
"Saya bekerja menjadi wartawan perang, karena saya suka mencari informasi dalam dunia perang om, menjadi tantangan tersendiri buat saya." Dusta Nando tapi tidak sepenuhnya berdusta ia memang mencari info atas permintaan dari cliennya itu. kalau perang ia memang suka berperang melawan musuh-musuhnya.
Bonita langsung tersenyum begitu bangga pada sosok pria kekasih palsunya itu, Armand dan Bryan memang memberitahunya bahwa pekerjaan Armand adalah yang baru saja di ucapkan barusan.
Tapi bagi Armand itu tidak mungkin ia bocorkan pada siapa pun, hanya pada dua sahabatnya Bryan dan Andrew saja yang mengetahui profesinya. di tambah satu orang lagi, yaitu istrinya.
"Baiklah saya tidak masalah dengan pekerjaanmu itu." membuat Bonee tersenyum senang mendengarnya. "Tapi saya ingin melihat dulu keseriusanmu pada putriku , jangan terburu-buru mengambil keputusan. saya paling tidak suka dengan pria yang plin-plan." seru Bram kemudian meninggalkan keduanya dan masuk ke dalam kamar pribadinya.
"Huh, semoga Papi tidak curigai kita," keluh Bonee sedikit takut , karena ia mengenal baik Papinya orang yang seperti apa.
Armand pun hanya tersenyum menanggapi, Bonee mengajak Armand makan malam terlebih dahulu, tak lama Bram bergabung bersama.
Hingga selesai saling mengobrol Armand berpamitan pada Bonee juga Papinya.
"Baiklah saya permisi pulang dulu om kalau begitu," pamitnya pada Bram, yang hanya di angguki kepala, karena sibuk dengan Gadget genggamnya.
Kemudian beralih pada Bonita. "Aku pulang dulu ya, karena besok pagi aku harus kembali ke kotaku, ada pekerjaan yang sedang menunggu." Cup Armand mengecup kening Bonee sekilas agar tidak di curigai oleh Bram yang tengah memperhatikan mereka berdua, membuat Bonee sedikit terkejut, tapi bisa mengerti. Kemudian Armand melangkah keluar dari kediaman keluarga Wijaya.
Ia akan mampir terlebih dahulu ke rumah Bryan karena ada sesuatu yang mengganjal pikhirannya sedari tadi, entah benar atau salah dengan apa yang tengah ia pikhirkan saat ini.
Ia pun melajukan mobil milik Bryan dengan cepat seolah ia sedang mengejar buruannya, takut kehilangan jejaknya.
Hanya dua puluh menitan ia sudah memarkirkan mobilnya dengan sempurna di kediaman Bryan, ia segera turun dan masuk dengan cepat ke dalam rumah mewah itu.
"Dimana Bryan bi?" Tanyanya saat tak menemukan yang ia cari.
"Tuan sedang menidurkan den Kenzie tuan, mungkin sebentar lagi turun, saya buatkan minuman dulu tuan_
"Tidak perlu bi, tadi saya sudah minum. saya tunggu Bryan saja terima kasih ya bi." tolak Armand halus pada bi Sari.
Tak lama Bryan muncul," Ada apa Dude? Sukses bukan rencana kalian.?" ujar Bryan sambil menghampiri sahabatnya itu.
"Sebenarnya ada yang mengganjal pikhiranku entah lah, tapi aku rasa Papinya Bonee sepertinya mempunyai dendam padaku.!" Terangnya sambil menatap Bryan yang baru saja duduk di seberangnya.
"Om Bram? Kenapa dengannya? Kau takut menghadapinya, mana Armand anggota 'Rocky's a.k.a Angels' yang selama ini kukenal tidak takut pada siapa pun." seru Bryan menyebut nama inisial sahabatnya.
__ADS_1
"Aku tidak takut dengannya Bro!" ketus Armand membuat Bryan terkekeh." Aku dengar Kedai milik orang tua kekasihmu itu barusaja di serang oleh anak buah dari 'Black Serigala', tapi tidak sampai membuat mereka cidera." beritahu Armand.
"Apa?? Bagaimana cecunguk itu menjaganya.!" membuat geram Bryan seketika kedua tangannya terkepal.
"Tapi dia sedikit membantu mereka ku beritahu kau, dia yang selama ini menemani Kucing betinamu itu, sedangkan kau dimana waktu itu bersama istri cantikmu itu bukan." terang Armand mengingatkan.
