Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 43


__ADS_3

Masih Bryan 💓 Ariell


Fanya Calling....


Bryan hanya menatap lalu memasukkan kembali ponselnya." Kenapa tidak di angkat dari kekasihmu ya?!" tebak Ariell sambil tersenyum simpul.


Bryan bergeming sambil mendesah kasar, dan itu sudah menjadi jawaban untuk Ariell bahwa yang menelpon barusan adalah memang benar kekasih dari pria dingin ini.


Wait ada apa denganku? apa mungkin aku cemburu no.! tidak mungkin, Ariell menggeleng pelan mengusir pikhiran itu.


"Sudah mempunyai kekasih tapi ingin menjadikanku kekasih gelapnya.!" gerutu pelan Ariell tapi masih bisa di dengar oleh Bryan.


"Dia bukan kekasihku, dia hanya teman masa kecilku, dan kau adalah kekasihku sekarang.!" jelas Bryan tak terbantahkan.


Fanya Calling..


"Angkatlah siapa tahu itu penting.!"


"Nanti saja, pasti nanyain ini itu yang gak penting.!" tebak Bryan yang sudah hafal betul tentang gadis yang terus menelponya.


"Bagus dong, berarti dia sayang, dia perhatian, dan sepertinya sangat mencintaimu." tutur Ariell yang mulai terbiasa mengobrol dengan pria yang super dingin itu.


Bryan mengedarkan pandangannya ke sekitarnya. "Ya seperti dugaanmu, dia memang sangat mencintaiku, siap menungguku sampai kapan pun. tapi aku sama sekali tidak ada rasa untuknya, dan aku terlalu malas mendengar ocehan itu, hanya buang-buang waktuku saja."


Lalu pandangan Bryan kembali menatap Ariell," Kenapa bukan kau yang perhatian padaku, aku sangat suka dengan gadis seperti dirimu, bukan seperti dia yang manja." tambah Bryan lagi.


"Cih, lalu kau mau keduanya jadi kekasihmu begitu? anda salah jika ingin bermain-main denganku Mr.juliet.!" tebak Ariell sambil terus menatap wajah tampan Bryan yang sangat dekat dengannya.


"Apa kau sedang cemburu nona kucing? kalau begitu aku ingin terus membuatmu cemburu.!" Bryan tersenyum manis, senyum yang jarang orang lain ketahui.


"Cemburu, Huh belum ada di kamusku dan ya apa kau mencintaiku?" tanya Ariell sambil tersenyum penuh makna pada Bryan.


Bryan nampak berpikhir sejenak sebelum menjawab pertanyaan yang tiba-tiba itu.


"Kau tidak bisa menjawabnya kan.? minggir, pulangkan saja aku pada orang tuaku!" seru Ariell mengingkirkan kedua tangan Bryan yang mengukung tubuhnya.


"Apa kau baru saja bernyanyi?" tanya Bryan mencoba mengingat itu adalah lirik lagu jadul.


"Tau aah, udah aku mau pulang saja."


"Tapi tunggu aku bahkan belum menikahimu, kenapa kau menyuruhku memulangkanmu? yang benar saja. dan apa kau ingin aku nikahi?" ck Ariell berdecak mendengar pertanyaan konyol dari Bryan, dia ingin memukul kepala pria itu agar otak nya kembali normal.


"Ternyata bicara denganmu tidak sedingin yang aku kira, aku_ " Ariell bingung harus menjelaskan bagaimana lagi,


"Aku apa hmm? apa kau juga mencintaiku Bee?" tanya balik Bryan membuat Ariell pun menduga.

__ADS_1


"Menurutmu bagaimana? apa aku terlihat begitu? kuingatkan bahwa kau yang memintaku untuk jadi kekasihmu,!" tapi Ariell merasa sedikit nyaman setelah beberapa hari berdekatan dengan Bryan.


"Kurasa perasaan kita sama, ayo aku antar pulang.!" Bryan sudah menggenggam erat telapak tangan Ariell membuat gadis itu terasa hangat.


Setelah beberapa menit Bryan sudah menepikan mobilnya di depan pagar rumah keluarga Ariell.


"Thank's untuk hari ini." ucap Ariell sambil membuka handle pintu mobil, tapi Bryan mencekal lengan kanannya membuat Ariell memutar kembali tubuhnya menatap Bryan.


"Tunggu, aku yang harusnya berterima kasih, makasih Bee, sudah masuklah cup." Bryan mengecup sekilas bibir ranum itu, membuat pipi Ariell merona seketika.


"Dari mana saja kamu? tadi pulang siapa yang nganter? " tanya Ayah Syarief beruntun begitu melihat ada mobil yang mengantarkan putrinya.


