Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 75


__ADS_3

"Bryan kau kenapa?" tanya Ariell begitu panik saat baru saja meyadari kalau Bryan memegang kepalanya menahan sakit.


" Felix cepat-lah wajahnya sudah sangat pucat." perintahnya begitu tajam, bahkan tanpa mangalihkan pandangannya dari Bryan.


Membuat Felix sampai terkesiap tidak menyangka bahwa wanita yang ia lihat begitu feminim dari penampilannya dan terlihat lemah lembut itu ternyata mempunyai sisi seperti seorang wanita diktator.


Hanya beberapa menit saja mobil yang di kendarai Felix pun sampai di rumah sakit, Felix langsung turun dan memanggil beberapa perawat untuk membantunya.


Hampir satu jam Ariell menunggu dan terlihat begitu cemas, berdiri sambil mondar-mandir di depan ruangan IGD." Duduklah Nona." pinta Felix yang melihat Ariell nampak sedikit kelelahan.


"Tidak Felix sebelum dokter keluar dan mengatakan kalau Bryan baik-baik saja." tolak Ariell yang masih dengan kegiatannya itu.


Tak lama dokter yang dulu menangani Bryan pun keluar dari ruangan," Bagaimana kondisinya saat ini dokter?" tanya Ariell sudah tidak sabar.


"Kemungkinan tadi Mr.Djandra sedang mengingat sesuatu atau melihat hal yang sama sebelum beliau kehilangan ingatannya." membuat Ariell dan Felix tersadar.


"Iya dok dia tadi sempat melihat kecelakaan saat perjalanan kesini, boleh kami masuk ke dalam dokter? " ujar Ariell kepada sang dokter.


"Silahkan Nyonya, sejauh ini semuanya terlihat jauh lebih baik, sekarang beliau sudah tidak apa-apa mungkin beberapa menit lagi akan bangun, dan nyonya bisa mengajaknya untuk ke ruangan berlatih untuk latihan berjalan nantinya, dan saya berpesan mohon jangan terlalu di paksakan untuk mengingat hal-hal yang membuatnya nanti semakin kesakitan, saya permisi." setelah menjelaskan panjang lebar sang dokter pun undur diri dari hadapan mereka.


Ada perasaan sedikit lega dari keduanya," Felix jangan hubungi Ibu Lidya nanti mereka semua jadi ikutan panik dan khawatir." pintanya saat mereka baru saja masuk ke dalam ruangan terlihat Bryan kembali tidur dengan nyaman.


"Tuan pasti akan baik-baik saja nona." seru Felix yang melihat Ariell duduk di samping Bryan sambil menggenggam sebelah tangan bosnya itu.


...----------------...


Hari-hari pun berlalu semenjak kejadian di rumah sakit itu Ariell jadi sangat mengawatirkan keadaan Bryan, di tambah lagi hari pernikahannya yang hanya tinggal satu hari lagi membuatnya semakin banyak pikhiran.


Bukannya ia tidak mau menikah dengan Bryan, itu malah keinginannya dari dulu saat mereka masih menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.


Tapi ini masalahnya sang calon pengantin prianya sedang mengalami amnesia, bukankah ia seperti memanfaatkan keadaan Bryan, yang bahkan tidak ingat statusnya yang sebenarnya.


"Kau kenapa Bee?" Tanya Bryan saat melihat Ariell sedang berdiri bersandar di pintu kamar milik Bryan.


Ariell sebenarnya mau memanggil Bryan untuk maksn malam, tapi ia justru memperhatikan Bryan yang sedari tadi berlatih berjalan sendiri di kamar.


Jalannya sudah lumayan normal kembali walau masih terasa sakit dan ngilu katanya. "Oh maaf ayo makan malam dulu semuanya sudah menunggu di bawah." balas Ariell yang baru tersadar.


"Tunggu kau tidak memakai kursi roda?" tanya Ariell saat melihat Bryan sudah berjalan mendekat ke arah pintu.

__ADS_1


"Aku sudah bisa jalan, kau sudah melihatnya sendiri bukan? Ayo tunggu apalagi?" Bryan sudah berjalan melewati Ariell.


"Baiklah tapi kita gunakan lift untuk turun." perintah Ariell tegas tidak mau di bantah sambil menggadeng lengan Bryan, membuat Bryan pun menurut sambil tersenyum senang.


"Makan yang banyak Son." Ucap Bryan sambil mengusap puncak kepala Ken.


Setelah selesai makan malam seperti biasa Ariell langsung masuk ke dalam kamar Ken mengajaknya bermain sebentar sambil mengajari hal-hal yang Ken ingin tahu, beberapa saat kemudian Ken sudah tertidur baru Ariell keluar meninggalkan Ken yang tertidur pulas di ranjangnya.


Memang sudah tiga hari ini Ken selalu minta Ariell untuk menemaninya tidur, bahkan Bryan pun selalu ikut serta, pria itu tidak ingin jauh-jauh dari Ariell selagi mereka dekat kalau berada di mansionnya.


