
"Sayang." panggil seseorang dari belakang mereka yang ternyata adalah orang yang mereka bicarakan sedari tadi.
"Bee kau dari mana saja,?" tanya Bryan raut muka sudah sangat kesal.
"Maafkan aku, kemarin aku mengantar pulang Ibu dan nenek, sampai aku tidak sadar ketiduran hingga tengah malam." dusta Ariell dengan memperlihatkan wajah bersalah, agar Bryan percaya padanya.
Tapi justru wajah itu nampak sangat menggemaskan di mata Bryan, membuat rasa kesalnya pun perlahan sirna terbawa angin.
"Mama tinggal dulu ya kalau begitu." Mama Lidya pun meninggalkan mereka berdua.
"Bee seharusnya kau bilang dulu padaku kalau mau menginap, apa kau marah soal kemarin? sehingga kau menghindar dariku?" Bryan beramsumsi kalau gara-gara ulahnya kemarin sehingga Ariell marah padanya.
"Bukan itu, aku memang ketiduran di sana, mungkin karena aku kecapekaan saja, hingga tidur lupa waktu." Ariell memaksakan tersenyum.
Ariell tidak sepenuhnya berdusta karena memang kemarin saat memasuki kamarnya ia langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang tempat tidur hingga sampai ia ketiduran.
Terlihat Bryan menghela nafas panjangnya," Aku merasa kalian semua sedang menyembunyikan sesuatu dariku! kenapa kau tidak jujur padaku?" tebak Bryan membuat Ariell sedikit terkejut.
"Mama sudah memberitahu segalanya padaku, maafkan aku Bee, sungguh aku minta maaf." Bryan menatap Ariell dengan raut wajahnya menunjukkan rasa penyesalan.
Ada apa ini?
Bryan pun megambil kedua tangan Ariell lalu menggenggamnya erat, "J-jadi kau sudah tahu sumuanya.?" Bryan mengangguk.
"Maaf kalau aku melukai hatimu, aku tidak ingat kesalahan apa yang aku perbuat padamu sehingga kau pergi meninggalkanku dan membawa serta Ken bersamamu waktu itu." terang Bryan malah membuat Ariell mengernyitkan keningnya.
Kenapa dia bilang aku pergi meninggalkannya bersama Ken? apa ini salah satu skenario Mama?. Ariell bertanya-tanya dalam hati.
Bryan membawa kedua tangan Ariell mendekat pada bibirnya lalu mengecup keduanya secara bergantian.
"Aku sungguh minta maaf Bee, aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi, mungkin kau masih marah padaku sehingga kau memutuskan untuk tinggal di kediaman Ibumu semalam, aku dan Fay tidak ada hubungan apa-apa, kami hanya sebatas teman aku hanya mencintaimu. Sungguh kau tidak tergantikan oleh wanita manapun." Jelas Bryan, yang membuat Ariell kini mengerti, ayo mainkan peranmu Ariell, suara hatinya berbisik.
"Tapi aku_
"Please ayo kita memulai dari awal lagi, memperbaiki rumah tangga kita yang hampir hancur karena ulahku, kali ini aku tak akan membiarkan kau pergi lagi, aku takkan bisa hidup tanpamu sayang." kali ini Bryan menunjukkan wajah memelas.
__ADS_1
Bukan wajah yang biasa ia tampilkan yang begitu dingin pada orang lain, atau bahkan sisi lain di dalam dirinya.
Mama Lidya membuat drama apa lagi ini? kenapa bawa-bawa mendiang mantan istri Bryan segala!
"Kalau begitu aku mau minta satu hal padamu," Pinta Ariell sedikit ragu.
"Akan aku berikan segalanya yang kau minta Bee?" jawab Bryan mantap tanpa berpikhir panjang lagi.
...----------------...
Terlihat sepasang kekasih baru saja turun dari mobil mereka, walaupun salah satunya sempat ragu untuk masuk ke dalam, tapi berkat bujukan dari sang kekasih akhirnya mereka berdua pun berjalan masuk ke dalam mansion milik Bryan.
