
"Arleo Denish Makatu" jawab Ariell sambil memeluk lengan abangnya erat.
Nando yang melihat itu ada rasa iri sebenarnya di dalam hatinya, tapi ia mencoba menepis itu semua.
Bagaimana pun mereka adalah saudara kandung Nando, ingat itu.! ia mencoba tersenyum saat melihat tingkah manja sang kekasih pada abangnya.
"Sedangkan nama Kakak sekarang. Richard Romeo Taro, aku lebih suka nama itu." seru Valerie sambil melirik kakaknya.
Richard hanya mengangguk sambil tersenyum, " Ibu tidak masalah dengan nama panggilan sekarang, sepertinya sudah waktunya kalian mengetahui kejadian yang sebenarnya." seru Ibu Ayu menggenggam tangan putranya sambil tangan satunya lagi mengusap usap lengan putranya juga.
Semuanya pun siap mendengarkan, tapi ada seseorang yang merasa senang sekali bisa duduk di sebelah Nando saat ini, kesempatan emas ini untuknya.
Kapan lagi coba Chef ganteng ini mau ia deketin lagi, dulu sekali mereka begitu dekat, setelah itu boro boro dekat, tak sengaja bertemu saja ia langsung mengeloyor pergi tanpa sepatah kata pun.
Kalaupun terpaksa ia akan berkata dengan datar dan dingin bahkan yaa itu cuek bebek padanya.
Semenjak ia terang terangan menyatakan perasaan cintanya dulu pria itu pun langsung menjaga jarak bahkan sengaja menjauhinya.
Tersenyum senyum sendiri, bukannya Nando tidak tau itu, risih sebenarnya tapi bagaimana lagi tempat duduknya yang kosong hanya di sebelah gadis ini.
...----------------...
Flasback beberapa tahun silam
Menjelang sore di ruang keluarga sepasang suami itu terlihat tengah bercengkrama dan bercanda gurau. hanya mereka berdua saja tanpa ada yang menggaggu.
Karena putra putri kecil mereka tengah di ajak para pengasuhnya berjalan jalan sore di taman yang tak jauh dari rumah majikannya.
"Sayang, sepertinya kita bisa membuatkan Leo adik satu lagi, gimana sekarang atau nanti malam?" goda Syarief menaik turunkan kedua alis matanya.
"Iichh,, awas nyebelin dech, Ariell masih dua tahun lho Yah, dua anak saja sudah cukup!." Ayu mencoba menepis tangan yang mulai bergerilya kemana mana itu.
"Ayolah sayang, sudah seminggu ini aku berpuasa, bukankah sudah selesai masa palang merahmu..?" tanpa menunggu jawaban Syarief langsung membopong tubuh istrinya itu masuk ke dalam kamar mereka.
Setelah merebahkan istrinya di atas ranjang, tanpa membuang waktu lagi ia langsung membuang semua pakaian yang melekat pada dirinya dan juga istrinya.
Kini tubuh keduanya sudah tanpa sehelai benang. Syarief langsung melancarkan aksinya, dari mulai pemanasan terlebih dahulu dan mulai melakukan penyatuan tub*h , pertempuran hebat sepasang suami istri itu pun terjadi di hari menjelang sore.
...----------------...
Di taman dua suster pengasung itu tengah ikut bermain bersama dengan beberapa suster lainnya.
__ADS_1
Menjelang sore memang taman kushus bermain anak anak itu terlihat ramai, tapi sore ini hanya ada empat suster termasuk mereka berdua.
Leo kecil bermain prosotan di temani oleh susternya, sedangkan Ariell kecil dia lagi di suapi ice cream coklat yang ia bawa dari rumah tadi.
Setelah selesai menyuapi bajunya depannya Ariell terkena lelehan coklat, jadi susternya membawanya ke toilet yang memang sengaja di sediakan di dekat taman itu.
Susternya Ariell berpamitan pada susternya Leo akan ke toilet sebentar, karena harus mengganti bajunya Ariell dulu yang basah dan kotor.
Tak lama suster itu keluar dari toilet sambil menggendong Ariell dan berjalan untuk menghampiri keberadaan Leo dan susternya tadi.
