Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 91


__ADS_3

David 💓 Fanya


"Aahh, Bryan." rancau Fay yang mengira bahwa Bryan-lah yang telah mencumbunya saat ini.


Mendengar Fay mendesah dengan begitu sexy di telinganya membuat David langsung merobek pakaian yang melekat di tubuh Fanya membuatnya polos, bahkan ia tak memperdulikan Fay yang memanggil nama pria lain di saat ia yang sedang memberinya kepuasan.


David pun dengan cepat juga melepas pakaiannya sendiri, dan kembali memang*t bibir mungil itu dan turun ke leher putihnya, dan semakin turun.


"Please, aku menginginkamu di dalam diriku." desah Fay saat David menyesap dua gudukan miliknya secara bergantian, apalagi tangan David yang berhasil mengobrak-abrik inti tubuhnya itu.


Dengan memasukkan satu jarinya bergerak maju mundur, membuat tubuh Fay menggelinjang tidak karuan.


"Yah, kau sudah sangat basah sayang." suara berat dari David tidak di hiraukan lagi oleh Fay, ia terus saja mendesah meneriaki nama pria yang sangat ia cintai.


Sungguh kalau bukan karena David sudah berada di titik gairahnya mungkin ia akan meninggalkan gadis itu saat ini juga.


Kenyataannya David sudah terbawa oleh gairahnya sendiri yang terus ingin melanjutkan permainan mereka sampai mereka meraih kenikmatannya masing-masing.


Alih-alih mengabulkan permintaan Fay, David justru turun ke inti tubuh Fay, ia ingin menikmati seluruh inci tubuh itu tanpa terkecuali, kapan lagi coba?


(ya jackpot untukmu David kata Author😀)


Fay mengerang dan memegang erat rambut tebal milik David, tubuhnya melengkung, menggeliat, menggelinjang, netra David terangkat untuk menatap Fay sebentar sebelum gelombang itu datang, dan memberikan kepuasan yang gadis itu butuhkan.


Sesaat setelah Fay mereda dari gelombang yang sangat nikmat itu, David mengangkat tubuhnya lalu perlahan memasuki Fay dengan sangat lembut.


Saat dirasa sulit sekali menerobos David menyentaknya dengan sedikit kasar hingga suara teriakan dari Fay membuatnya berhenti tapi dengan si djordy miliknya sudah berhasil terbenam sempurna di dalam tubuh gadis itu.


"F**k Ouughh, kau begitu nikmat sayang, " David mengusap bulir bening yang mengalir di dua ujung netra Fay, lalu di rasa Fay sudah kembali tenang, ia pun perlahan menggerakkan pinggulnya dengan lembut.


David tahu ini yang pertama bagi Fay, juga bagi dirinya, walaupun ini salah tapi ia tidak akan pernah menyesali apa yang telah mereka lakukan malam ini.


David mencium bibir mungil itu kembali agar bisa meredam rasa sakit yang tengah Fay rasakan saat ini akibat ulahnya, akhirnya mereka bergerak dengan perlahan sebelum akhirnya David mempercepat pacuannya itu.


David sudah sangat dekat, begitu dekat dan akhirnya ketika ia menyemburkan benih unggulnya ke dalam rahim Fay, David dan Fay berteriak dengan keras.


Fay pun mendapatkan gelombang itu untuk kedua kalinya, mereka mencapai puncak itu bersamaan, berdoa saja semoga tetangga Apartement David tidak mendengar teriakan dari mereka.

__ADS_1


David pun ambruk setengah menindih tubuh Fay menenggelamkan kepalanya ke ceruk leher gadis itu.


Lalu mengecup kening Fay sekilas sebelum ia menggulingkan dirinya ke samping dan melingkarkan tangan kekarnya ke pinggang ramping Fay, memeluknya erat.


Entah Fay sadar atau tidak, bahkan mereka mengulang permainan panas mereka itu sampai tiga ronde, saat David terus saja membangkitkan hasratnya hingga pukul tiga pagi mereka baru berhenti.


