Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 81


__ADS_3

Hari masih terlalu pagi, matahari pun belum menampakkan sinarnya, tapi seorang pria sejak tadi sudah terjaga di atas ranjangnya.


Ia menopangkan kepalanya dengan menggunakan salah satu tangannya, sambil melihat wajah cantik istrinya yang masih terlelap.


Ini adalah yang ia impikan sedari dulu, sebelum tidur dan bangun tidur selalu yang pertama yang ia ingin lihat adalah wajah cantik istrinya.


Hingga ia merasa ini seperti mimpi saja baginya, tapi ia mulai tersadar bahwa ini adalah nyata, ia dan Ariell sudah benar-benar menikah sekarang.


Siapa lagi kalau bukan Bryan, tangannya pun mulai terulur untuk merapikan surai hitam milik istrinya yang sedikit berantakan mengenai wajah cantiknya itu.


Membuat sang empu mengeliat sambil melenguh pelan, membuat Bryan yang mendengarnya seketika turn on.


Shitt,, hanya mendengar lenguhan kecilnya saja membuat si djordi terbangun dari tidurnya. gerutunya dalam hati.


Gara-gara semalam di tinggal tidur duluan oleh Ariell membuat Bryan menghabiskan malamnya bersama para sahabatnya.


Tapi tengah malam sekitar pukul dua ia pun akhirnya kembali ke kamar karena para sahabatnya juga sudah pada mengeluh merasa mengantuk.


Bryan pun memasuki kamarnya yang memang terlihat sedikit gelap, sebab sebelum turun ia sempat mematikan lampunya, hingga menyisakan lampu yang ada di belakang ranjang tidurnya.


Tak lama setelah bersih-bersih dan berganti pakaian tidurnya ia pun berbaring ikut terpejam di samping tubuh istrinya, tapi itu hanya sebentar hanya sekitar tiga jam saja ia tertidur.


Dan sudah terjaga di pukul lima pagi tadi, dan kini tangan Bryan pun mulai bergeriliya kemana-mana membuat tidur panjang Ariell terusik dan mulai membuka kedua netranya dengan pelan.


"Morning Bee," sapanya sambil tersenyum, dan kini tangannya mengelus pipi putih itu.


"Morning," balas Ariell dengan suara seraknya kas bangun tidur," kau sudah bangun dari tadi?" tanyanya sambil menyingkap selimut dan akan beringsut dari atas ranjang.


"Kau mau kemana? aku lapar Bee?" rengeknya dan berhasil mencekal pergelangan tangan Ariell.


"Iya aku ke kamar mandi dulu, setelah itu aku akan membuatkan sarapan untukmu." sahut Ariell biasa saja, tanpa tahu apa arti dari kata 'lapar' dari Bryan.


"Tapi aku maunya sekarang? kalau nanti keburu rasa laparku hilang." tolak Bryan memasang wajahnya memelas.

__ADS_1


Membuat Ariell langsung mengernyitkan dahinya bingung," Makanya lepasin dulu kammmpp_ belum selesai Ariell bicara Bryan sudah lebih dulu membungkam bibirnya dengan menggunakan bibir miliknya.


Membuat Ariell yang belum siap itu pun hampir kehabisan nafas, dan mau tidak mau Bryan pun melepas serangan tiba-tibanya.


"Kau ini ya!!" sungut Ariell sambil memukul pundak Bryan sedikit keras sambil berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Yang di pukul malah terkekeh tidak merasakan sakit sama sekali, "Itu baru makanan pembuka sayang, aku akan menunggumu di sini dengan makanan utamaku." teriaknya agar Ariell mendengarnya.


Tak lama Ariell keluar dengan wajah yang nampak lebih segar, "Kau pergilah mandi aku akan membuat sarapan untukmu."


Ariell akan berjalan keluar kamarnya tapi belum sampai di depan pintu langkahnya seakan melayang di udara.


Yang ternyata ia berada di dalam gendongan, siapa lagi pelakunya kalau bukan Bryan." Issh kau ini masih sakit ya, turunkan aku! kau bilang lapar, lalu bagaimana aku bisa memasak kalau kau terus saja menghalangiku."


Bryan pun merebahkan kembali Ariell di atas ranjang, dan mulai menindihnya," Aku ingin memakan makanan utamaku Bee, please jangan menolakku lagi, setelah semalam kau membuatku merasakan sedikit sakit kepala." Ariell pun mulai mengerti apa yang di inginkan oleh suaminya itu dari tadi.


Ternyata dia meminta haknya," Tapi kau baru saja sembuh sayang." Bryan tak menggubris ucapan dari Ariell, ia sudah melancarkan aksinya.


Dan Bryan menengadahkan kepalanya menatap wajah cantik istrinya yang ternyata sudah memejamkan kedua netranya, ia pun menci*m bibir istrinya dengan lembut.


Ariell menyambut c*uman dari suaminya dan langsung membalasnya mengikuti permainannya, mereka saling menyesap, maman**t menciptakan gelenyar-gelenyar aneh di dalam tubuh mereka.


Kini c*uman Bryan turun ke bukit kembar milik istrinya, dan mulai membuka pelan kancing piyama yang di pakai istrinya itu.


Ariell sudah tidak bisa menahan tangan Bryan lagi karena sudah merasakan tubuhnya yang mulai panas dingin.


Di rasa tidak ada penolakan lagi dari sang istri, Bryan meneruskan aksinya, tangannya berhasil membuka penutup aset kembar milik istrinya, dan melemparnya ke sembarang arah.


Dan mulai mendekatkan wajahnya pada bukit kembar itu, perlahan menyesapnya secara bergantian, membuat tubuh Ariell mengeliat tidak karuan merasakan gejolak yang suaminya itu berikan.


Saat di rasa sudah puas bermain-main di situ, Bryan pun mulai turun ke perut Ariell, menyapukan l*dahnya ke semua inci tubuh istrinya.


Dan kini wajahnya berada tepat di atas inti tubuh istrinya, tangannya mulai siap membuka pakaian bawah Ariell, tapi tangan Ariell lebih cepat menahannya.

__ADS_1


"Stop it ."


Sepertinya Bryan tidak mendengarkan ucapan protes dari istrinya itu, seolah kedua indra pendengarannya saat ini tidak berfungsi dengan baik tangannya masih berusaha melepaskan itu.


"Bryan berhenti kita tidak bisa melakukannya sekarang, karena aku sedang dalam masa periodeku." Ariell berusaha berbicara sedikit keras agar bisa menyadarkan Bryan saat ini.


Yang terlihat seperti seekor singa jantan yang tengah kelaparan selama berminggu-minggu tidak mendapatkan mangsanya.


Begitu mendengar Ariell menyebut masa Periode seketika tubuhnya merosot, bahkan si djordy miliknya langsung turn off kembali tertidur.


Bagaikan seekor singa jantan yang tidak mendapatkan mangsanya seketika tubuhnya lemas meringkuk di atas ranjang di samping istrinya yang tengah menatapnya dengan tatapan sedikit mengiba.


"Maaf." cicit Ariell, hanya itu yang bisa ia ucapkan pada suaminya dengan perasan bersalah. tapi bagaimana lagi, itu sudah dari kemarin datang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.tbc


Sabar ya babang Bryan, kasian sekali,,


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..

__ADS_1


__ADS_2