Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 14


__ADS_3

Beberapa menit setelah Suara menggelegar itu mereda suara guyuran air hujan yang sangat deras tiba tiba turun diiringi petir saling menyambar dan badai angin seolah sedang marah, sungguh mengerikan.


Apalagi di tengah pegunungan begini pohon pohon seolah bergoyang dombret mengikuti alunan angin Fohn bertiup kencang.


Ariell membuka kedua kelopak matanya perlahan, ia merasakan hangat di dada.


Seolah baru tersadar ia langsung melepaskan kedua tangan yang melingkar sempurna di tubuh Bryan.


Sedangkan Bryan seakan panas dingin ia rasakan akibat efek desiran hebat kala Ariell memeluknya erat barusan.


Apalagi yang sedang terlelap di sana seakan baru mendapatkan charge dengan volt berkekuatan tinggi langsung on seketika.


Oh..shiitt Take it easy djordi, kau belum waktunya untuk bangun dari tidur panjangmu, sabarr okey . batinnya tersiksa.😂😂


"Sorry, Aku-


"It's oke, " potong Bryan sambil menahan gejolak yang tengah berputar putar di atas kepala lainnya.


Ternyata syaitonnya terlalu banyak di sekitar mereka, membuat Bryan langsung bangkit dari duduknya segera ia pergi tidak tahan mendengar bisikan bisikan 'mereka' dan langsung berjalan menuju kasir menyelesaikan pembayaran pesanan mereka tadi.(wkwkw)


Tak lama Bryan pun kembali lagi ke tempat dimana Ariell telah menunggunya.


"Bee-emm sorry maksudku Riell sepertinya kita tidak bisa kembali ke kota malam ini. tadi aku mendapat info kalau jalan masuk menuju Area sini tertutup beberapa pohon besar yang tumbang di jalan, jadi sepertinya kita harus bermalam disini, bagaimana.??" beritahu Bryan sambil melepas Jaketnya lalu memasangkan pada tubuh Ariell yang kedinginan.


Ariell hanya bisa menganggukkan kepalanya, berjalan pasrah mengikuti kemanapun pria ini pergi.


Merasa di perhatikan seperti ini, Ariell sungguh merasakan ada kehangatan di hatinya, ingin berlama lama rasanya kalau tak mengingat dengan status mereka berdua sekarang.


...----------------...


"Sepertinya Ariell sedang sibuk sekarang, yang menjawab panggilannya bahkan mba mba cantik dari operator terus menerus." Gumam Nando yang dari tadi mencoba menghubungi Ariell guna menanyakan keadaannya sekarang.


Entah kenapa perasaannya menjadi gelisah sejak tadi siang. untung saja yang jawab wanita kalau pria bisa hancur itu dapur Restoran.😂😂


Sejak Ariell pergi ke London bersama kawan masa kecilnya, bahkan ia juga bilang akan mampir ke bali dulu untuk menemui kawannya lamanya di sana.


Entah kenapa Nando terus memikirkan keadaan Ariell, membuat kawan sesama kokinya sedikit kesal padanya.

__ADS_1


Karena seringnya melamun, di ajak ngobrol pun kadang tidak nyambung. gimana bisa nyambung coba kalau orangnya berada di depan mata kita tapi pikhirannya berkelana entah kemana.


Nando pun mencoba mengirim pesan, siapa tahu nanti di baca oleh Ariell.


setelah berberes sedikit dan mengecek pintu pintu terkunci Nando pun memutuskan untuk pulang ke Apartemennya karena hari sudah larut malam.


Yaa sejak ia memutuskan untuk bekerja sama dengan Ariell ia tinggal di sana, bukan tanpa sebab memang biar bisa dekat dengan Ariell terus tentunya.


Selain Koki ia pun sebenarnya manager Restoran milik Ariell, tapi karena dia suka sekali memasak ia tak tahan kalau hanya duduk bekerja dan melihat saja, ia ingin terjun langsung membantu untuk memasak juga.


Ariell mah terserah saja, yang penting bukan dia yang memaksa, sebenernya sudah lama Ariell meminta Nando untuk memulai usahanya sendiri.


