
Masih Bryan 💓Ariell
Siang ini Ariell menyusul Ibu nya ke kedai toko roti tempat usaha milik keluarganya. Ia selalu ke sana kalau sedang tidak kuliah atau kalau hari libur untuk sekedar membantu Ibunya.
'ArAr Bakery' sudah berdiri sejak Ibu Ayu masih kecil, sehingga Ibunya-lah yang meneruskan bisnis peninggalan dari kedua orangtuanya.
Nama 'ArAr' di ambil dari nama mendiang kedua orangtua Ibu Ayu mereka yang mengawali merintis usaha ini dari sebelum mereka menikah.
Nenek Ariell bernama Artika dan sang kakek bernama Arfan, entah itu suatu kebetulan atau di sengaja sampai nama cucu cucu mereka pun berawalan 'Ar' juga.
Sesampainya di di kedai Ariell memakirkan sepeda motor maticnya, ia melihat begitu ramai pengunjung di depan, ia pun bergegas masuk dan memakai sarung tangan plastik yang tersedia di pinggir etalase, setelahnya membantu sang Ibu melayani pembeli mereka.
"Ibu istirahat saja, biar Ariell yang bantu mba Ning." pinta Ariell yang melihat wajah letih Ibunya. tapi tangannya sambil mengambil beberapa roti yang berada di rak etalasi, permintaan pembeli.
"Terima kasih, selamat datang kembali," seru Ibu Ayu menuerahkan paperbag pada salah satu pembeli yang sudah mendapatkan pesanannya. "Terus Ayah dimana?" tanya Ibu Ayu pada putrinya sambil mengedarkan pandangannya ke arah pintu masuk, karena tak melihat keberadaan suaminya.
"Ayah tadi dapat panggilan mendadak dari atasannya, terus Ayah berpesan sebelum pergi katanya kalau malam ini belum kembali, kemungkinan di ajak keluar kota sama atasannya, tadi sangat buru buru jadi tidak sempat berpamitan ke sini. tadi juga Ayah sempat telepon toko tapi Ibu tidak mengangkatnya." jelas Ariell panjang lebar kepada Ibu Ayu.
Membuat Ibu Ayu merasa bersalah, karena tidak bisa mengangkat panggilan tadi. "Yaa sudah, nanti Ibu telepon Ayahmu balik, Ibu masuk ke dalam dulu yaa nak." Ibu Ayu mengusap pelan pundak putrinya sebelum beranjak masuk. Ariell pun tersenyum sambil mengangguk pelan.
Setelah Ibu Ayu masuk kedalam tersisa Ariell dan mba Ning. "Mba Ning emang dari tadi pagi ramai ya, ?" tanya Ariell pada salah satu pegawai Ibunya.
"Iya lumayan sih mba, makanya tadi Ibu Ayu tidak sempat mengangkat telepon yang masuk, banyak pesanan soalnya mba." jawab Mba Ning apa adanya.
Ariell hanya ber-oh ria, sambil kembali melayani pembeli terakhir mereka. " saya ke belakang dulu ya mba, mau ngecek stok barang yang habis." seru mba Ning melangkah masuk ke belakang gudang tempat persediaan barang barang yang berada di dekat dapur.
Ariell hanya mengangguk sambil tangannya menyusun kembali tataan roti di dalam etalase, menambahkan dengan yang baru matang juga.
Tiba tiba ada pembeli datang,"Permisi" suara bariton yang terdengar dingin itu membuat Ariell mendongak dan menatap orang yang baru saja berbicara.
"Kamu lagi, kamu lagi kok dimana dimana ada kamu sih, tunggu dulu." Ariell menelisik wajah orang itu." Kalian kembar yaa?" tanya Ariell yang melihat wajah pria itu yang terlihat berbeda hari ini dari hari kemarinnya.
"Oh, kamu yang punya kedai ini?" tanya Bryan datar.
"Ck, di tanya malah balik nanya.? emang dasar juliet.?" gerutu Ariell pelan tapi masih terdengar di telinga Bryan.
Bryan terlalu malas menanggapi ocehan yang tidak penting untuknya. " Aku kesini mau beli cake bukan mau mengajak berdebat.? cepat ambilkan pesanan cake ultah atas nama Belinda." pinta Bryan seolah memerintah dengan tegas.
Ariell terus mengumpat dalam hati sambil mengambil orderan yang di minta oleh Bryan.
Seenak jidatnya dia menyuruh, untung saja pembeli, kalau bukan udah aku sembelih habis itu djordi miliknya. biar gak laku..hehe..gerutu Ariell sambil tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Dan itu semua tidak luput dari pandangan Bryan, yang memang sejak tadi memperhatikan gadis itu dengan tatapan tajam.
Gadis ini sepertinya sedang memikirkan sesuatu hal yang tidak baik, lihat saja nanti kalau sampai berani bermain main denganku. batin Bryan tak kalah menyeringai licik.
