
Armand mengangguk cepat," Berarti saat aku masuk ke dalam toilet tadi tuan, karena hanya pada waktu itu saja aku meninggalkan tuan Bryan." terang Felix membuat Armand mengerti.
"Benda inilah yang aku pernah lihat sebelumnya di tempat yang aku pernah datangi bersama dengan Bryan dulu itu, dan aku yakin sekali anggota itu sekarang mengintai Bryan, jam berapa kau masuk ke dalam toilet?" seru Armand sambil mengamati keseluruhan di sekitar ranjang juga kondisi Bryan.
"Saat anda baru saja masuk, saya baru keluar dari toilet, anda tadi juga melihat saya sedang mencuci tangan di wastafel bukan?" Armand pun menganggu mengerti.
"Cepat panggil dokter Felix, takutnya orang itu telah memberi sesuatu pada Bryan.!" tanpa bertanya lagi Felix segera meninggalkan ruangan untuk memanggil dokter yang jaga malam itu.
Tak lama dokter pun masuk dan langsung memeriksa keadaan Bryan, " Anda berdua tidak perlu khawatir keadaan tuan Bryan baik-baik saja, dan tidak ada cairan atau obat lain yang masuk ke dalam tubuhnya." sang dokter pun menjelaskan semuanya.
Membuat Felix dan Armand sedikit merasa lega, tapi tetap saja harus waspada.
Setelah kepergian Dokter tadi baik Felix maupun Armand masih saja gelisah, " Malam ini aku akan tinggal, aku sudah menyuruh anak buahku juga untuk berjaga-jaga di luar." terangnya pada Felix.
Felix hanya mengangguk saja, sambil menatap bosnya yang terlihat raut wajahnya itu seperti tengah merasa bahagia, karena terlihat jelas wajahnya sedikit berseri.
"Kau juga melihatnya? kurasa dia sedang bermimpi indah di alam sana." ucap Armand yang juga melihat wajah sahabatnya itu.
...----------------...
Pagi sekali Ariell sudah berada di ruangan Bryan, entah mengapa sejak semalm ia merasa gelisah terus sambil memikhirkan keadaan Bryan.
Ariell melihat Armand yang masih tertidur di sofa, tapi tidak melihat Felix sang asistent Bryan, entah kemana ia pagi-pagi sudah pergi. sama seperti dirinya juga.
Ariell menatap wajah Bryan, tangannya terulur untuk mengusap seluruh wajahnya," Hai Bryan kapan kau bangun? apa kau tidak merindukan putramu atau wanita ini?" bisik pelan Ariell di dekat telinga Bryan dengan menitikkan air mata.
"Bangunlah kumohon, kalau kau bangun aku janji tidak akan menghindarimu lagi, tapi maaf kalau hubungan kita tidak bisa seperti dulu, kau tahu bukan aku wanita yng sudah bertunangan dengan pria lain, aku tidak bisa menyakitinya terus menerus." ucap Ariell sambil menggenggam telapan tangan Bryan yang selalu terasa dingin itu.
"Sangat sulit bagiku untuk memutuskan semua ini," lirih Ariell sambil menempelkan genggaman tangannya ke sebelah pipinya.
__ADS_1
"Dan ku harap kau akan mengerti dengan keputusanku ini, kau tahu satu bulan lagi aku dan Nando akan melangsungkan pernikahan kami, ku harap kau segera sadar, untuk melihat kami berdua, ya kau pasti mengatakan kalau aku egois bukan, menyuruhmu bangun untuk melihat kami menikah, tapi aku sungguh ingin kehadiranmu untuk memberikanku sedikit kekuatan untuk menerima pernikahan ini, aku sungguh sangat_
"Ariell kau di sini?" Potong seseorang membuat ucapan Ariell terhenti dan langsung menoleh ke arah sumber suara yang ternyata adalah suara Armand.
"Oh hai Armand, sejak kapan kau bangun?" sahut Ariell sambil mengusap kasar air mata yang membasahi kedua pipinya.
"Baru saja." jawabnya sambil masuk ke dalam toilet untuk memenuhi panggilan alam dan mencuci wajahnya.
Yang sebenarnya Armand berdusta pada Ariell, karena ia sudah terbangun sejak tadi, dari saat Ariell baru masuk ke dalam ruangan.
Dan itu berarti ia juga mendengar semua apa yang di katakan Ariell barusan pada Bryan tadi, tapi ia tidak mungkin jujur kan? karena pasti Ariell akan sedikit malu padanya.
Tak lama Armand pun keluar setelah terlihat lebih segar," Kau tidak bekerja?" tanya Ariell yang sudah lebih baik sekarang, walau wajahnya masih nampak sendu.
"Aku?" tunjuknya pada dirinya sendiri. "Tentu saja aku bekerja, tapi tidak bekerja di dalam kantor seperti itu, kau tahu bukan pekerjaanku itu di lapangan atau di dalam hutan memburu mangsa buas." jawabnya sangat santai sambil kembali duduk ke sofa.
"Kenapa kau? tidak usah malu-malu bagitu padaku, kalau kau ingin menggenggam tangannya, genggam saja. anggap saja aku tidak ada." emang dia pikhir makhluk halus tak kasat mata sampai tidak kelihatan, begitulah gerutu Ariell dalam hati.
"Aku tahu cinta kalian itu seperti apa, dan aku juga tahu apa yang kalian lakukan malam itu? jadi tidak perlu kau menutupinya dariku" imbuh Armand sambil terkekeh geli menatap Ariell.
Tapi malah membuat Ariell mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan ucapan Armand barusan.
"Maksudnya apa? malam itu apa yang kami lakukan?" membuat kekehan Armand langsung berhenti.
"Jadi kau tidak ingat? sungguhan tidak mengingatnya? astaga, jadi Bryan tidak menceritakannya padamu pagi harinya?" Armand makin tertawa mengejek membuat Ariell semakin curiga padanya.
"Katakan padaku, apa yang kau ketahui?"
"Yang mana?" goda Armand, jangan lupakan dengan tampangnya yang minta di pukuli itu.
__ADS_1
"Semua yang kau tahu, kalian itu sama saja dari dulu benar-benar menyebalkan." keluh Ariell membuat Armand semakin tertawa terbahak.
"Oke, oke aku akan menceritakan sedikit, karena ini semua seharusnya bukan hakku untuk menceritakan aib seseorang." ujar Armand yang membuat Ariell semakin kesal saja.
"Kau jangan bertele-tele cepat katakan? atau aku akan_
Ceklek
Seseorang masuk ke dalam, membuat ucapan Ariell terhenti dan mereka berdua spontan melihat ke arah pintu masuk.
"Ada apa ini? aku mendengar kalian berdebat sampai terdengar dari luar ruangan?" ucap seseorang sambil melangkah masuk ke dalam membuat Ariell dan Armand sama-sama terkejut saat melihatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..
__ADS_1