"Teman Yah, sudah Ariell masuk dulu yaa.." pamitnya berjalan menuju kamar tidurnya.


"Sudah biarkan saja Yah, mungkin putri kita sedang merasakan jatuh cinta, Ibu jadi teringat bagaimana dengan putra kita Yah, dimana dia? bagaimana keadaannya sekarang? " ujar Ibu Ayu mengingat putranya yang menghilang sampai saat ini belum ada kabarnya.


"Ayah sudah berusaha mencarinya Bu, semoga saja Leo baik-baik saja dan suatu saat nanti Leo kita bisa ketemu, dan berkumpul kembali bersama kita semua Aamiin.." ucap Ayah Syarief sambil memeluk istrinya.


"Iyaa Aamiin Yah."


...----------------...


Tak terasa hampir setahun hubungan Ariell dan Bryan semakin dekat, semakin mesra bahkan mereka sudah saling mencintai satu sama lain.


Soal Felina ia sudah tidak bisa berkutik lagi, apalagi ancaman Bryan tidak pernah main-main.


Setahun pun berlalu hubungan Ariell dan Bryan semakin tidak bisa di pisahkan, tapi minggu depan Bryan harus pergi untuk melanjutkan studynya di London.


Setelah kuliahnya selesai di Jogja ia harus melanjutkannya di luar negeri, walaupun berat buat Ariell untuk melepas kepergian Bryan tapi ia sangat mendukung apapun keputusan kekasihnya itu.


"Bee, besok pagi sekali aku harus berangkat, kita gak apa-apa kan LDR an, pokoknya hari ini kamu harus temanin aku seharian," pinta Bryan sambil mengelus pipi putih Ariell.


Mereka tengah duduk di bangku taman, "Iyaa sayang, nanti aku bantuin buat packing yaa, aku juga kangen sama Calista." jawab Ariell.


Ariell sudah sering kerumah Fredly kakaknya Bryan, Ariell juga begitu akrab kepada Fredly juga Belinda istrinya apalagi Calista ponakan cantik kekasihnya itu.


"Tante Ariell, wah ini buat Calista?" sapa Calista senang melihat Ariell dan Bryan yang baru saja masuk ke dalam rumah.


"Hai cantik, iyaa dong ini buat si cantik, Calista suka gak?" seru Ariell sambil menyerahkan sebuah boneka Marsya yang berukuran sedang.


Setelah bermain sebentar dengan Calista, dan berbasa basi juga dengan Fredly dan Belinda, Ariell dan Bryan masuk ke dalam kamar untuk membantu packing pakaian yang akan Bryan bawa besok pagi.


"Bee besok tidak usah mengantarkanku ke bandara, ada kak Fredly yang mengantarkanku, sekarang aku ingin bermesraan dulu dengan kekasihku ini." ujar Bryan yang sudah memeluk mesra Ariell yang ia dudukkan di atas pangkuannya.


"Ih, aku mau masukin baju kamu dulu awas.!" tolak Ariell ingin beranjak dari pangkuan Bryan.

__ADS_1


"Nanti dulu, kita akan lama tidak bertemu Bee," Bryan mulai membaringkan tubuh Ariell ke atas ranjangnya.


Tak ingin mengulur waktu lagi Bryan langsung mencium bibir manis Ariell dengan lembut, Ariell pun membalasnya mengikuti permainan pria itu, Bryan memperdalam k****annya, ciuman itu semakin panas, deru nafas saling memburu bersamaan dengan suara decapan yang terdengar memenuhi ruangan kamar.


Di rasa pasokan oksigennya habis Ariell melepas ciuman itu. "Sudah sayang." Ariell melepas paksa," Nanti kita tidak bisa mengendalikannya, aku tidak mau kita terlalu jauh." pinta Ariell terengah-engah sambil memandang wajah tampan Bryan.


Bryan pun mengusap bibir Ariell yang basah karena ulahnya barusan dan tersenyum," Oke, aku mengerti Bee." cup Bryan mengecup sekilas bibir itu kembali.


"Ayoo bantu aku." seru Ariell sambil merapikan pakaian dan rambutnya kembali menghilangkan rasa yang hampir membuat mereka hampir lupa diri.


...----------------...


Hampir setahun hubungan LDR an yang di jalani Bryan dan Ariell tapo tidak membuat mereka merasa jenuh, atau tersiksa.


Sore ini Ariell ada janji bersama Ayah dan Ibunya untuk makan malam di sebuah restoran.


Di saat tengah menikmati makan malamnya Ariell mendapatkan sebuah pesan di ponselnya.


Beeb..


Ia pun langsung membuka pesan itu, tiba-tiba dadanya terasa sesak, matanya memanas seketika setelah melihat isi pesan yang baru ia buka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..

__ADS_1


__ADS_2