"Mau di isi tambahan tulisan apa.?" tanya Ariell bersikap biasa saja.
"Oh, tulis saja 'Happy Birthday Putriku', lalu berisi ulang tahun yang ke satu tahun." balas datar Bryan.
"Oh, buat putrinya toch Pak, !" seloroh Ariell sambil memberi tambahan lukisan pada atas cake itu, setelah selesai ia langsung membungkusnya ke dalam kotak persegi dan menyerahkan pada pria itu.
"Sudah , Terima kasih dan selamat datang kembali." ucap Ariell tersenyum smirk pada Bryan.
"Lama sekali, siapa juga yang mau datang kembali." gerutu Bryan sambil melangkah cepat tapi, masih terdengar oleh Ariell.
"Dasar Juliet dari goa hantu, aku doain kamu datang kembali." teriak Ariell kesal sambil terus menatap Bryan yang masuk ke dalam mobil mewahnya.
"Ada apa sayang, kenapa teriak teriak begitu.?" tegur Ibu Ayu yang mendengar putrinya berteriak kencang tadi, dan langsung cepat keluar kawatir ada apa apa dengan putrinya.
"Oh, tidak apa apa Bu, tadi ada orang yang iseng aja, salah alamat." jawab Ariell asal membuat Ning menahan senyum karena tadi dia melihat adegan dua sejoli yang sedang beragumen saling mengumpat.
Ariell menyengir menatap Ibunya, sedangkan Ibu Ayu hanya geleng geleng melihat tingkah putrinya yang kadang jahil pada orang.
......................
Bryan mengumpat kesal sambil memukul setir mobilnya, mimpi apa aku bertemu terus dengan wanita itu.
Gara gara tempo hari mata kiriku bermasalah sampai dua kali nabrak wanita itu, tapi sebetulnya bukan salahku sepenuhnya, wanita itu pun juga menabrakku terakhir.
Lihat saja nanti kalau sampai bertemu kembali, untung cantik, dasar kucing betina galak, jaman sekarang kalau gak galak pasti genit.
Aah,,pasti semua sudah menunggu gara gara wanita kucing itu, sial.
pov end.
Sesampainya di kediaman kakaknya Bryan langsung turun dari mobilnya tak lupa membawa cake pesanan kakak iparnya itu.
Selama kuliah di Jogja Bryan memang tinggal bersama kakak dan istrinya ini setelah menyelesaikan S2 nya dia akan melanjutkan studynya ke London.
"Astaga, Bryan lama sekali. kayak ambil kuenya di luar kota aja.!" omel Belinda kakak iparnya.
"Sorry macet tadi." dusta Bryan sambil menyerahkan kotak berukuran sedang itu pada Belinda.
__ADS_1
"Bryan, apa ini.!" Teriak Belinda saat baru membuka kotak kue itu, dan menemukan secarik kertas berisikan sebuah teguran atau ancaman lalu menyerahkannya pada Bryan sambil tersenyum geli, karena sempat membaca sekilas isi dalamnya.
Bryan menghentikan langkahnya dan berbalik kembali mendekat pada Belinda lalu membuka kertas itu.
*Teruntuk kakak yang cantik,
Mamanya putri kecil yang sedang berulang tahun hari ini.
Maaf sebelumnya, saya cuma mau memberi info kalau suami anda tuan Bryan, dia kalau lagi di kampus sering godain para wanita di sana, dan terkadang genit juga.
Kalau perlu bantuan, saya akan dengan senang hati membantu anda sebagai sesama wanita, bila perlu si djordi miliknya di potong habis saja tak tersisa. biar tidak tergoda pada wanita sexy di luar sana.
*S*aya sudah di tabrak dua kali lho sama dia, apa namanya coba kalau bukan cari kesempatan dalam kesempitan biar bisa peluk peluk saya. saya merasa di lecehkan, tapi saya gak akan laporin suami anda kok. tenang saja.
*S*aya hanya meminta supaya di jaga ketat suami anda, kalau perlu di awasi juga gerak geriknya. takutnya nanti ada korban selanjutnya.
Tidak usah berterima kasih pada saya, saya senang kok bisa membantu anda.
Salam hangat dari Doramiii*.
.
.
Selesai membaca itu, raut wajah Bryan langsung berubah merah padam, membuat tawa Belinda pecah seketika, membuat suami dan Mama mertuanya bingung saling menatap tidak tahu apa yang terjadi di antara keduanya
Sedangkan Bryan langsung masuk ke dalam kamar miliknya dan mengusap kasar wajar serta menjambak kasar rambutnya frustasi.
Bisa bisanya bertemu wanita g*la seperti dia. batin Bryan menahan emosi jiwanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
__ADS_1
.tbc.
Terima kasih yang sudah mampir dan kasih like dan hadiahnya..