Sampai mereka kelelahan dan tertidur pulas, David memang belum sempat menyalakan lampu saat memasuki kamarnya tadi, mereka hanya mengandalkan cahaya bulan dari luar jendela, sehingga membuat Fay tidak bisa melihat wajah David dengan jelas.


Hingga pagi menjelang siang David mulai terjaga akibat terusik dengan cahaya matahari yang menerpa wajah tampannya itu.


Dan saat ia mulai tersadar tangannya meraba ke samping kosong? membuat David langsung beringsut bangun dan tidak melihat gadis yang ia cintai, gadis yang telah ia renggut kehormatannya itu tidak ada di atas ranjang.


Dengan keadaan yang masih polos tanpa sehelai benang, David beranjak dan berjalan cepat ke arah kamar mandi dan langsung membukanya, kosong juga?


Lagi-lagi kosong, kamar mandi itu nampak bersih belum terpakai sama sekali, dengan mengusap kasar wajahnya hingga menjambak rambutnya ke belakang.


Ia berjalan kembali ke ranjang dan netranya menangkap noda bercak merah hampir mengering di atas seprai ranjang itu, membuatnya semakin frustasi.


David dengan cepat mengambil boxer yang tercecer di lantai memakainya dengan cepat, ia pun melihat pakaian yang Fay kenakan masih teronggok di lantai itu, sebab tidak bisa di pakai lagi, karena ia sudah merobeknya semalam.


Ingin tahu keadaan wanita itu sekarang, tentu saja sudah menjadi wanita sebab David-lah yang sudah menjadikannya seorang wanita.


Bukan gadis lagi setelah menghabiskan malam yang panjang bersamanya, David mendesah kasar saat ponsel Fay tidak bisa di hubungi olehnya.


Sudah berkali-kali ia mencoba tapi tetap saja mba operator-lah yang menjawab panggilannya, ia pun membanting ponselnya ke atas ranjang dan kemudian berjalan memasuki kamar mandi.


Ia akan membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum mencari keberadaan Fay saat ini ada dimana.


Sementara wanita yang sedang di cari oleh David, ia memilih pergi ke luar kota dan sebelumnya sudah berpamitan pada Papinya akan menginap di rumah tantenya di bandung.


Walaupun sempat curiga, akhirnya Bram membiarkan Fay pergi kesana, mungkin saja ia sedang ada masalah dengan Bryan.


Bram tahu putrinya sangat mencintai pria itu, dan jika mereka sedang berantem begini Fay akan menginap di rumah tantenya adik dari Mamanya.


Hingga seminggu berlalu David belum juga bertemu dengan Fay, hanya sempat datang saat menanyakan gadis itu pada Bryan saat pria itu sudah kembali ke ibukota.


Bryan mengatakan padanya bahwa ia tidak akan menikahi Fay walaupun Orang tuanya terus saja memaksanya.

__ADS_1


Dan hanya berselang beberapa hari saja David mendengar bahwa Bryan dan Fay telah resmi menikah, bagaikan di tusuk ribuan pedang dari belakang oleh sahabatnya sendiri.


Bahkan saking emosinya membuatnya saling baku hantam dengan Bryan, tapi setelah Bryan dan Fay memilih pergi ke London ia pun pergi ke kota Makasar sampai saat ini.


Flasback off.


Dan David sangat yakin, jika itu adalah putranya, secara wajah anak itu sangat mirip sekali dengannya saat ia masih kecil dulu. "Brengs*k kau Fay," David melempar segala benda yang ada di dalam ruangannya.


Hingga membuat ruangan kantor itu seperti kapal pecah, "Kau tidak mengatakan bahwa kau mengandung bayiku." lirihnya sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Tuan ada apa?"


Ini author kasih visualnya Gerhad David luxio.



Duh gantengnya sama kaya babang Bryan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.tbc


Langsung tiga Chapter lho, jangan pelit ya kasih like dan komennya.


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..

__ADS_1


__ADS_2