Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 68


__ADS_3

Ariell langsung mematikan panggilan tersebut dan kini mereka saling pandang." Ada apa Ariell?" tanya Nando dengan tidak sabar.


"Ayo kita kembali Nando, Bryan sudah sadar." jawab Ariell begitu semangat nampak raut wajahnya yang berbinar. dan itu tidak luput dari pandangan Nando.


Nando pun ikut merasa senang, mereka langsung bergegas berjalan masuk ke dalam rumah sakit kembali dengan sedikit tergesa.


Bahkan Ariell berjalan begitu semangatnya sampai ia hampir bertabrakan dengan seseorang yang berpapasan dengan mereka.


Untung saja Nando dengan sigap menarik tubuh Ariell, sehingga tabrakan tidak sampai terjadi.


Ceklek mereka langsung membuka pintu ruangan dan berjalan masuk ke dalam tanpa menyadari siapa saja yang ada di dalam ruangan tersebut.


Keduanya langsung mematung saat melihat ada seseorang lagi yang berada di dalam ruangan tersebut." Bee, kau dari mana saja, kenapa meninggalkanku sendiri?" seru Bryan saat tatapan keduanya saling mengunci.


"K-kau sudah sadar,?" tanya Ariell begitu gugubnya bercampur senang, ia masih mematung sambil terus menatap Bryan.


"Kalian dari mana? kenapa terlihat bersama?" tanya Bryan menatap Ariell dan juga Nando curiga yang berdiri di belakangnya.


"Kami hanya mengobrol sebentar di kafe tadi." itu Nando yang menjawabnya karena Ariell masih bergeming sambil menatap Bryan.


"Kau mengingat Mama Ariell bahkan sahabatmu Armand dan Nando. tapi kenapa kau tidak mengenal putramu sendiri Bryan." ucap Mama Lidya dengan suara sedihnya kepada putranya yang baru saja bangun sekitar satu jam yang lalu.


Ariell dan Nando yang tidak mengerti dengan situasi ini hanya saling pandang pada yang lain, kemudian tatapan mereka jatuh ke Bryan kembali.


"Karena aku memang tidak mengingatnya Mom." jelas Bryan sambil menatap Mama Lidya sedikit kesal, itu terus yang di bahas sedari tadi oleh Mamanya.


Membuat Armand berjalan mendekat pada Ariell dan Nando." Kata dokter dia mengalami amnesia, sebagian ingatannya hilang, hanya ingatannya beberapa tahun silam saja yang ia ingat, jika kita memaksakan dia buat mengingatnya semuanya itu bisa membahayakan hidupnya.." bisik Armand pelan pada keduanya.


Membuat Ariell dan Nando langsung menatap Bryan menelisih," Kenapa kalian berbicara bisik-bisik begitu di depanku?" desis Bryan yang tidak suka wanitanya dekat-dekat dengan para pria hidung belang seperti mereka, itu yang ada dalam pikhiran Bryan.


Mama Lidya masih bingung harus bagaimana lagi menghadapi situasi ini, ia masih sedih tidak tega melihat cucunya Ken yang tadi tidak di kenali bahkan tidak hiraukan oleh Daddynya sendiri, ia pun meminta Felix mengajaknya keluar sebentar sampai setuasi membaik.


"Sekarang Mama tanya, kau ada hubungan apa dengan Ariell?" tanya Mama Lidya menatap tajam pada putranya itu, sudah tidak memikhirkan kondisinya yang belum pulih benar.


"Tentu saja dia kekasihku, oh maafkan aku Ma, yang belum sempat membicarakan hubungan kami sebelumnya. tapi kak Fredly dan kak Belinda tahu segalanya." jelas Bryan membuat Ariell jadi salah tingkah.


Dengan berat hati Mama Lidya harus mengambil keputusan yang terbaik," Tapi dia itu istrimu Bryan, bukan kekasihmu lagi dan Kenzie itu putra kalian." terang Mama Lidya membuat Ariell langsung terhenyak menatap Mama Lidya dengan banyak pertanyaan di dalam pikhirannya saat ini.


Sedangkan Bryan kini menatap mesra Ariell." Oh astaga benarkan? jadi kita sudah menikah Bee? kita sudah mempunyai putra?" tanyanya dengan raut wajah berbinar, jangan lupakan tampangnya yang ingin segera menerkam mangsanya.

__ADS_1


Ariell bingung harus menjawab apa? dia melirik ke Mama Lidya sebentar, Mama Lidya pun mengedipkan sebelah matanya sebagai kode.


"I-iya." jawab Ariell dengan serba salah, tidak tahu harus bagaimana, apalagi mengingat ucapan Armand yang ia bisikkan padanya barusan.


