Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 77


__ADS_3

Dokter keluar dari dalam sebuah kamar setelah selesai memeriksa Bryan yang tadi tidak sadarkan diri.


Ini sungguh peristiwa yang sangat jarang terjadi dan mengharukan sekaligus menegangkan di sebuah acara pernikahan.


Dimana sang calon mempelai pria mengalami amnesia akan menikah dan lebih terkejut lagi di saat detik-detik akan di mulai acara itu, sang calon pria tiba-tiba saja jatuh tidak sadarkan diri.


Beruntung para tamu undangan tidak melihatnya atau mungkin bisa jadi mereka sudah mendengarnya namun bersikap tenang tidak ingin membahas hal itu.


Mereka semua keluarga terdekat saat ini berada di dalam ruangan masih menunggu kesadaran Bryan, hingga beberapa menit kemudian Bryan pun mulai sadar.


"Ma, aku pria yang sangat buruk bukan?" Seru Bryan yang langsung beringsut duduk memeluk tubuh Mama Lidya yang memang sedari tadi duduk di bibir ranjang.


Mama Lidya memberi kode pada yang lainnya supaya meninggalkannya sendiri bersama putra bungsunya yang mungkin saja saat ini ingatan sudah kembali.


Setelah mereka semua sudah keluar, kini hanya tinggal Ibu dan anak itu saja yang masih saling berpelukan. Mama Lidya mengusap-usap pelan punggung kekar putranya yang mungkin saja saat ini menginginkan belaian kasih sayang dari dirinya. Tak lama Mama Lidya mengurai pelukan itu dan membelai wajah sendu putranya dengan kasih sayang.


"Apa kau sudah mengingat semuanya?" Bryan langsung menggangguk lemah sambil menundukkan kepalanya.


"Ma, dimana Ariell? Apa dia tahu aku seperti ini?" Tanyanya saat baru tersadar bahwa hari ini mereka akan melangsungkan pernikahan mereka.


"Kau tenanglah, Ariell baik-baik saja dan mungkin saja dia tidak mengetahui keadaanmu saat ini. Mama sudah meminta Ibu Ayu dan yang lainnya supaya tidak memberitahukan hal ini padanya.


"Ma, sepertinya pernikahan ini harus di batalkan, Ariell berhak bahagia tapi bukan dengan pria sepertiku yang_


"Sssstt,, kau itu bicara apa? Dengar! Ariell itu sangat mencintaimu, begitu pun denganmu, cinta kalian sudah terlalu lama terombang ambing, dan saat ini waktu yang tepat buat kalian berdua agar kalian bisa merasakan kebahagiannya yang selama ini kalian impikan." Potong Mama Lidya dengan cepat.


"Tapi Ma, gara-gara Bryan, Ariell hampir saja dilecehkan oleh orang lain dan membuat hidupnya di ujung jurang kematian kemarin itu, Bryan tidak bisa Ma membiarkan wanita itu tertekan hidupnya semakin dalam, cukup di masa lalu Bryan sudah menyakiti perasaannya tapi sekarang biarkan dia bahagia, itu yang Bryan inginkan.!" Terangnya dengan tatapan memohon.


" Kau tidak bisa memutuskan hal ini begitu saja, apa kau bisa merasakan perasaannya saat ini? Sedangkan kau sendiri tidak memikhirkan perasaanmu yang sudah lama menderita, begini saja setidaknya hargai perasaan pria lain yang rela berkorban untuk melepaskan wanita yang ia cintai demi pria lain, dan ingin melihat mereka berdua bahagia, Nando dialah pria yang sudah melepas tunangannya sendiri untuk dirimu." Membuat Bryan langsung terbelalak sangat terkejut dengan pernyataan dari Mamanya.


"Apa Ma? Jadi Nando yang melepas Ariell? Mereka tidak jadi menikah semua karena diriku? Itu berarti aku pria yang br*ngsek Ma, dua wanita sekaligus telah kurebut dari pria yang sangat mencintai mereka berdua, dan Bryan takut itu terjadi lagi di masa mendatang." Entah pikhiran Bryan saat ini bingung dengan keadaannya sendiri.

__ADS_1


Di sisi lain ia begitu menantikan pernikahan yang ia impikan sedari dulu akhirnya tercapai, tapi di sisi lain ia tidak ingin menyakiti Ariell terus menerus agar bisa berada di sampingnya. Tapi ia juga di rundung perasaan bersalah pada wanita yang telah rela menukar nyawanya sendiri demi melahirkan putra mereka berdua.


" Kenapa kau harus memikirkan hal yang belum terjadi di masa mendatang Bryan!" Bentak Mama Lidya mulai geram pada putranya sendiri.