Walaupun terkadang ada rasa kesal juga jika Ariell-nya selalu menginap di kediamannya sendiri.


Kalau tidak mengingat ucapan dari Mamanya waktu itu, yang memberitahu tentang kesalahannya yang membuat Ariell itu pergi meninggalkannya


Bryan pasti akan benar-benar mengurung Ariell di dalam kamarnya setiap hari, bahkan kalau perlu ia akan memborgol salah satu tangannya agar wanita itu tidak bisa jauh darinya.


Dasar lelaki itu memang egois, maunya hanya dimengerti terus namun tidak mau mengerti juga, harusnya kita itu sama-sama saling mengerti dan saling percaya bukan.


"Kau tidak bisa malam ini menginap disini?" Pinta Bryan dengan raut memelas.


"Bukankah tinggal menunggu esok hari, dan setelah itu kita akan bersama kembali, atau kau tetap ingin aku menginap disini dan tidur di kamar Ken, asal kau tetap tidur di kamarmu sendiri." Jawab Ariell tidak mau terkecoh oleh rayuan maut pria m*sum itu.


Bryan terlihat menimang tawaran yang sangat menggiurkan itu, tapi sepertinya kalau membiarkan wanita itu tidur di kamar Ken pasti ia tidak akan tahan untuk tidak menyusulnya.


Bryan pun mendesah pasrah," Baiklah aku akan menyuruh Felix untuk mengantarmu." Setidaknya tinggal menunggu esok hari bukan? Maka ia harus bersabar.


Saat akan melangkah menuju kamarnya tiba-tiba tangannya di tarik oleh Ariell, dan ia mendaoatkan hadiah. Ariell mengecup pipi Bryan sekilas lalu bergegas turun ke bawah untuk segera pulang ke kediamannya, dan mungkin saja saat ini Ibu Ayu sudah menunggu dirinya.


Sebab tadi pagi Ibu Ayu berpesan agar pulangnya jangan terlalu malam sebab ada yang ingin di sampaikan padanya, perihal persiapan pernikahan untuk mereka berdua. Bryan pun tersenyum sambil memandang punggung Ariell dari kejauhan sampai tidak terlihat olehnya.


"Kau sungguh menggemaskan dan galak Bee, but, i like it." gumam Bryan kemudian memasuki kamar pribadi miliknya.


...----------------...


"Aku sangat lelah sekali Hon." ujar Val saat mereka baru saja masuk ke dalam Apartemen setelah hampir seharian mereka jalan-jalan dan berbelanja.


Membuat Val pertama masuk ke dalam sudah langsung menjatuhkan tubuh lelahnya ke sofa panjang.


"Mau aku pijitin atau..?"

__ADS_1


Nando sengaja menggantungkan ucapannya sedikit untuk menggoda Val yang tidak terlihat kelelahan sama sekali, bagaimana bisa kelelahan kalau mereka hanya pergi nonton, makan, lalu berjalan-jalan di pinggir pantai sore hari tadi.


"Atau apa? Aku sangat tahu apa yang ada di dalam otak m*summu itu Mr Sayo, haha." Sahut Val seakan bisa membaca pikhiran kekasihnya itu.


Ya memang benarkan mereka sudah menjadi sepasang kekasih? Di saat mereka berdua menyatakan kepemilikan diri mereka masing-masing dengan sebuah perbuatan dan bukannya pernyataan.


Dikala mereka tidur bersama dan menghabiskan waktu semalaman berturut-turut, hingga tak terpisahkan kemana pun mereka berada, di sebut apa coba?


Hanya pada saat Nando pergi bekerja saja mereka akan berpisah itu pun tidak akan lama, hanya beberapa jam saja.


Apalagi restu dari kedua belah pihak keluarga sudah mereka kantongi hanya tinggal menunggu waktu saja mereka akan menjadi sepasang suami istri sebentar lagi.


Dan kini Nando pun sedikit demi sedikit sudah membuka hatinya untuk calon istrinya itu, walau belum sepenuhnya sangat cinta tapi ia merasa nyaman dengan kehadiran Val di dalam hidupnya yang perlahan mulai penuh dengan warna.


"Kau tahu saja kalau aku menginginkanmu?" Balas Nando yang sudah akan menerjang Val, tapi tentu saja Val segera beranjak dan berlari masuk ke kamar lalu masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya sambil tertawa renyah di dalam sana.


"Awas ya kalau sampai keluar." teriak Nando yang juga ikut tersenyum menanggapi tingkah Val yang menurutnya menggemaskan itu.


Setengah jam kemudian."Kak tolongin." teriak Val kencang di dalam kamar mandi membuat Nando yang mendengarnya sedikit panik dan langsung berlari.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.tbc


Maaf ya slow respon, episode selanjutnya adalah menuju pernikahan sakral Ariell dan Bryan yang awalnya tegang dan sedikit ada keributan tapi hanya sesaat saja setelahnya mereka akan merasakan kebahagiaan yang mereka nantikan sejak dulu.


Yuk yang mau datang kondangan semua dapat undangan dari mereka berdua lho.


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.

__ADS_1


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2