manis." ucap seorang pria bertubuh jakung itu setelahnya ia melangkah pergi akan keluar kafe.


Membuat Bonee mematung sejenak spontan menunduk untuk melihat pakaian bagian depannya, dan benar saja warna pink dari bra yang ia pakai terlihat bahkan tercetak jelas. karena ia memakai kaos berwarna putih, membuatnya semakin malu dan merekatkan jaket levis itu.


Baru beberapa langkah orang itu berjalan tapi panggilan dari Bonee membuat orang itu berhenti, dan berbalik.


"Tunggu, terima kasih nanti kapan-kapan saya akan kembalikan jaket anda secepatnya." balas Bonee sambil tersenyum manis.


"Tidak perlu sungkan, mungkin kita tidak akan bertemu kembali nona." jawabnya sambil mengedipkan sebelah matanya dan langsung melipir keluar kafe.


"Kamu tidak apa-apa kan Bonee?" tanya Sasya tiba-tiba membuat Bonee sedikit terkejut dan langsung mengangguk pelan.


"Sebaiknya kita ke Apartemen ku saja, lihat pakaianmu basah begini." tambah Sasya yang langsung mengajak Bonee keluar Kafe, untung saja ia belum sempat memesan sesuatu tadi.


...----------------...


"Hai Dude, long time no see." ucap Andrew saat melihat sahabatnya itu baru saja masuk ke ruangannya.


"Yaa,, terakhir kita ketemu saat acara pernikahan mainanku dulu." balas lesu Armand.

__ADS_1


"Kau kenapa Dude, tidak semangat begitu, dan apa tadi katamu pernikahan mainan , ck yang benar saja! sudah lah waktunya buat move on, banyak wanita yang mengantri ingin mendapatkan suami seorang detektif sepertimu kawan, dunia tidak akan kiamat setelah kau kehilangan wanita b**ch seperti dia, apa kita harus bersenang-senang malam ini." Andrew mencoba menghibur sahabatnya itu yang menderita karena cinta.


"Kau belum pernah merasakan cinta yang begitu besar, makanya kau bisa bilang seperti itu padaku, aku tak sabar ingin melihatnya, dan saat itu tiba aku pun akan membuatmu semakin terpuruk sama seperti yang aku alami saat ini." olok Armand mendoakan Andrew.


"Hei, kenapa kau sangat senang melihatku menderita begitu."


"Bukankah kau juga sama senang melihatku terpuruk seperti ini, lalu kenapa kau mengajakku malam ini, apa kau tidak mendapatkan jatah dari calon istrimu itu, jangan bilang kau sudah mulai bosan dengannya?" tebak Armand yang sudah mengetahui akal bulus seorang Andrew.


"Tenang saja, jatahku tak akan berkurang barang sehari pun darinya." jawab Andrew terkekeh. Armand pun hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar itu.


Bryan dan Andrew memang saudara sepupu tapi sifat keduanya jauh berbeda, kalau Bryan dengan sikapnya yang dingin tak tersentuh, sedangkan Andrew sikapnya hangat suka merayu wanita, dan tentu saja bergonta ganti pasangan sejak dulu.


Entah karena apa Andrew malah tertarik pada satu wanita yang berstatus tunangannya saat ini, bahkan ia begitu memuja sosok wanitanya itu.


Kabar tunangannya itu bahkan secara mendadak, entah karena apa, Armand bahkan Bryan tidak tahu pastinya. apa karena berdarah jepang, karena ia begitu memuja sosok wanita berdarah jepang yang tenar di dunia bergenre blue.


Asal Andrew bahagia menjalaninya mereka pun ikut bahagia." Eh dimana jaket levis yang biasa kau pakai kemana-kemana?" celetuk Andrew saat baru menyadari Armand hanya memakai kaos polos saja.


"Oh, tadi tidak sengaja mata suciku ini ternodai, dan segera kututupi pemandangan yang membuat para kaum kita melemah terutama spesies sepertimu yang membuat si djordy mengeliat cepat." terang armand tertawa geli.


Tawa Armand meledak seketika, "Hanya mendengarku saja, otak mu sudah traveling kemana-kemana cih,." seloroh Armand yang masih saja tertawa.


"Kau sudah tahu aku tidak akan bisa tahan barang sehari saja, mana Reiko lagi terbang ke negaranya pagi ini karena ada acara mendadak, terpaksa malam ini kau harus menemaniku.!" ucap Andrew tak terbantahkan.


Mereka terus mengobrol dari obrolan seputar kerjaan sampai obrolan seputar ranjang, walau Andrew yang mendominasinya.


Drrttttt..


Bryan Calling...


"Yaa Dude,! " jawab Armand saat baru mensyambung panggilan tersebut.


"Kau dimana sekarang?" tanya Bryan.


"Aku ada di ibukota, aku baru mendapatkan info bahwa ketua dari 'Back Serigala' itu berada di Ibukota sekarang.!" terang Armand.

__ADS_1


"Benarkah? tapi ada sesuatu kabar yang menarik untukmu dude, aku akan segera menyusulmu kesana, karena kejutannya sekarang pun berada di ibukota saat ini. dan ya apa kau bersama Andrew saat ini?"


"Baiklah aku tunggu, yaa aku bersamanya. hemm.." Armand memasukan kembali ponselnya ke dalam kantong celana, setelah Bryan memutuskan panggilannya barusan.


"Apa yang kalian bicarakan? kenapa mencari geng itu?" tanya Andrew yang sedari tadi hanya menguping pembicaraan mereka, walaupun hanya suara Armand saja yang ia dengarkan.


"Tidak usah ikut campur, sebaiknya kau urus saja djordy peliharaanmu itu yang semakin sesak, hahaha!" Andrew memutar bola matanya malas sambil mendesah kasar mendengar jawaban konyol dari Armand. padahal ia masih bisa mengontrol sedikit saat ini.


Andrew sebelas duabelas kalau bersama Kyle. tapi tidak kalau bersama Bryan dan Armand. "Ck kalian benar-benar."


Di antara mereka bertiga Armand yang sedikit normal dalam masalah suatu hubungan percintaan, saking tidak over nya sampai di tinggal pergi oleh sang istri, nasibmu hampir sama seperti Bryan Bro.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..

__ADS_1


__ADS_2