"Astaga, kenapa Mama tidak mengatakannya dari tadi, kemana tadi Felix membawa putraku? aku sangat bahagia Bee, kenapa kau masih berdiri di situ, hug me please." pinta Bryan dengan sedikit manja.


Ariell dengan ragu-ragu berjalan mendekat pada Bryan yang setengah duduk di ranjang itu.


Bryan yang sudah tidak sabar langsung menarik pergelangan tangan Ariell membuatnya jatuh ke dalam pelukan pesona hangat Bryan.


Membuat Bryan tersenyum senang bahkan raut wajahnya nampak berseri-seri menandakan kebahagian yang sudah lama ia impikan.


Bahkan Bryan langsung mendaratkan kecupan-kecupan ringan di sisi wajah Ariell, tak lama Ariell mengurai pelukan mereka, tanpa ada rasa malu lagi ia langsung mengecup bibir manis milik Ariell bahkan sedikit **********.


Membuat Ariell sangat terkejut dan membeku, bukan hanya Ariell yang terkejut bahkan semuanya terbelalak tidak menyangka mereka melakukan itu di hadapan semuanya.


Armand langsung berdehem keras membuat Bryan langsung melepas ciumannya itu sambil tersenyum tanpa rasa bersalah.


Armand juga langsung menatap Bryan dengan tatapan geli. Lihat wajahnya begitu menggelikan, menang banyak dia. gerutunya dalam hati.


Mama Lidya ikut tersenyum tapi juga merasa bersalah menjadikan Ariell sebagai istri palsunya, sedangkan Nando jangan di tanya lagi, ada rasa sesak di dadanya, tapi ia masih tidak percaya ini, pikhirannya masih bertanya-tanya.


Setengah jam kemudian Felix sudah kembali bersama Ken, karena Ken sudah terlihat tenang dari sebelumnya.


Mereka berjalan masuk ke dalam ruangan Bryan, Ken berjalan dengan menunduk mendekat pada Omanya.


"Hai jagoan Daddy kenapa tidak memberikan Daddy pelukan?" seru Bryan membuat langkah Ken terhenti dan langsung menatap Daddynya kemudian beralih menatap Omanya seoalah meminta jawaban.


Oma Lidya langsung mengangguk cepat pada Ken, membuat Ken tersenyum kembali ceria dan langsung berjalan cepat untuk segera sampai ke ranjang Bryan.


Ariell dengan sigap mengangkat tubuh kecil Ken ke atas ranjang membuat Ken langsung memeluk tubuh kekar Daddynya dengan erat." Maafkan ucapan Daddy tadi yang sayang." ucapnya sambil mengelus punggung putranya dengan kasih sayang.


Ariell pun juga melakukan hal yang sama, mereka sudah terlihat seperti keluarga kecil yang sesungguhnya bukan?


Mama Lidya bahkan sampai mengeluarkan air matanya, Sedangkan Nando, Felix dan juga Armand nampak ikut merasakan kebahagian yang terlihat harmonis itu walaupun ada kebohongan di dalamnya.


"Tan, Riell, semuanya aku pamit dulu yaa, ada pekerjaan soalnya." pamit Nando pada mereka semua dan bergegas keluar dari ruangan Bryan setelah mendapatkan anggukan dari semua orang.


Setelah kepergian Nando, tak lama Armand pun ikut berpamitan juga Felix lah yang mengantarkannya.

__ADS_1


Kenapa aku melihat ada kejanggalan di mata Ariell, seolah ada yang sedang ia sembunyikan dariku, apa hanya persaanku saja. batin Bryan sambil menatap Ariell dan Ken yang sedang bercanda di atas sofa.


"Mama pulang dulu ya Bray, Ken di sini dulu sama Daddy dan Mommy ya?" dusta Mama Lidya yang sebenarnya akan pergi ke sesuatu tempat.


Ken langsung mengangguk tanpa bertanya pada Omanya tentang panggilan 'Mommy' kepada Ariell, karena hari-hari sebelumnya Ken sudah di beritahu oleh Mama Lidya kalau memang Ken suka dengan Ariell, Ken harus memanggilnya Mommy bukan tante lagi. begitulah permintaan Mama Lidya pada cucunya.


Mama Lidya juga tidak menyangka bahwa ucapannya pada Kenzie malah bertepatan dengan Bryan yang sudah sadar dari komanya dan sekarang ini mengalami amnesia, sesuatu yang pas sekali bukan.


Setelah kepergian Mama Lidya tinggal Ariell dan Kenzie yang masih duduk di sofa, sedangkan Bryan sudah kembali tidur karena pengaruh obat yang ia minum barusan.


"Mommy nanti kalau Daddy sembuh pulangnya kerumah Daddy kan? dan tidur bersama kami?"


Deeggg..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..

__ADS_1


__ADS_2