"Apa kau sadar mengatakan itu semua? Sekarang Mama tanya padamu, apa kau sungguh tidak mencintai Ariell lagi? Kau ingin melihatnya terpuruk merasakan sakit hati kembali seperti dulu lagi? Dimana hari pernikahannya sendiri gagal sebab di batalkan oleh calon suaminya sendiri, pria yang sangat di cintai seumur hidupnya itu. Kau ingin melihat kehancurannya di hari pernikahan kalian, itu yang kau inginkan jawab Bryan?!" Bentak Mamanya kembali, sementara Bryan hanya bisa diam mendengarkan sambil menunduk, sedetik kemudian ia langsung mengangkat kepalanya sambil menggeleng cepat.


"Tidak, maafkan Bryan Ma, Bryan sangat mencintainya bahkan melebihi mencintai diri Bryan sendiri." Ucapnya begitu serius dan mantap.


" Bagus, kalau begitu buktikan kalau kau mampu membahagiakannya, dimana Bryan putraku yang seumur hidupnya bersikap dingin pada orang lain, dan tidak penah bersikap peengecut seperti tadi!? Sekarang bersiaplah, persiapkan dirimu sebaik mungkin untuk mengucapkan janji suci untuk pernikahan kalian berdua, Mama mendoakan kebahagiaan kalian berdua sampai maut memisahkan, Mama tunggu kau di bawah ya." Mama Lidya merasa lega, berjalan keluar sembari menyeka air mata di kedua sudut netranya yang entah sejak kapan sudah menggenang disana.


Setelah mengucapkan kata-kata agar putranya itu kembali bersemangat, Mama Lidya pun segera berjalan ke depan kembali, meninggalkan Bryan yang masih diam termenung. Tak lama Bryan beranjak untuk merapikan penampilannya yang terlihat kusut, dan kemudia keluar berjalan ke tempat acara yang sudah tertata rapi sedemikian rupa. Ballroom hotel miliknya begitu terlihat ramai oleh para tamu undangan dan kerabat-kerabat terdekatnya.


"Semangat Bro." Ujar Andrew pelan sambil menepuk bahu Bryan yang terlihat sudah siap dengan auranya yang sama seperti dulu lagi.


"Jangan gugup, mau aku ambilkan minuman yang segar dulu." Sahut Armand sengaja menggoda sahabatnya itu.


Bryan tak bergeming hanya menatap para sahabatnya itu yang memang duduk sebagai saksi, lalu pandangannya beralih menatap Richard yang duduk di hadapannya saat ini karena menjadi wali nikah untuk wanita yang sangat ia cintai.


"Baiklah bisa kita mulai akad nikahnya?" Tanya Bapak penghulu pada Bryan, yang di balas Bryan dengan anggukan kepala.


Bapak penghulu pun meminta Richard untuk menjabat tangan Bryan, dan memberi intruktur supaya Richard mengikuti ucapannya.


Jujur Bryan saat ini jauh lebih gugup dari saat ia menikahi Fay dulu, atau mungkin pernikahan ini di dasari oleh cinta, jadinya perasaannya menjadi campur aduk.


Bukan seperti dulu yang memang terpaksa ia melakukannya, apalagi di rumah sakit, di dalam ruangan di depan Papanya yang terbaring lemah menyaksikan pernikahan itu. membuatnya jadi mengharu sesaat.


Dengan sekali satu tarikan nafas Bryan pun berhasil mengucapkan kalimat sakral itu di depan Bapak penghulu, para saksi-saksi dan juga para tamu undangan.


"Bagaimana para saksi sah?" tanya Bapak penghulu.


"Sah, Sah, Saahhh.." Sahut mereka semua serempak membuat suasana menjadi begitu riuh dengan tepuk tangan dari para tamu undangan juga.

__ADS_1


Begitu doa yang di panjatkan untuk kedua pengantin itu selesai, tibalah saatnya sang mempelai wanita keluar dan berjalan masuk ke dalam acara.


Ariell berjalan dengan di dampingi Ibu Ayu dan Mama Lidya juga Val dan Bonee, tidak ketinggalan Kenzie yang berjalan di samping Mommy barunya yang sangat begitu tampan menggunakan pakaian formal berukuran pas melekat di tubuh kecilnya itu.


Para tamu undangan pun terkesiap takjub melihat sang pengantin wanitanya begitu cetar membahana, tak terkecuali Bryan yang menatapnya tanpa bisa berkedip.


Yang sejak pertama Ariell masuk sudah menyita perhatiannya, Andrew mencubit kecil lengan Bryan, seakan baru tersadar Bryan langsung tersenyum pada Ariell yang sudah sah menjadi istrinya sekarang.


Tanpa mereka semua sadari ditempat yang jauh disana ada seseorang yang melihat itu semua dengan menggunakan kamera tersembunyi.


"Kalian boleh senang sekarang, tapi lihat saja setelah ini apa kalian akan bisa tersenyum kembali." ucapnya sambil tersenyum menyeringai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2