
Masih Bryan 💓 Ariell
"Eh Bray kau mau kemana?" teriak Andrew tapi tidak di dengar oleh Bryan. ia terus melangkah pergi keluar dari kantin.
Armand dan Andrew pun ikut bangkit dan akan melangkah pergi juga, tapi lengan Andrew di cekal oleh wanita itu tadi.
"Tunggu Drew, kenapa kalian semua malah meninggalkanku,.?" ucap Felina sedikit memelas.
Ya benar wanita tersebut adalah Felina, yang terus mengejar ngejar Bryan dari dulu, bahkan seluruh kampus juga sudah mengetahui itu.
"Karena kau sudah merusak suasana, dan nikmati-lah." jawab Andrew menpis tangan Felina lalu melangkah pergi di ikuti Armand di belakangnya.
Membuat Felina makin geram, tpai walaupun sudah di perlakukan seperti itu, tidak membuat Felina mundur, malah semakin gencar untuk terus mendapatkan cinta dari seorang Bryan, jangankan cinta perhatian kecil saja sudah cukup bagi Felina membuatnya berbunga bunga.
Tapi jangan harap Bryan mau memberikan perhatian kecil itu pada seorang wanita, kecuali Mama atau anggota keluarganya, dan teman masa kecilnya tentu saja. selain itu tidak akan mungkin.
Bahkan teman masa kecilnya saja harus bermanja-manja terlebih dahulu untuk menarik perhatian Bryan, yaa tidak di pungkiri Bryan memang menyayangi gadis itu sejak kecil, bahkan seperti menganggap gadis itu adalah adiknya sendiri yang selalu bergantung padanya.
Cinta? belum ada tuh di kamus Bryan, Tapi sepertinya tidak lama lagi akan ada satu wanita yang akan mendapatkan perhatian lebih dari Bryan, kita tunggu saja waktu itu tiba.
...----------------...
Di dalam kelas.
'Yess' Sorak Ariell dalam hati, sepertinya rencananya berjalan dengan lancarr..tanpa ber-acting lebih jauh, mangsanya masuk sendiri ke dalam perangkapnya.
Ingin bermain main denganku, no! itu tidak akan bisa. batinnya menyeringai puas.
Sore pun tiba Ariell dan dua sahabatnya kini berjalan menuju halte."Kok gak barengan ayang beb.?" goda Jessy sengaja.
"Apaan sih, jangan ngada-ngada, buat aku makin kesal aja, gara-gara pria itu sekarang hidupku jadi berantakan tahu tidak." geram Ariell kedua tangannya sudah terkepal.
"Siapa yang ngada-ngada coba, untung saja video yang berdurasi satu menit itu tidak bersuara, bahkan seluruh kampus gempar atas scandal yang kalian buat itu. sekarang sudah tahu kalau kalian memang mempunyai hubungan. toch Bryan itu udah ganteng, gagah, coll type pria maskulin aku tahu." seloroh Kadek sambil tersenyum membayangkan sesuatu.
"Idih kalian ini yaa, bisa diem gak sih.!" gerutu Ariell mengerucutkan bibirnya. kenapa bahas pria es itu terus sih. tak lama terdengar bunyi klakson mobil yang berhenti di depan mereka.
Tiinnn..
__ADS_1
Tiinnn..
"Tuh panjang umur, kalau jodoh emang gak kemana. udah buruan sana." seru Jessy mendorong tubuh Ariell supaya mendekat pada body mobil Bryan.
Bryan pun turun membuka pintu kemudi kemudian berjalan menghampiri Ariell." Ayoo masuk." ucap datar Bryan sambil membuka pintu penumpang depan.
"Aku bisa pulang sendiri kok, kamu duluan aja.!" balas Ariell juga datar tak ada manis-manisnya.
Membuat Bryan berdecak kesal, langsung menarik lengan Ariell mendorong paksa tubuhnya masuk ke dalam mobil, setelah di rasa Ariell sudah duduk tenang Bryan menutup kembali pintunya dan sedikit berlari ia memutari body mobil untuk masuk ke bangku kemudi.
"Bye Riell, jagain anak perawan orang Mr.es." seloroh Jessy dan Kadek sambil cekikikan.
Ariell hanya melambaikan tangannya sebagai jawaban pada para sahabatnya yang masih berdiri di samping mobil Bryan, setelah mobil di hidupkan, Bryan pun langsung tancap gas. melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kenapa sih maksa banget untuk mengantarkanku pulang, aku juga bisa pulang sendiri." omel Ariell tapi tak di tanggepi oleh Bryan.
