Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 72


__ADS_3

"I love you Fernando sayo." bisik Val mendekatkan mulutnya ke telinga pria itu.


Ya pria itu adalah Nando, dia baru saja menjemput gadis itu dari bandara setengah jam yang lalu dan langsung membawanya masuk ke dalam Apartement miliknya dan kini keduanya malah sudah terlihat bermesraan seperti sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu.


Duduk saling berhimpitan, sang wanita duduk di depan dan Nando di belakangnya sambil memeluk mesra pinggang ramping milik Val.


Ya gadis itu adalah Valerie, gadis yang sangat mencintai Nando terus saja mengejarnya tanpa pantang menyerah, ia sendiri juga tidak tahu kenapa bisa secinta itu pada pria yang selalu berbicara dingin padanya setelah ia menyatakan perasaannya padanya.


Padahal dulu mereka sangat dekat, saling menggoda, berbagi cerita, bercanda tawa hingga tidur pun sering satu ranjang kalau keluarga besar mereka sedang berkumpul bersama.


"Hon." panggil Nando sangat pelang tapi masih terdengar di telinga Val, membuat Val langsung menoleh menatap Nando dengan tatapan tidak percaya.


"Bolehkan aku memanggilmu dengan sebutan Honey,?" cicit Nando ragu dan sedikit malu-malu kucing.


Tapi itu malah membuat Val terkekeh semakin gemas hingga tanpa sadar ia sudah mendaratkan kecupan ringan di bibir Nando, yang membuat tubuh pria itu langsung membeku.


Seperti terkena sengatan listrik ber-Volt sangat tinggi, membuatnya linglung sejenak akibat sengatan kecupan yang di berikan Val barusan padanya.


"Kak, kak." panggil Val mengernyitkan keningnya bingung karena pria itu sama sekali tidak bergerak, dan matanya terlihat menatap kosong.


Hingga satu tusukan di perut Nando yang berasal dari sikut Val membuat Nando tersadar kembali." Kau kenapa? apa jangan-jangan itu_


Val tidak meneruskan ucapannya karena melihat Nando yang langsung menganggukkan kepalanya, dan itu sudah menjadi jawaban atas pertanyaannya.


"Jadi benar itu tadi 'First kiss' ? astaga beruntung sekali aku, tapi itu bukan yang pertama buatku." cicit Val merasa malu.


"Aku tidak masalah, aku tahu bagaimana kehidupan di luar negeri sana. aku bahkan hanya berani cium pipi aja ke Ariell." kini gantian Nando yang merasa malu sebagai seorang pria.


Membuat Val langsung tergelak tanpa meminta persetujuan lebih dulu ia sudah menempelkan bibir mungilnya di atas bibir Nando yang tidak terlalu tebal itu.


Nando langsung membalas ciuman dari Val, mereka saling mem***ut, me***at dan menyesap rasa manis dari bib*r mereka masing-masing.

__ADS_1


Karena suasana yang hangat dari keduanya membuat ciuman mereka semakin panas bahkan kini Nando-lah yang memimpin pergulatan antara dua l****h itu.


Sampai de*ahan lolos dari sela-sela ciuman panas mereka berdua, bahkan tangan Nando sudah bergerilya kemana-mana dan berakhir mendarat sempurna di kedua gundukan yang masih tertutup itu.


Kedua tangan itu meremas lembut bahkan sangat pelan sekali seakan takut menyakiti sang pemiliknya, hingga suara desa**n mulai menggema di seluruh ruangan.


Karena kini Nando sudah beralih turun menciumi leher mulus Val, membuat Val mencekram kuat kedua pahanya yang berselonjor ke depan.


"Hon kau terlihat begitu sangat piawai bukan seorang amatiran lagi." ucap Val sedikit mende*ah.


"Sebab, aku sedikit tahu banyak adegan dua satu plus itu tidak harus belajar dari orang lain dulu bukan? langsung praktek seperti ini jauh lebih menyenangkan." balas Nando tidak kalah mendesah, karena baru pertama kali ia merasakan gejolak yang membuncah di dalam dirinya karena bisa mempraktekkan langsung pada lawan jenisnya saat ini.


Tapi dia sudah tidak perjaka lagi kawan di usianya yang sekarang, bukan karena dia sering bermain dengan para wanita di luar sana, bukan!.


Lebih tepatnya ia melepas perjakaannya sendiri dengan menggunakan tangan dan sabun di kamar mandi, ya memang dia lebih asyik bermain solo dari pada bermain dengan sembarang wanita di luar sana agar tidak mati karena merasa penasaran berlarut-larut.


Karena selama ini ia memang selalu menjaga jarak pada setiap wanita, kalau bersama Ariell entah kenapa dia tidak berani untuk menyentuhnya lebih.


Bahkan duduk bersama dengan Ariell saja dia tidak merasakan apapun seperti debaran jantung atau berga*rah dan lainnya.


Tapi sekarang hanya berdekatan dengan gadis bernama Valerie ini saja jantungnya seakan memompa dengan sangat cepat, bahkan dia tidak ada rasa canggung sama sekali dan langsung memeluknya erat dan membalas ciumannya.


Malam pun semakin larut hingga keduanya terpaksa men-pause adegan tadi dan berpindah tempat ke dalam kamar Nando yang terdapat king bed cukup luas bagi keduanya.


...----------------...


Keesokkan harinya, Bryan masih dalam mode uring-uringan tak jelas, kemudian membuat Mama Lidya mendekat pada putranya yang kini sudah duduk di kursi rodanya.


"Bryan sini Mama mau ngomong sesuatu, pasti kau sedang menanyakan keberadaan Ariell sekarang kan?" tanyanya yang sudah duduk di bangku panjang di taman belakang.


"Kemana dia Ma, kenapa tidak pulang semalaman?" jawab Bryan dingin.

__ADS_1


Mama Lidya menyadari itu jika putranya saat ini dalam mode yang tidak bisa di ajak bicara baik-baik.


Di saat mereka berdua sedikit berselisih tiba-tiba saja dari arah belakang ada yang memanggil, membuat mereka berdua langsung menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang datang.


"Sayang,"


Ini author kasih visualnya gadis cantik bernama Valerie Romania Taro.




...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2