Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 39


__ADS_3

Masih Bryan 💓 Ariell


Sesampainya di rumah Ariell langsung masuk ke dalam kamarnya, untung saja Ibunya masih di kedai, dan Ayahnya juga belum pulang dari kantor.


"Sial, first kiss ku sudah di rampas paksa oleh si Juliet kutup utara itu." teriaknya sambil mengusap-usap mulutnya menggunakan punggung tangannya.


Lalu air matanya keluar tanpa di minta, ia makin terisak, ia merasa seakan terkekang mulai sekarang. apalagi mengingat ucapan Bryan tadi siang yang sudah Mengeklaim dirinya menjadi wanitanya.


Tidak, ia tidak akan mau, sebisa mungkin ia akan menghindari pria es itu. apa ia pindah universitas saja. ah itu tidak mungkin rasanya, bagaimana kalau Ayah Ibu bertanya nanti, pikhirannya berkecambuk.


Huh,, okay baiklah kita ikuti saja permainan apa yang sedang di mainkan oleh pria es itu.


Ariell tersenyum sinis sambil memandang pantulan dirinya di dalam cermin mengusap kasar air mata kemudian membasuh mukanya yang tampak sebab itu sebelum keluar dari kamar mandi.


...----------------...


Bryan juga tak kalah tajam menatap pria yang duduk di hadapannya saat ini, " Kenapa kau mengganggunya!?" sinis Nando bertanya to the poin pada Bryan.


"Aku tidak mengerti dengan ucapanmu," Bryan kembali membaca buku," Dan ya aku tidak mengganggu siapapun, aku hanya menghampiri wanitaku, apa ada yang salah..?" jawab datar Bryan tanpa menatap lawan bicaranya.


Bruuaakk,,


Nando menggebrak meja di hadapan mereka bertiga membuat Armand dan siswa lainnya terkejut, kecuali Bryan tentunya. "Omong kosong apa yang kau bicarakan.!" sentak Nando mulai tersulut.


"Tenang Bro tenang," ujar Armand mencoba membentengi keduanya.


Beeb..


Beeb..


Beeb..


Terdengar suara notifikasi nada pesan di ponsel mereka masing masing secara bersamaan, bahkan hampir semua siswa di dalam kelas itu mendapatkan pesan tersebut. membuat Nando dan Armand langsung membuka pesan itu.


Sedangkan Bryan nampak bergeming, melanjutkan membaca buku materi pelajaran di atas mejanya, tidak menghiraukan sama sekali bunyi suara ponselnya.


Terdengar suara bisik bisik di kelas itu semua pandangan mengarah pada satu orang yang sekarang tengah membaca buku, tidak terkecuali Armand dan Nando.


Apalagi sorot mata tajam dari Nando saat baru membuka pesan di ponselnya. membuat orang bergedik.


Armand langsung menyenggol lengan Bryan, membuat pria itu terpaksa menoleh." Apa!!.?" bentaknya tidak suka.


"Coba kau periksa pon__"


"Bre***k kau,?" potong Nando semakin berang saja sambil menarik kerah baju Bryan, setelah selesai melihat pesan barusan.

__ADS_1


Membuat Bryan mengernyitkan dahi, lalu mengikuti perintah Armand untuk segera membuka ponselnya, baru saja ia akan membuka pesan itu.


Buukkk..


Satu pukulan keras mendarat di wajah kiri Bryan bahkan membuat sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah.


Bryan yang tidak terima langsung memukul balik Nando di tempat yang sama.


Dua pria saling pukul tak terkendali. Armand yang melihat mereka berdua yang saling baku hantam meminta teman lainnya ikut membantu melerai keduanya.


"Sial," Bruaakk Bryan menggebrak meja membuat siswa lainnya bergedik ngeri, "Bre****k siapa yang berani merekam dan menyebarkannya, akan kubuat dia tidak bisa bangun lagi." seru Bryan dingin dengan sorot mata berapi api, bahkan suara gemertak antara gigi giginya pun terdengar jelas di telinga Armand yang saat ini berada di dekatnya.


"Tahan bro, aku bantu cari, aku yakin orang yang telah menyebarkan video ini, hanya ingin membuat namamu tercoreng di kampus ini. pasti salah satu musuhmu." ujar Nando menepuk pundak Bryan.


Setelah berhasil memisahkan mereka berdua, Nando yang sudah emosi jiwa di bawa keluar oleh teman lainnya, lalu ia memilih pergi meninggalkan kampus karena konsentrasi belajarnya pun sudah hilang.