"Siang semua, maaf kami baru datang." ujar Nando yang berjalan berdampingan dengan Val menuju ruang tengah. Bahkan ia menggenggam erat jemari lentik Val, supaya bersikap biasa saja di depan mereka semua.
Nando tahu mungkin saja Val merasa tidak enak hati, dan canggung seolah merasa ia merebutnya dari Ariell. begitulah asumsi orang-orang di luar sana.
Padahal Nando sudah menjelaskan bahwa ia tidak bersalah, dan Ariell tidak akan mungkin marah padanya. Walaupun Val sendiri juga tahu betul bahwa Ariell tidak akan mungkin marah padanya toch yang di cintai Ariell bukanlah Nando, melainkan orang yang tengah duduk di kursi roda itu.
"Hei, ada apa ini? Kalian terlihat bersama! Wah aku tidak menyangka kalau kau menjalin kasih dengan Nando.!" seru Bryan menatap Val yang diam saja dan terlihat merasa canggung.
"Oh maaf kak Bray, Tante. aku ingin menyampaikan pesan dari Mama dan Papa yang tidak bisa datang cepat untuk berkunjung, dan juga kak Richard yang kini masih sibuk di kantor dan juga sambil menemani kak Zoey yang baru saja melahirkan." terang Val mulai menatap semuanya.
"Iya, kami semua sudah tahu, oh iya ayo semua nya makan siang siap." ajak Mama Lidya mereka untuk berjalan ke arah meja makan.
"Kami sudah makan Tan barusan." tolak Val halus.
"Sudah ayo, makan sedikit saja, ini Ariell lho yang masak tadi." terpaksa membuat Nando dan Val pun mengikuti mereka semua.
"Hmmm,, masakanmu memang lezat semua Bee," Puji Bryan saat baru saja memasukkan beberapa suap nasi ke dalam mulutnya.
"Puji terus, istri tercinta." sindir Fredly yang memang sengaja menggoda adiknya itu.
"Biarkan saja lah, kenapa kau yang sibuk sih." Desis Belinda yang tahu kalau suaminya itu akan terus menggoda adik iparnya.
Mereka pun makan siang dengan sedikit mengobrol dan bercanda, lalu sebagian melanjutkan sesi obrolan mereka, dan ada yang pergi ke halaman belakang untuk sekedar melihat-lihat.
__ADS_1
"Kau sungguh sudah membuka hatimu untuknya? Jangan bermain-main Nando, kalau kau tidak bisa membalas perasaannya, setidaknya putuskan sekarang dari pada kau akan menyesal akhirnya." ucap Ariell panjang lebar.
"Apa bedanya aku denganmu?!" Tembaknya yang tepat sasaran." Aku juga tidak berniat menyakiti perasaannya lagi kali ini, aku berjanji itu." Jawab Nando mantap.
Mereka berdua memang di belakang rumah sekarang, bukan pergi bersama secara diam-diam ya, mereka sudah meminta ijin pada pasangan mereka masing-masing.
Hanya saja Ariell mengajaknya bicara di tempat itu agar tidak terdengar oleh Bryan dan Val, yang membuat mereka nanti akan salah paham saja pada keduanya.
Jadi mereka minta ijin untuk berbicara berdua mengenai pekerjaan saja, karena pada saat Nando melepaskan Ariell waktu itu, sejak saat itu juga Nando berhenti bekerja di D'Makatu Resto.
Kini pria yang lahir di kota perjuangan itu, memilih mengembangkan bisnisnya sendiri di bidang kuliner, bekerja sama dengan calon Kakak Iparnya, siapa lagi jika bukan Richard yang mempunyai beberapa Restoran-restoran di beberapa negara termasuk London, dan mungkin saja ia akan memutuskan tinggal di sana apabila ia dan Val menikah nantinya.
"Baiklah ayo kita kembali." Ajak Ariell sudah lebih dulu berjalan meninggalkan mantan tunangannya.
Tanpa merek sadari ada seseorang yang sedari tadi mendengarkan mereka berdua di balik tembok samping belakang.
Hayo siapa??
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..
__ADS_1