"Si**an diam kau! Kenapa malah membela cecunguk itu. Jadi bagaimana pencarianmu?" Bryan mengalihkan topik itu yang memang benar adanya.
Mereka terus mengobrol sampai larut malam dan pergi ke kamar masing-masing di rasa sudah selesai.
Armand memang menginap di rumah Bryan malam ini, seperti kemarin ia pun menginap di tempat Andrew, ia tidak di ijinkan menginap di hotel oleh sahabat- sahabatnya itu.
...----------------...
"Permisi tuan muda, ini berkas yang anda minta kemarin," ucap asisten David sambil menyerahkan sebuah amplop yang berisi data diri seseorang.
"Oke Owl, taruh saja di situ" sahut David tanpa mengalihkan pandangannya dari benda lipat yang di hadapannya saat ini.
Asistennya yang bernama Owl itu segera keluar, seperti namanya ia memang burung hantu yang dengan cepat mendapatkan sesuatu yang ia cari dalam semalam.
Setelah menyelesaikan tugasnya dan menyimpan beberapa file penting itu, David pun membiarkan layar pipih itu tetap menyala.
"Hmmm,, jadi dia dulu berasal dan kuliah di kota_ belum selesai membaca seketika tatapannya menajam saat ia melihat seseorang yang sangat ia kenali di dalam sebuah foto lembaran." Jadi kalian pernah mempunyai hubungan, sungguh menarik." ucapnya sambil menyeringai devil.
Sudah sangat lama kita tidak bertemu Dude, setelah kepergianku membawa luka, pulang pun mendapatkan luka. batinnya menjerit di sertai mata berapi-api.
...----------------...
Pagi ini Ariell keluar dari kamar Ibu Ayu, segera kembali ke kamar untuk bersih-bersih. Ya semalam ia tidur di kamar Ibunya, mereka saling berbagi bercerita.
"Sayang jadi abangmu membuat keputusan apa? Jika sudah tahu semuanya." tanya Ibu Ayu saat selesai menyantap sarapan paginya.
Ariell sudah di beritahu oleh Richard mengenai Mamanya yang mengidap suatu penyakit, juga tentang fakta yang sebenarnya , membuat Ariell dan Ibunya pun harus berlapang dada menerimanya.
Walaupun masih mengganjal pikhiran mereka, siapa dalang di balik kematian kepala keluarganya. yang masih belum di ketahui mereka semua, karena Wilona masih saja membungkam mulutnya terkait pembunuhan mantan kekasihnya itu.
__ADS_1
...----------------...
Di lain sisi Gustav terus berada di sisi istrinya yang kadang masih saja berteriak histeris, walaupun ada sedikit perubahan apabila ia berada di dekat cucunya itu.
"Mama benar-benar menyesal sayang, tapi Mama sangat menyayangimu, kau sudah ku anggap putraku sendiri Richard." rintih Wilona saat putranya itu datang berkunjung bersama istri dan putranya.
"Iya, Richard tahu Ma! kenapa Mama tidak memberitahu siapa orang itu, agar dia segera di jebloskan ke dalam jeruji besi." pinta Richard menggenggam erat jemari sang Mama.
"Kau tidak mengenalnya sayang, bahkan dia tidak pantas di sebut orang, dia itu iblis, Mama menyesal pernah mengenal dan bekerja sama dengannya dulu. maafin Mama sayang, please jangan tinggalin Mama. Mama akan segera meminta maaf pada keluarga kandungmu, Mama janji." Wilona terisak di pelukan sang suami.
Gustav terus memeluknya erat, tidak ingin membuat istrinya itu kembali sakit, ia akan selalu menemani istrinya nanti untuk berkunjung ke Indo.
Bahkan ia tidak tahu istrinya mengalami hal sesulit itu, kemudian dia baru teringat dengan putrinya." Dimana Valerie?" tanya Gustav pada Putranya.
"Val masih di Indo Pa, katanya dia ada urusan tapi entah apa, Richard belum tahu. bahkan ia sudah meninggalkan pekerjaannya lebih dari sebulan." jawab Richard juga gusar memikirkan sang adik sekarang bagaimana.
"Anak itu, masih saja begitu, belum mempunyai tanggung jawab sama sekali pada pekerjaannya, suruh managernya mengurus surat pemberhentian-nya saja.!" seru Gustav tegas tak terbantahkan.
"Tapi Paa??
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..