Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 85


__ADS_3

Setelah mendapatkan telepon dari Papanya, Nando dan Val langsung terbang ke London hari itu juga, saat ini mereka sudah berada di dalam pesawat, perjalanan yang lumayan panjang membuat Val terus saja gelisah.


"Semoga Mama baik-baik saja Hon?" ujar Nando sambil memeluk tubuh kekasihnya itu ke dalam pelukannya.


Val terus saja terisak di dalam pelukan sang kekasih memikirkan bagaimana keadaan Mamanya saat ini.


Mendengar dari Papanya bahwa sang Mama kembali sakit membuatnya semakin down, apalagi mengingat pernikahannya sebentar lagi.


Nando terus mengusap sayang surai panjang milik kekasihnya itu, agar membuatnya bisa tenang, tak lama terdengar suara nafas teratur yang menandakan kekasihnya sudah tertidur.


Nando pun membenarkan letak tubuh kekasihnya agar nyaman mengingat perjalanan mereka sangat panjang nantinya.


Val masih dalam pelukannya, karena mereka memang duduk di dalam kelas VVIP, sehingga hanya mereka berdu saja yang ada di dalam ruangan tersebut, karena sebelahnya sengaja di kosongkan.


...----------------...


"Bee kau di mana?" teriak Bryan saat baru saja pulang dan baru masuk rumah tapi terlihat rumah sepi tak ada sosok istri dan putranya.


Begitu pun dengan para asistent rumah tangga mereka yang tidak nampak batang hidungnya, di ruang tengah bahkan di dapur di rasa tidak ada.


Bryan terus berjalan hingga sampai ke lantai atas dan akan membuka pintu kamarnya tapi indra pendengarannya menangkap suara samar-samar di dalam kamar putranya.


Ia pun mengurungkan niatnya, dan berjalan mendekat ke pintu kamar Ken, "Ada apa di dalam?" gumamnya sembari tangannya memutar handle pintu.


Begitu pintu terbuka ia tersenyum di ambang pintu dan melihat keadaan di dalam yang ternyata sang istri bersama putranya itu sedang duduk manis sambil tertawa senang melihat atraksi sebuah pertunjukan sirkus di dalam televisi.


Sementara asistentnya itu sedang merapikan pakaian Ken yang ada di dalam lemari.


"Daddy, lihat singa lautnya begitu pintar mengikuti gerakan seperti orang-orang itu." tunjuk Ken berteriak begitu antusias menceritakan apa yang ia lihat itu pada Dadnya sambil berlari ke arahnya.


Ariell beringsut dari atas ranjang dan ikut juga berjalan menghampiri suaminya, mengusap lembut lengan suaminya itu.


"Oh iyaa?! dia memang pandai kalau di ajari, nanti kapan-kapan kita lihat acara itu Ken mau?" Bryan langsung menggendong Ken ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Benarkah Dad, kita bisa melihat itu langsung? Ken sangat ingin melihatnya." Bryan memberi kecupan di puncak kepalanya.


"Hay sayang," tak lupa Bryan juga mengecup kening istrinya," Pantas saja aku panggil-panggil dari tadi tidak ada yang menyahut di bawah, bibi pun juga tidak ada di bawah, ternyata kalian semua disini." sambil Bryan menurunkan Ken.


"Apa kau sudah makan malam?" tanya Ariell menatap suaminya yang terlihat begitu lelah.


"Aku sudah makan tadi di luar bersama clien ku, Son sudah malam cepat pergi bersih-bersih lalu tidur."Ken pun mengangguk dan berjalan ke dalam kamar mandi di ikuti sang Bibi dari belakang.


Bryan kemudian berjalan keluar menuju kekamar dan di ikuti Ariell di belakangnya," Aku siapkan air hangat dulu." Ariell sudah berjalan dan masuk ke dalam kamar mandi.


Sementara Bryan menanggalkan semua pakaiannya tanpa menunggu berlama-lama kemudian ia pun menyusul istrinya, tidak lupa mengunci pintu kamar itu dari dalam.


Melihat istrinya hanya memakai dres rumahan seperti itu membuat Bryan sudah tidak tahan ingin menerkamnya segera.


Ariell merasakan tangan kekar itu melilit tubuhnya dari belakang," Bee temani aku mandi." suara berat dari suaminya membuat gerakan Ariell terdiam sesaat.


Apalagi Bryan sudah menciumi tengkuknya hingga merambat naik ke daun telinganya, dan menggigit cuping telinganya, membuat seluruh tubuhnya meremang seketika.


Bukannya Ariell tidak tahu maksud dari suaminya itu, ia sangat tahu dan sungguh merasa kasihan melihat suaminya itu harus tersiksa batinnya.


Tidak lupa Bryan melepas pakaian terakhir miliknya sendiri lalu menarik satu set dalaman milik istrinya sangat pelan, hingga tubuh mereka sudah sama-sama polos.


Bryan langsung menarik Ariell untuk masuk ke dalam bathtup tanpa di suruh lagi Ariell sudah membantu Bryan menggosok tubuhnya, mengusapnya pelan.


Dan mereka saling menggosok tubuh mereka masing-masing, tangan Bryan semakin liar tak terkendali sambil menciumi seluruh inci tubuh istrinya itu.


Tak lama Bryan menarik Ariell kembali berjalan di bawah guyuran air sambil menyalakan kran air untuk membersihkan tubuh mereka dari busa sabun.


"Bee kau sangat sexy malam ini," suara Bryan semakin tak tertahankan sambil tangannya meremas pelan bukit kembar milik istrinya itu, membuat Ariell semakin panas dingin.


"Aaaahh," bahkan des*hannya sudah lolos berkali-kali, membuat Bryan semakin bersemangat.


Bryan langsung memutar tubuh istrinya itu dan mencium mesra bibirnya, Ariell pun membalas ciuman Bryan, mereka saling menyesap, mema**ut membiarkan l**ah mereka saling membelit.

__ADS_1


Saat keduanya sudah di bakar gai**h Bryan mematikan kran air, dan menarik handuk untuk di usapkan di tubuh keduanya lalu menggendongnya keluar dari kamar mandi.


Bryan merebahkan tubuh Ariell di atas ranjang dengan sangat pelan, lalu mencium kembali seluruh area wajah istrinya dan berakhir di bibir ranum itu.


Setelah puas lalu turun ke leher jenjang istrinya dan meninggalkan beberapa tanda kepemilikan di area tersebut, lalu ciumannya turun ke bawah menyesap bergantian aset kembar itu, membuat Ariell semakin bergelinjangan.


Setelah puas bermain-main dengan bukit kembar milik istrinya, Bryan pun semakin turun ke bawah dan kembali bermain di bawah sana yang kini menjadi area favoritenya.


Sampai suara leng*han panjang Ariell terdengar menggema di seluruh sudut ruang kamar, tubuhnya semakin melemas.


Bryan pun mendongakkan kepalanya dan tersenyum puas saat melihat raut wajah istrinya itu dan membiarkan istrinya menikmati sisa-sisa kepuasannya.


Perlahan Bryan beringsut mensejajarkan wajah mereka."May I", bisik Bryan tepat di depan bibir istrinya dengan tatapan sudah berkabut, Ariell hanya bisa mengangguk pasrah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Sudah segini dulu yaa,, masih siang...nanti malam di lanjut lagi.


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.

__ADS_1


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2