"Alamat?" tanya Bryan setelah hampir setengah jam ia mengemudikan mobilnya, entah kemana.
"Huh," Ariell menghela nafas kasarnya mendengar pertanyaan konyol dari Bryan, sedari tadi mobil sudah berjalan jauh, tapi baru sekarang ia bertanya alamat Ariell, yang benar saja.
"Turunkan saja aku di depan." pinta Ariell tiba tiba. tapi Bryan malah tancap gas lebih kencang dari sebelumnya membuat Ariell sedikit naik darah.
Bryan bergeming memilih fokus mengemudikan mobilnya, yang sudah hampir memasuki suatu area. hampir satu jam lamanya mobil itu berjalan.
Di karenakan hari sudah hampir gelap, mobil pun tiba-tiba berhenti di tempat yang agak sepi, bahkan hanya ada segelintir orang saja dan tidak banyak mobil di sekitar mereka.
Bryan pun turun dari mobil di susul Ariell yang sedetik kemudian berdecak kagum dengan pemandangan indah di hadapannya saat ini.
"Wooww..ini indah sekali, ternyata benar kalau datang harus di jam segini." seru Ariell berbinar seakan rasa kesalnya terbayar sudah dengan melihat pemandangan luar biasa ini. ya walaupun tidak seindah raja ampat.
Ini adalah Waduk Embung Banjaroya yang sudah cukup terkenal di Gunung Kidul itu sendiri. Apalagi di sana sudah ada beberapa fasilitas wisata yang menarik.
Tempat ini merupakan tempat terbaik untuk menikmati sunset di Jogja. Karena embung ini berada di ketinggian yang mana tidak menghalangi pemandangan indah dari matahari yang akan terbenam. Sinar senja juga akan terpantul secara cantik di permukaan danau itu sendiri.
Setelah puas memandangi keindahan sunset juga sekitarnya Ariell memasang wajah kesalnya kembali.
__ADS_1
"Kau sebenarnya kenapa sih tiba-tiba saja terus mendekatiku, bahkan mengklaim-ku wanitamu yang benar saja. sudah berapa banyak wanita yang kau klaim begitu?" Bryan hanya diam menatap datar wajah Arielk." Huh kau membuatku semakin kesal saja." gerutu Ariell sambil menyilangkan kedua tangannya di bawah dada.
Beberapa saat hening, mereka dengan pikhiran masing-masing. tak lama Bryan berucap." Sudah selesai ngocehnya nona kucing betina yang bawel." ucap Bryan sambil tersenyum miring.
"Apa kau baru saja tersenyum Juliet?" tanya Ariell yang tadi sempat melirik Bryan sekilas tapi senyum itu jelas terlihat.
Bryan berdehem kecil" Tidak, kau salah lihat nona kucing, pipiku hanya sedikit gatal." dustanya kemudian.
"Hahaa, kau pikhir aku sebodoh itu tuan Juliet." lihatlah manusia es ini berpura-pura untuk membodohiku, kau belum mengenalku saja Mr Juliet dari goa hantu. batinnya menggerutu.
"Lalu kau mau bukti apa?" tanya Bryan sambil melangkah semakin mendekati Ariell. membuat Ariell melangkah mundur.
Tapi langkahnya berhenti tatkala punggungnya menempel di pembatas danau itu." Stop berhenti, kau mau apa.?" ucap Ariell waspada walaupun di sebelah sana ada orang, memang mereka peduli kalau ia nanti meminta tolong.
Di lihat dari pipet saja, pasti orang akan mengira mereka adalah sepasang kekasih yang tengah berkencan, sama seperti mereka juga yang tampak berpasangan.
Tapi Bryan terus mendekat kini jarak keduanya hanya beberapa senti saja, hampir menempel, tapi deru hafas yang berhembus dari keduanya sudah bisa saling merasakannya.
Bryan melepas Blazer yang berwarna Navy itu dari tubuhnya lalu menempelkan pada tubuh Ariell yang hanya memakai kaos lengan panjang yang tidak tebal.
Membuat Ariell terkejut, langsung mendongak menatap Bryan heran, tapi tidak mengira perlakuan manis yang di berikan Bryan untuknya membuat hatinya menghangat.
Tatapan mereka saling mengunci membuat jantung mereka berdua berlomba-lomba berdegup. tanpa aba aba tangan Bryan sudah terlulur ke belakang tubuh Ariell yang seketika menegang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..