Tapi Nando menolak dengan alasan yang tidak masuk akal, bahkan bisnis Keluarganya saja ia tinggalkan demi siapa coba kalau bukan demi C.I.N.T.A. (wkwkwk semangat babang Nando)


...----------------...


Di dalam kamar Bryan duduk di sofa memainkan ponsel genggamnya sambil menunggu giliran untuk membersihkan diri.


Setelah mereka tiba di Home with View mereka ingin memesan dua kamar untuk mereka masing masing, tapi ternyata apa semua kamar yang ada di dalam sudah terisi penuh hanya tinggal satu kamar saja yang tersisa, itu pun kamar khusus untuk pengantin baru yang sedang Honeymoon.


Mereka terbelalak, Bryan pun meminta pendapat pada Ariell terlebih dahulu, dan Ariell yang di tanya pun bingung harus jawab apa.


Mereka menyadari tak hanya mereka berdua yang terjebak di sana, masih banyak orang lain juga, mungkin itulah sebabnya tidak ada kamar kosong lainnya lagi.


Bip..


Terdengar bunyi pesan masuk dari ponsel Ariell, Bryan yang di dekat nakas hanya melirik sekilas.


Bryan sedikit terkejut di layar depan ada beberapa panggilan tak terjawab hingga beberapa pesan masuk.


Yang bikin Bryan terkejut bukan karena banyaknya panggilan atau pesan yang masuk, tapi karena siapa orang yang pemanggilnya.


Fernando,ada hubungan apa mereka,!! gumamnya nyaris tak terdengar.


Hingga terdengar suara pintu toilet terbuka membuat Bryan menatapnya.


Mereka saling mengunci tatapan beberapa detik lalu Ariell pun langsung menyudahi dan bertanya.

__ADS_1


"Kamu gak mandi?" tanya Ariell gugup di tatap seperti itu membuatnya salah tingkah.


"Oh, iyaa aku mandi dulu." balas Bryan langsung masuk ke dalam toilet.


Setelah melihat Bryan sudah masuk, Ariell langsung bernafas lega rasanya, setelah menahan nafas tadi beberapa menit.


Ariell berjalan menuju lemari pakaian yang ternyata isinya hanya ada beberapa Bathrobe saja.


Tidak ingin terjadi apa-apa dengannya ia pun memakai kembali pakaian yang ia pakai tadi, yang berarti pakaian yang sudah seharian ia pakai.


Gak apa apa dari pada pakai pakaian yang di dalam lemari, bisa perang dunia ke sebelas kali yaa..😂


Ariell mengambil bantal dan selimut yang sudah disiapkan di dalam lemari oleh pihak hotel.


Akhirnya ketemu juga sama kamu Mut, ( Balmut) mataku terasa begitu berat sekarang. gemamnya sambil memejamkan mata dan merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang berada dekat jendela.


Tak lama terdengar pintu toilet di buka, Bryan pun keluar dengan hanya memakai Bathrobe saja menatap sekeliling.


"Riel, ngapain kamu tidur di sofa, nanti sakit semua badanmu?" tanya Bryan lembut berharap Ariell masih terjaga.


"Gak apa-apa kamu tidur aja di ranjang, aku nyaman kok tidur disini." jawabnya sedikit dusta di sini lebih baik pikhirnya, dengan mata terpejam.


Tak ingin berdebat akhirnya Bryan merebahkan tubuhnya di atas ranjang itu sendirian, Ya iya lah sendiri, emang status kalian apa??


"Aku matiin lampu tidurnya ya? aku gak bisa tidur kalau terang begini, kamu gak takut gelap kan?" tanya Bryan memastikan


Tak ada jawaban, mungkin ia sudah tidur pikhir Bryan yang langsung membuat kamar menjadi gelap gulita tanpa cahaya apapun.


Aku bukannya takut gelap, tapi aku takut satu ruangan dengan singa yang sedang kelaparan saat ini. gerutu Ariell dalam hati tetap dengan mode awas sambil berharap cepatlah datang pagi. tak lama dia pun terlelap.


Ariell merasa tubuhnya melayang tinggi di atas awan, sepertinya ia meminjam alat doraemonnya lagi kali ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca.

__ADS_1


kasih like dan komen yaa..


lov u all..


__ADS_2