
Sepanjang perjalanan di dalam Mobil Bryan tak hentinya tersenyum senang, hatinya merasakan debaran itu kembali.
Membuat dua orang yang berada di bangku depan terheran heran dengan tingkah bos nya itu.
Aduchh liat si bos seperti kembali ke masa remaja lagi, sungguh aneh memang orang yang tengah di mabuk asmara itu. tak mengenal apapun juga.ckck. batin felix sambil menggeleng kan kepalanya.
"Kita mampir ke Hotel sebentar" ucap sang Bos sambil memejamkan sejenak matanya.
Sang sopir langsung mengiyakan tak berani bertanya ia hanya fokus menyetir sesekali melirik pada spion belakang.
...----------------...
Setelah melakukan boarding passnya Ariell sekarang tengah duduk di kursi tunggu bersama dengan Dion, sambil menunggu panggilan.
Jari jemarinya terlihat mengusap ngusap pada layar ponsel pintarnya.
sesekali juga kedua sudut bibirnya melengkung ke atas.
Mungkin pikhir Dion kawan kecilnya itu sedang berbalas pesan dengan temannya atau juga kekasihnya.
Padahal kenyataannya gadis itu sedang menggeser geser galery foto lamanya.
Terlihat foto foto kenangannya dulu bersama mantan kekasihnya yang tak lain adalah Bryan.
Ariell dan Dion telah memasuki pintu burung besi besar ini akan membawa banyak penumpangnya ini menjelajah angkasa.
Tak lama setelah mendapatkan tempat duduk terdengar suara dari salah satu parmugari memberi info bahwa sebentar lagi pesawat akan segera take off.
"Tidur lah perjalanan kita sangat panjang." ucap Dion yang duduk di samping Ariell. terlihat tengah memangku sebuah laptop nya.
Sepertinya tengah mengerjakan pekerjaan penting hingga ia mengerjakannya di dalam pesawat.
Ariell tak banyak bertanya ia pun memutuskan untuk memejam.
__ADS_1
...----------------...
"Mama dimana Ken, apa dia sedang tidur..?" tanya Bryan kala melihat sang mama tengah berada di dapur.
Sang Mama sudah sampai siang ini, dia langsung terbang dari Jogja ke makasar hanya ingin menengok sang Cucu.
"Dia baru saja tertidur sehabis mandi dan makan malam mungkin kelelahan tadi bermain bola bersama si Ujang. dan yaa kenapa kamu menyuruh Bonita untuk pulang, Padahalkan Mama itu yang menyuruhnya, kamu ini." Gerutu sang Mama Lidya pada putra bungsunya ini.
"Maa, hentikan jangan lah terus terusan menjodohkan Bryan sama si Bonbon itu, Bryan tidak mencintainya, dan jangan mencampuri urusan pribadi Bryan lagi." Bryan sudah lelah dengan tingkah sang Mama yang tak mau mengerti perasaannya saat ini.
Oke lah mungkin ini semua demi Ken, tapi mamanya harus mengerti perasaan putranya juga dong, karena suatu hubungan tak bisa di paksakan.
Sudah cukup dulu ia menuruti apa semua kemauan sang Papa tapi tidak untuk sekarang, ia juga ingin mencari kebahagiannya sendiri, termasuk kebahagian putranya Ken.
Bryan tahu bahwa Bonita itu adalah Auntynya Ken,tapi ia tak punya perasaan apa apa untuknya.
Bonita memang gadis yang baik seharusnya ia mendapatkan pendamping yang baik juga yang bisa mencintainya.
"Tapi Bray."
"Dasar anak nakal, entah dari mana sifat keras kepalanya itu ia dapatkan, perasaan aku tidak begitu keras kepala." ucapnya Mama Lidya yang masih saja menggerutu sendiri.
Bryan masuk ke dalam kamarnya dan langsung melihat putranya tengah meringkuk pulas di atas ranjang besarnya.
Bryan mendekat untuk mencium kening nya sejenak lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih bersih.
"Permisi nyonya besar ada tamu di depan" ucap Tina sang assisten rumah tangga pada Mama Lidya.
"Siapa yang bertamu malam malam begini..?" tanyanya pada si Tina
Tanpa menunggu jawaban Tina, Lidya bergegas ke depan untuk menemui tamu yang di maksud.
Tak lama terdengar suara nyaring dari arah depan ruang tamu memanggilnya.
"Lidyaaa...astaga kenapa tak mengabari kalau kau datang kesini kau masih kelihatan awet muda lho" Teriak sang tamu itu seraya berdiri memeluk Mama Lidya
"Astaga Wilona kau kah ini, lama tak jumpa yaa..iyaa kamu juga lho," seru Lidya pada temannya Wilona.
__ADS_1
"Sorry nih yaa Lid bertamu malam malam gini soalnya udah kangen berat, secarakan kita udah lama gak ketemu, aku kira udah pindah Apartemen putramu. setelah di kabari si Siska aku langsung kesini lho dari bandara.
"Oo yaa dari mana kamu, tumben pergi sendirian.?" tanya Lidya
"Gak kok tadi juga sama Papanya anak anak tapi aku suruh pulang duluan, biasa lah mengunjungi Michael cucuku yang tampan itu sambil honeymoon yang kesekian kalinya." Ujarnya bangga sedikit menyindir sebenernya.
Lidya merasa kesal sebenarnya, karena temannya ini memang terlalu berlebihan orangnya, apalagi semenjak menikah dengan pengusaha kaya yang katanya tergila gila dengannya.
Lidya sangat tahu betul bagaimana watak dan pribadi seorang Wilona, apa yang ia inginkan akan selalu ia dapatkan walaupun itu dengan cara memaksa sekalipun.
Mereka pun melanjutkan obrolan mereka dari cerita diri mereka masing masing sampai menceritakan anak dan cucu mereka..
...----------------...
Setelah menepuh perjalanan yang panjang kira kira hampir dua puluh tiga jam setelah beberapa kali transit Ariell dan Dion sampai dengan selamat di London, mereka langsung menuju masion tempat tinggal Dion selama ini ia menetap di London.
"Ariell, Astaga udah besar kamu yaa, tambah cantik lagi. mari masuk." ucap Mama Dion sambil menggadeng lengan Ariell masuk ke dalam masionnya.
"Makasih Tan, maaf kalau ngrepotin nantinya." ujarnya sembari mencium tangan Mama dan Papa Dion bergantian.
"Jangan sungkan anggap rumah sendiri, ayo Tante anter ke kamar beristirahatlah terlebih dulu pasti perjalanan yang panjang membuatmu sangat kelelahan." kata Mama Dion mempersilahkan Ariell masuk ke dalam kamar.
Ariell merebahkan tubuh lelahnya di atas ranjang besar itu, tak lupa mengirim pesan pada sang Ibu mengatakan bahwa ia sudah sampai dengan selamat.
Ada yang penasaran sama asistennya Bryan yang super coll dan dingin.
Felixao Chen
Gimana 11 12 kan sama abang Bryan kita.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.tbc
Terima kasi sudah mau mampir membaca novel dari kami.jangan lupa like dan comment biar tambah semangat authorr nulisnya..kasih vote nya juga boleh loch..!!
__ADS_1