
Dua hari berikutnya.
Sama seperti kemarin-kemarin Ariell masih menginap di kediaman neneknya dan hari menjelang siang ini ia pulang lebih awal dari Resto lalu mengemudikan mobilnya munuju Mansion milik Bryan.
Beberapa saat ia telah sampai dan berhenti sejenak saat melihat ada bibi sang asistent rumah tangga yang sedang di luar halaman, ia pun menyapa dan memberikan beberapa paper bag berisi makanan dan langsung di terima dan di bawa masuk ke dalam oleh sang bibi.
Lalu Ariell melanjutkan langkahnya masuk kedalam rumah dan langsung berjalan menuju ruang tengah, karena ia memang sudah mendengar suara yang begitu ramai, yang ternyata mereka sedang berkumpul semua di situ.
"Mommy," Teriak Ken senang sambil bangkit dari duduknya dan berlari memeluk Ariell, membuat langkah Ariell pun terhenti. " Kenapa semalam Mom meninggalkan Ken lagi?" Tanyanya dengan wajah cemberut.
"Maafkan Mommy ya sayang, apa Ken dan Calista sudah makan siang hmm?" Tanyanya sambil menatap kedua bocah itu secara bergantian.
" Belum Mommy."
" Belum Aunty" Jawab keduanya serempak membalas tatapan sayang pada Ariell.
Ariell pun mengambil duduk di samping Bryan yang sedang mengendong bayi tampan yang sangat gembul itu di atas pangkuannya.
Sedangkan Kenzie kembali duduk di depan Calista melanjutkan kegiatan menggambarnya, mereka duduk di atas karpet berbulu tebal yang tak jauh dari para orang dewasa duduk.
"Okay setelah menyelesaikan mengambar ini kita semua makan bersama oke?" Seru Ariell pada kedua bocah itu, dan di jawab anggukan dari keduanya.
Setelah perdebatan mereka dan Bryan yang akan memenuhi permintaannya, Ariell malah merasa bersalah karena ia terus saja membohongi Bryan.
Tapi mau bagaimna lagi, toch ia sudah mengikuti skenario yang di buat oleh Mama Lidya sedari awal, ia juga sangat memikirkan kondisi Bryan jika sampai memaksakannya untuk mengingat semua kembali memori masa lalu pria itu.
"Ma, kemana kak Fredly dan kak Belinda kenapa tidak kelihatan?" Tanyanya pada Mama Lidya yang sedari tadi memperhatikan kedua cucunya itu yang fokus menggambar.
"Fredly sudah kembali tadi pagi-pagi sekali ke Jogja, ada pertemuan yang sangat penting yang tidak bisa di wakilkan kepada asistennya, kalau Belinda itu dia sedang menyiapkan makan siang." Jawab Mama Lidya tersenyum sambil menatap calon menantunya itu.
"Kalau begitu Ariell ke dapur dulu ya Ma." Pamitnya pada calon mertuanya itu, kemudian ia menyempatkan mengecup pipi gembul Romeo terlebih dahulu.
__ADS_1
Yang itu malah membuat seseorang iri," Terus mana kecupan buat Uncle-nya?" Bisik Bryan dengan keras sambil mengerlingkan sebelah matanya menggoda.
Membuat pipi Ariell sedikit merona, bukan merasa malu terhadap Bryan, melainkan pada Mama Lidya yang mungkin mendengar juga ucapan genit Bryan barusan. Alih-alih mengecup pipi Bryan, Ariell malah mengeluarkan capit crab nya pada pinggang Bryan yang membuat sang empu langsung mengeluh sakit.
"Aduch Bee, sadis sekali kecupan darimu," Lirih Bryan setengah berbisik sambil mengelus pinggangnya yang terasa sedikit panas akibat mendapatkan hadiah.
Ariell langsung beranjak tanpa meladeni ucapan Bryan lagi, ia langsung berjalan ke arah meja makan, dan melihat kakak ipar Bryan itu sedang berdiri membelakanginya.
" Kak Bel ada yang bisa Ariell bantuin?" Ariell melihat Belinda yang tengah menyusun beberapa piring dan gelas di atas meja makan.
"Oh hai Ariell, ini sudah selesai, itu tadi kamu yang masak semuanya?" Tunjuk Belinda pada beberapa menu masakan seefood yang sudah ia hidangkan di atas meja.
"Iya kak, tadi aku sehabis dari Resto langsung kesini, pasti semuanya juga belum makan kan? Baiklah kalau begitu Ariell akan memanggil mereka semua untuk makan." Ariell kembali lagi ke ruang tengah.
Tak lama mereka semua sudah berkumpul di meja makan saling menyantap makan siang mereka masing-masing," Sini baby Meo makan sama Aunty saja yuk." Ajak Ariell sambil merentangkan kedua telapak tangannya pada si gembul.
Tak perlu merayu lama lagi karena kini baby mbul itu sudah berada dalam gendongan Ariell, yang sedari tadi sudah menatap Ariell seolah memang minta di gendong olehnya.
Tapi karena Bryan tahunya Ariell adalah istrinya justru yang terlihat mereka sudah sangat dekat, dan itu membuat pandangan Bryan semakin menghangat, bahkan dia sudah merencanakan sesuatu yang semakin membuat wanitanya itu akan merasa jauh bahagia lagi nantinya.
"Sudah makannya? Kalau gitu ayo aku antar siap-siap, siang ini kau harus terapi berjalan bukan?" Bryan masih saja tersenyum sambil mengamati wajah Ariell dengan penuh arti.
" Hmm,, baiklah ayo sambil menunggu Felix datang, dan mungkin saja sebentar lagi akan sampai." Jawab Bryan sambil mencubit gemas pipi tembem keponakannya terlebih dahulu, yang kini sudah berpindah tempat di dalam gendongan Mamanya.
Tak berapa lama Felix pun datang sambil membawa beberapa dukumen dan berjalan ke arah ruang kerja milik Bryan untuk meletakkannya terlebih dahulu. Kemudian ia berjalan kembali menghampiri bosnya yang sudah siap dan ia langsung memegang kursi roda itu dan siap mendorongnya ke depan.
"Ma, Ariell antar Bryan dulu ya?" Pamit Ariell pada Mama Lidya yang baru saja turun dari lantai atas, untuk menemani Ken tidur siang di kamarmya.
"Iya kalian hati-hati di jalan." Keduanya pun mengangguk dan berjalan ke luar mansion, tak lama mobil pun keluar area pelataran dan melesat menuju rumah sakit.
...----------------...
__ADS_1
Saat di tengah perjalanan tiba-tiba saja dari arah depan sana terlihat begitu ramai orang berkerumun di tepi jalan" Ada apa di sana Felix?" Tanya Ariell sambil menatap lurus ke depan.
" Sepertinya ada kecelakaan hebat di depan Nona," Jawab Felix sambil mengurangi laju mobilnya.
Keduanya tampak fokus ke arah depan dan samping jendela, hingga tidak ada yang menyadari ada seseorang yang sedang duduk di belakang sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit luar biasa, bahkan rintihannya pun sangat pelan sekali, hingga membuat yang duduk di sebelahnya pun sampai tak mendengar rintihannya.
Ya siapa lagi jika bukan Bryan. Saat ia ikut melihat keluar jendela, seketika itu pula, sekilas ia melihat pangangan kecelakaan yang di dalam sana ada dirinya dan juga Ariell. Namun ia masih samar-samar mengingatnya, kapan tepatnya dan dimana kecelakaan terjafi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..
__ADS_1