Tapi saat sudah sampai ia tak melihat keberadaan mereka, di telusuri sekeliling taman tidak ada, sudah sepi. mungkin Leo rewel jadi memutuskan kembali pulang duluan pikhirnya, ia pun bergegas untuk pulang juga setelah mengemasi barang barang yang ia bawa tadi.
Sesampainya di rumah sang majikan langsung menyapanya.
"Lho kok pulang sendirian sust, Leo sama sust nya mana?" tanya Ayu saat melihat susternya Ariell sudah kembali.
"Bukannya sudah pulang duluan yaa bu Ayu sust nya, soalnya tadi di taman sudah sepi gak ada orang." jawab suster itu.
Ayu dan Syarief terdiam saling pandang setelah mendengar pernyataan dari susternya Ariell itu, "Tunggu tunggu kalian ini berangkatnya tadi bersama lho, emang di sana kalian berpencar atau gimana" ujar Syarif mencoba berphikir positif.
Ayu segera mengambil alih putrinya dari gendongan sang suster.
Ayu melihat suami nya itu kaget dan menahan emosinya. " Sayang aku akan cari mereka," Syarief langsung beranjak dari duduknya, dan menyambar kunci mobil yang tergeletak di atas bufet rak tv.
Ia segera keluar menuju mobilnya, " Sayang tunggu aku ikut," Ayu sudah ikut masuk ke dalam mobil setelah menitipkan Ariell pada susternya terlebih dahulu.
Dan berpesan pada sang suster untuk mengunci semua pintu dan jendela setalah mereka pergi.
Syarief membiarkan istrinya ikut serta, pikhirannya sudah kalut, memikhirkan dimana putra dan susternya berada.
...----------------...
Saat susternya Ariell masuk ke dalam toilet, tak lama Leo dan susternya itu di datangi dua pria bertubuh besar dan berwajah seram, layaknya preman memakai banyak gelang dan kalung rantai.
"Kalian siapa, kalian mau apa?" seru suster Leo menatap tajam dan memeluk erat tubuh kecil Leo.
"Tidak penting siapa kita cepat ikut dengan kami, atau kau ingin mati sekarang juga" ancam salah satu preman itu.
Sang suster terkihat ketakutan, dia melihat sekeliling kanan kiri yang terlihat sepi tak ada orang, ingin berteriak minta tolong, tapi ia takut benda tajam itu langsung menggores lehernya.
Ia pun tak ada pilihan langsung mengikuti mereka untuk masuk ke dalam mobil yang memang sedari tadi sudah terparkir di depan taman itu.
__ADS_1
Ia hanya takut memikirkan bocah yang tak berdosa ini menjadi sasaran mereka nanti. jadi dia hanya bisa membungkam mulutnya sambil tetap memeluk erat anak asuhnya itu.
Saat di perjalanan salah satu dari mereka menerima panggilan masuk, tak lama setelah panggilan itu berakhir sang suster ternyata di tembak mati tepat di kepalanya oleh preman itu di depan Leo kecil, Leo berteriak histeris ketakutan dan tiba tiba jatuh tak sadarkan diri.
Tak lama mobil itu memasuki halaman rumah besar, mobil terparkir di garasi, salah satu preman menggendong tubuh kecil itu membawanya masuk ke dalam rumah.
"Bagus, good job, ini sisa pembayaran untuk kalian, ingat kalian harus segera pergi jauh, sejauh jauhnya." ucap seseorang yang di anggap bos oleh mereka.
Dengan kekayaan yang Ayahnya miliki, ia bisa menghalalkan cara apa saja untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.
"Kau lihat Syarief, karena ulahmu itu kini putramu berada dalam genggamanku, kita lihat saja bagaimana hancurnya wanita yang kau cintai itu, kehilangan buah hati yang dia cintai. sama seperti diriku. " ucap seseorang dengan tersenyum devil.
"Kau tunggu saja giliranmu itu tiba," ia menyeringai sangat puas, melihat bocah yang begitu mirip dengan Ayahnya itu.
Dia bersiap siap untuk segera pergi meninggalkan negara ini sekarang juga dengan menggunakan jet private milik Papanya.
*Flashback off
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc*
Thank's ya yang sudah mampir baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1