Sore pun menjelang, Bryan meminta Armand mengantarnya pulang, rasanya kepalanya sedikit pusing.


"Tapi itu beneran kalian yang berada dalam video itu? ck untung saja tak bersuara. pasti video kalian membuat gempar satu kampus ini." Armand yang baru saja masuk dan duduk di bangku kemudi, sedangkan Bryan duduk di bangku sampingnya.


"Tapi yang aku heran kenapa sampai segitunya Nando marah padamu, atau jangan jangan dia mencintai gadis itu." ujar Armand sambil melajukan mobil milik Bryan.


"Mana kutahu,!" sahut Bryan.


Bryan masih bergeming tidak ingin menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu, malah memejamkan mata sambil memijit pelipis matanya, membuat Armand yakin beribu persen.


Sebab Armand tahu, ia selama ini mengenal Bryan cukup baik. jangankan pacar berdekatan pada seorang gadis saja belum pernah, ralat Bryan yang selalu menghindari para gadis.


Yaa walaupun Bryan sempat bercerita bahwa ada satu orang gadis yang tergila gila padanya sampai sekarang, tapi karena sikap manjanya itu membuat Bryan menjadi sedikit malas, malah sengaja menjauh menjaga jarak.


Tapi Bryan begitu menyayangi gadis itu, Dia adalah Fanya teman masa kecilnya, dia gadis yang baik, cantik, imut tapi begitu manja.



Fanya sebenarnya ingin ikut Bryan untuk meneruskan perguruan tingginya ke jogja, tapi Bryan melarang tegas. kalau masih bersikeras ikut ia tidak ingin bertemu dengannya lagi.


Fanya hanya bisa pasrah, di memang gadis penurut pada semua orang, apalagi pada Bryan apapun akan dia lakukan asalkan Bryan mau menikah dengan dirinya nanti.


Sebab Fanya sudah mendapat lampu hijau dari Papinya, apalagi dirinya sudah mengantongi restu dari kedua calon mertua-nya itu yang tidak lain adalah Papa Mamanya Bryan yang memang menyayanginya sedari kecil.


Fanya sangat menyayangi dan mencintai Bryan, dia begitu percaya pada pria itu.


Membuat Fanya selalu percaya bahwa kebahagiaanya sudah di depan mata tinggal menunggu mereka berdua menyelesaikan kuliah mereka masing masing.


drrtttt..drrtttt..

__ADS_1


Ponsel Bryan bergetar di atas dasbor, membuat Bryan dan Armand langsung melirik layar besar itu sekilas melihat siapa nama yang melakukan panggilan tersebut.


Bryan mendesah kesal saat tahu siapa yang telah menghubunginya. "Wanita gila ini kenapa selalu menggangguku," gumam Bryan menghiraukan panggilan itu.


"Dia kan memang dari semester pertama sudah tergila gila padamu, membuat para gadis lain untuk menjahuimu, aku heran kenapa dia masih bersikeras mengejar pria es sepertimu, bahkan sudah di tolak mentah mentah masih saja." seru Armand sambil menggeleng pelan.


"Sudah putus kali urat malunya.!" sarkas Bryan asal. membuat Armand langsung tertawa terbahak. sedangkan Bryan hanya tersenyum simpul seperti biasa.


...----------------...


Keesokan harinya.


"Ariell bisa kita bicara sebentar." pinta Nando pada Ariell yang baru saja akan memasuki kelas.


Membuat Ariell dan para sahabatnya itu saling pandang, " Baiklah kita duluan ya Riell" ujar Jessy dan Kadek berjalan masuk kedalam kelas meninggalkan Ariell bersama Nando pergi.


"Jadi beneran kalian sudah jadian..?" tanya Nando gusar.


Mereka saat ini telah duduk di bangku taman, terlihat juga para mahasiswa yang lalu lalang baru saja datang.


"Aku_


"Owh ini yang namanya Ariell, " ucap lantang seorang wanita cantik bertubuh sexy itu menghampiri Ariell dan Nando bersama dua orang wanita lainnya.


"Iya ini wanita genit yang sudah merayu Bryan kemarin Fel." seru salah satu teman dari wanita sexy itu.


"Maaf siapa ya?" tanya Ariell bingung sambil menatap pada ketiga wanita asing yang sekarang sedang berdiri menatap angkuh di hadapan dirinya dan juga Nando.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..

__ADS_1


__ADS_2